Brimob Amankan 1.060 Liter Minyak Tanah Selundupan dari Komodo -->

Iklan Semua Halaman

.

Brimob Amankan 1.060 Liter Minyak Tanah Selundupan dari Komodo

Minggu, 22 Desember 2019
Ribuan Liter Minyak Tanah Selundupan dalam 53 Jerigen asal Komodo Nusa Tenggara Timur yang Diamankan Anggota Kompi 3 Batalyon C Pelopor dari Pelabuhan TPI Sape, Sabtu (22/12/2019) Malam.

Bima, Berita11.com— Aparat Brimob yang dipimpin Komandan Kompi 3 Batalyon C Pelopor, IPTU Iwan Sugianto mengamankan 1.060 liter minyak tanah (Mitan) yang dimuat dalam 53 jerigen menggunakan kapal nelayan dari Pulau Komodo NTT saat tiba di pelabuhan TPI Sape, Sabtu (21/12/2019) malam.

Empat nelayan yang diidentifikasi menyelundupkan Mitan dari Pulau Komodo ke wilayah Kabupaten Bima tersebut, masing-masing berinisial  BR (47 tahun), RS (45 tahun), AB (22 tahun), RH (22 tahun). Seluruh nelayan tersebut merupakan warga RT 04/03 Dusun Bungin Kecamatan Komodo Manggarai Barat,  NTT.

Keberhasilan Kompi 3 Batalyon C Pelopor Brimobda NTB mengungkap penyelunduan Mitan tersebut  berawal dari informasi  Komandan Kompi 3 Batalyon C Pelopor, IPTU Iwan Sugianto. Setelah itu Danki langsung menghubungi Tim Intelmob Kompi 3 Batalyon C Pelopor.

Informasi yang diperoleh Berita11.com, pada pukul 19.15 Wita, anggota Kompi 3 Batalyon C Pelopor dan anggota Intelmob dipimpin Danki 3 Batalyon C Pelopor, IPTU Iwan Sugianto dan Bripka Akhyar SH beserta delapan anggota lainnya langsung  mengecek TPI Pelabuhan Sape di Dusun Gusung Desa Bugis Kecamatan Sape Kabupaten Bima.

Saat tiba di TPI Sape Sabtu malam, tim menemukan tiga kapal. Ketika itu, tim langsung melakukan memeriksa isi kapal tersebut. setelah memeriksa isi barang yang dimuat, anggota Brimob menemukan karung dan kardus yang berisi bahan bakar Mitan. Karung tersebut dicampur dengan bawang merah untuk mengelabui petugas.

Setelah mendapatkan barang yang dicuragai tersebut, anggota Brimob membawa barang bukti 53 jerigen berisi Mitan ke Mako Kompi 3 Batalyon C Pelopor.


Sebagaimana diketahui, sejak proses konversi minyak tanah ke LPG, keberadaan Mitan di wilayah Kota Bima dan Kabupaten Bima mulai langka, seiring rencana pemerintah menghapus subsidi bahan bakar tersebut dan mengalihkan ke LPG. Tak ayal, kondisi itu dimanfaatkan oknum tertentu untuk meraup keuntungan, walaupun dengan melabrak peraturan yang ditetapkan pemerintah. [RD]