Gelar Rakor Ketenagakerjaan, Disnaker Kota Bima Serahkan Bantuan Alat Bengkel

Iklan Semua Halaman

.

Gelar Rakor Ketenagakerjaan, Disnaker Kota Bima Serahkan Bantuan Alat Bengkel

Kamis, 26 Desember 2019
Kepala Disnaker Kota Bima Asisten Setda Kota Bima, Kepala Bappeda Kota Bima Foto Bersama Peserta Pelatihan Berbasis Kompetensis saat Penyerahan Bantuan secara Simbolis pada Kegiatan Rakor Ketenagakerjaan Tingkat Kota Bima yang Digelar di Aula Kantor Wali Kota Bima Kamis (26/12/2019). Foto US/ Berita11.com.

Kota Bima, Berita11.com— Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bima menggelar rapat koordinasi (Rakor) ketenagakerjaan tingkat Kota Bima, Kamis (26/12/2019). Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Wali Kota Bima ini diikuti sejumlah OPD, camat, lurah, organisasi buruh dan peserta pelatihan berbasis kompetensi kejuruan teknik sepeda motor.

Pada kegiatan ini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bima, Ir Hj Rini Indriani, Kepala Disnaker Kota Bima, Drs Jufri M.Si, Kepala Bappeda Kota Bima, H Fahrurozi ME, Asisten III Setda Kota Bima yang mewakili Wali Kota Bima, menyerahkan bantuan alat perbengkelan untuk peserta pelatihan berbasis kompetensi kejuruan teknik sepeda motor yang telah mengikuti pelatihan selama dua bulan di Kota Bima.

Kepala Disnaker Kota Bima, Drs Jufri M.Si, mengatakan, secara umum Rakor dimaksudkan untuk membahas bersama tentang tantangan dan solusi permasalahan tenaga kerja di Kota Bima. Melalui kegiatan ini diharapkan output upaya meminimalisasi masalah pengangguran dan perluasan lapangan pekerjaan.

Dikatakannya, secara umum, penduduk usia kerja Kota Bima berdasarkan data Sakernas 2018 oleh Badan Pusat Statistik Kota Bima berjumlah 122.780 orang. Jumlah tersebut, didominasi oleh pendidikan tingkat SLTA/sederajat dengan 38,72 persen sebanyak 47.536 orang.

Sementara itu, berdasarkan kelompok umur, usia kerja didominasi antara 15-34 tahun sebanyak 62.864 orang atau 51,20 persen. Pengangguran terjadi karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari (disequilibrium).

Dijelaskannya, antara penawaran tenaga kerja dengan permintaan tenaga kerja belum seimbang. Selain itu, persoalan lain yang mendasar berkaitan tenaga kerja yaitu kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja.

Pengangguran terbuka menurut jenis kelamin Kota Bima pada tahun  2018, berdasarkan data Sakernas 2018, Badan Pusat Statistik Kota Bima didominasi penduduk dengan jenis kelamin laki-laki. Pada tahun 2018 tercatat bahwa pengangguran terbuka sebanyak 2.089 orang atau 2,39 persen. Untuk itu, pihaknya mengharapkan Rakorda menghasilkan sejumlah kesimpulan tepat untuk sejumlah masalah tersebut.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bima, Ir Hj Rini Indriani mengatakan, secara umum, banyaknya pengangguran disebabkan karena lulusan SMA/ S1 banyak mencari lowongan pekerjaaan.

“Sekarang tidak usah mencari lowongan kerja, tapi ciptakan tenaga kerja. Inovasi-inovasi teknologi. Usia produktif, semangat usia produktif, jauh lebih besar dari semangat di bawah itu,” katanya seraya mengutip pernyataan Proklamator Republik Indonesia, Ir Soekarno Hatta tentang peran pemuda.

Dikatakannya, dengan adanya pemuda yang tangguh dan produktif serta berkualitas, maka pembangunan di daerah akan mampu diwujudkan. Pemuda memiliki peran membantu, melalui kreatifitas dan inovasi segala sumber daya alam yang ada di daerah.

“Di sektor apa saja dia bisa masuk, bukan lagi mencari tenaga kerja, tapi menciptakan tenaga kerja, diimbangi SDM berkualitas. Membangun wirausaha baru, di pemerintah sudah banyak pelatihan dan bantuan, memanfaatkan potensi alam yang  ada,” katanya.

Mantan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima ini menyebut, banyak potensi di Bima yang dapat dikembangkan untuk lapangan kerja baru atau wirausaha baru. Misalnya potensi bawang merah Bima yang sudah terbukti kualitasnya. Bahkan bawang merah Brebes berasal dari Bima, demikian juga daging sapi asal Bima terkenal dengan serat daging yang terbaik di Indonesia.

