Dampingi Kepala BNPB Penghijauan di Parado, Danrem 162/WB Tegaskan akan Tertibkan Perusak Hutan

Iklan Semua Halaman

.

Dampingi Kepala BNPB Penghijauan di Parado, Danrem 162/WB Tegaskan akan Tertibkan Perusak Hutan

Sabtu, 21 Desember 2019
Danrem 162/WB, Kolonel Czi H Ahmad Rizal Ramdhani M.Han Menyampaikan Sambutan.

Bima, Berita11.com—  Komandan Korem 162/WB, Kol Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han juga menghadiri penghijauan yang dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana  (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo di Dam Pela Parado, Desa  Parado Wane Kecamatan Parado Kabupaten Bima, Sabtu (21/12/2019) sore.

Danrem 162/WB menegaskan, pihaknya mengingatkan setiap Dandim menjaga lingkungan. Pihaknya akan membuat pos jaga terpadu untuk mengawasi hutan tutupan negara. “Kami akan tangkap dan proses hukum kalau ada yang melangar hukum. Ini adalah atensi pusat dan kita tertibkan lahan tutupan, ndak boleh dibuka. Kami ajak kerja sama dengan aparat lain,” katanya saat menyampaikan tanggapan sesi dialog pada kegiatan penghijauan.

Danrem mengingatkan masyarakat, tidak merusak hutan dengan dalih berkebun. “Kita cintai alam,maka alam akan mencintai kita dan kami komitmen tetap menjaga hutan, kami dukung penghijauan di Parado ini,” ungkapnya.

Dandim 1608 /Bima, Letkol, Bambang Kurnia Eka Putra menegaskan, alih fungsi hutan jelas memiliki peraturan. Pihaknya mendapatkan informasi atas permasalahan pembukaan lahan tutupan negara di Parado.

“Kalau kami (Kodim Bima) hanya membantu. Kalau sudah ditanam harus dijaga,” katanya.
Dikatakannya, lahan PT.Konesia digarap paksa masyarakat, sehingga sengketa lahan tutupan negara menjadi salah satu masalah di Kabupaten Bima.

Pada kesempatan yang sama, Kapolsek Monta, IPTU Takim mengatakan, pihaknya tetap memantau lahan tutupan negara di wilayah setempat. Selama ini, bantuan benih dari Dinas Pertanian dan Perkebunan disalagunakan sebagian petani dengan menanam jagung di hutan.

Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Mardono mengatakan,  saling lempar tanggung jawab adalah hal yang rumit. Namun harus ada kesadaran bersama menyikapi masalah lingkungan. Karena jika abai terhadap lingkungan seperti permasalahan hutan, akan menimbulkan luapan banjir.

“Saya sarankan Danrem berikan masukan pada Gubernur NTB agar konsultasi, untuk memulihkan hutan,” katanya.

Dikatakannya, lembaga swadaya masyarakat sudah menyampaikan informasi, sehingga pihaknya hadir meninjau lokasi di Dam Pela Parado dan sekilgus melaksanakan penghijauan.

Kepala BNPB Republik Indonesia, Letjend TNI Doni Monardo Menanam Pohon saat Meninjau Kondisi Hutan Sekitar Dam Pela Parado Kabupaten Bima, Sabtu (21/12/2019) Sore.

“Selamtkan hutan dan semua harus terlibat. Kami akan coba kaji tanaman yang tepat, sehingga bisa membantu masyarakat. Kami kaji dulu, untuk bisa dipakai bibit alpukat dan kemiri, sengon dan banyak akan kaji untuk ditanam,” katanya.


Diungkapnnya, pihaknya sedih melihat kondisi hutan yang rusak. Jangan sampai kondisi itu memicu krisis air. “Masalah besar dan saling bermasalah, maka kita jaga hutan secara bersama-sama, karena status darurat belum ada. Kita upayakan akan ada jalan, kita utamakan keselamatan rakyat dan merawat lingkungan,” pesannya. [RD]