Potensi lainnya yaitu kopi maupun jenis-jenis tanaman lain. Jika di Kota Bima tidak menamam kopi maupun bawang merah, namun bisa mengelola dengan menghasil produk yang lebih baik.

Suasana Rakor Ketenagakerjaan Tingkat Kota Bima Tahun 2019.

“Terus kopi, kopi kita berserakan di mana mana. Kalau kota Bima tidak kita tanam, mari kita kelola dengan baik, menjadi produk yg baik. Dengan bertambahnya tenaga kerja di kota Bima, mari kita manfaatkan sumber daya alam, menjadi sumber pendapatan,” ajaknya.

Pada kesempatan tersebut, Hj Rini Indriani memuji Kepala Disnaker Kota Bima, Drs Jufri M.Si yang tetap melaksanakan kegiatan dalam rangka mencari solusi untuk tenaga kerja. Meskipun menjelang pergantian tahun dan sebentar lagi purna tugas sebagai ASN, Kepala Disnaker dan jajarannya tetap semangat bekerja, melaksanakan kegiatan yang positif untuk warga Kota Bima. 

Diharapkannya, Drs Jufri tetap berkenan bersilaturahmi dengan jajaran Pemkot Bima, jika pun sudah pensiun. Memberikan sumbangsih pikiran untuk kemajuan Kota Bima.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Bima, H Fahrurozi mengatakan,  sasaran strategis yang akan dilakukan Pemkot Bima  yaitu berupaya mengurangi pengangguran. “Bisa dikurangi, kita fokus pada sumber daya yang menganggur, kemudian memberikan akses kepada calon kepada pencari kerja,” katanya.

Dikatakannya, berbicara sasaran, ada beberapa hal yang dihadapi di Kota Bima, terutama pola pikir (mindset) adalah tantang berat yang dihadapi ke depan. “Kalau tidak jadi PNS, dianggap tidak kerja. Padahal sebagaiamana disampaikan asisten, bukan mencari kerja tapi menciptakan lapangan kerja. Fokus kami ini bagaimana menciptakan lapangan kerja, 1 miliar (dana dukungan),” katanya.

Mantan kepala BPBD  Kota Bima ini mengatakan, fokus Pemkot Bima terhadap masalah ketenagakerjaan, bagiamana menyiapkan tenaga kerja untuk pangsa tenaga ke Jepang, Korea, dan sejumlah negara lain. Pada tahun 2020 mendatang, pemerintah akan membangun Rumah Tenaga Kerja dan BLK, yang akan menjadi pusat informasi kerja di dalam negeri dan luar negeri.

“Kita juga menyiapkan bagaimana bisa menyiapkan lapangan kerja. Maka prosesnya sekarang tinggal 300 juta. Tahun 2020 kita menyiapkan Rumah Tenaga Kerja. Di Rumah Tenaga Kerja ini bisa mendapatkan informasi akses kerja di luar negeri maupun dalam negeri. Bagaimana mengubah pola pikir, tidak hanya mencari kerja, tapi menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya.

H Fahrurozi juga berharap Disnaker Kota Bima bisa bersinergi dengan OPD lain. Karena banyak dinas lain yang memiliki program kerja dengan target yang sama, mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran seperti Dinas Pertanian, dengan dukungan anggaran Rp3,5 miliar, Diskoperindag misalnya untuk program aneka serba usaha Rp1,5 miliar, Dinas Kelautan dan Perikanan dengan dukungan anggaran Rp750 juta serta Dinas Sosial dengan dukungan anggaran Rp770 juta untuk masalah sosial dan pengangguran.

“Sekarang kita lagi dorong untuk membuka kewirausahaan masyarakat melalui program pengentasan kemiskinan, peningkatan kapasitas. Diharapkn Disnaker bisa bersinergi dengan OPD lain seperti Dinas Kelautan, Diskoperindag, Dinas Pertanian. Misalnya Dinas Pertanian ada dana Rp3,5 miliar dalam membuka kesempatan masyarakat. Misalnya sebagai informasi kita kekurangan unggas. Itu bisa dimanfaatkan untuk membuka lapangan pekerjaan,” katanya.

Pada Rakor tersebut berkembang keinginan peserta agar Pemerintah Kota Bima menghadirkan BLK yang tersertifikasi dan berstandar internasional, sehingga outputnya tenaga terampil yang akan ditempatkan di luar negeri. [US]