IMM Mataram Kecam Pelanggaran HAM Terhadap Muslim Uyghur -->

Iklan Semua Halaman

.

IMM Mataram Kecam Pelanggaran HAM Terhadap Muslim Uyghur

Senin, 23 Desember 2019
Aksi Ikatan Mahasiswa Muhamamdiyah Cabang Mataram Mengecam Pelanggaran HAM atas Muslim Uyghur.

Matara, Berita11.com— Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Mataram mengecam pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap Muslim Uyghur yang dilakukan Pemerintah Cina dan perangkatnya. Suara itu disampaikan aktivis IMMMataram dalam aksi dan dialog di Mataram, Senin (23/12/2019).

Koordinator aksi, Imam Ichy mengatakan, Hak Asasi Manusia adalah hak yang diberikan langsung oleh Tuhan kepada umat manusia sejak lahir dan keberadaan manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan harus dihargai oleh setiap manusia lainnya.

“Tidak satupun mahluk ciptaan-Nya yang boleh merampas hak-Nya termasuk hak hidup manusia yang paling fundamental. HAM berlaku kapanpun, di manapun dan kepada siapapun, sehingga sifatnya universal,” katanya.

Menurutnya, pada dasarnya hak hidup, hak beragama, hak berbicara tidak boleh diambil dan tidak boleh dibagi-bagi atau bahkan dirampas oleh siapapun, termasuk pemimpin negara sekalipun, sehingga harus menghargai dan memberikan seutuhnya pada rakyat.

“Oleh karena itu di berbagai negara harus toleransi terhadap hak masing-masing manusia untuk dilindungi dan dijaga agar tidak ada diskrimininasi dan the humanisasi terhadap golongan atau kelompok minoritas yang berada di negara atau wilayah tersebut,” katanya.

Perwakilan IMM Mataram, Ikhlsul Ama mengatakan, Hak Asasi Manusia dalam prespektif Al-Quran sangatlah mencerahkan, hak persamaan dan kebebasan. Dalam Al-Quran sangat berkepentingan dalam mejamin dalam entitas kemanusiaan, serta memberikan kebebasan bagi mereka yg berbuat apa saja.

Karena itu juga, agama Islam dikenal sebagai agama pembebasan, terutama bagi orang-orang tertindas, baik tertindas kultur, etnis, ras, agama, citra pembebasan dan persamaan dalam Al-Quran itu bisa dilihat dalam Q.S Al-imran 104, 110 dan An-nisa ; 58,105, 107 dan 135 serta lain-lain.

“Dalam kehidupan sosial manusia memiliki perbedaan masing-masing dalam pandangan kepercayaan/keyakinan disetiap masing-masing individu atau kelompok, dan kelompok lain harus menghormati perbedaan itu, agar konflik itu tidak terjadi. Rasisme terhadap kelompok minoritas sering terjadi pada budaya, ras, suku dan agama di berbagai belahan dunia,” katanya.

Ikhlsul Ama juga mengatakan, sering terjadi pada agama Islam diberbagai negara terutama minoritas Muslim sering diskriminasi, dicemoh, dihina. Bahkan dibunuh oleh kelompok mayoritas di luar Islam, yang terjadi sekarang Muslim Uygur Xin Jiang di Cina sudah sangat lama konflik sebagai akar kekerasan sentimen agama yang membuat pembantaian, 
perkosaan, perampasan harta benda sehingga itu menyakitkan hati umat Muslim di seluruh dunia.

“Ini termasuk pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh Pemerintah Cina terhadap Muslim Uighur yang minoritas beragama Islam,” katanya.


Atas sejumlah pelangggaran dan pembantaian itu, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Kota Mataram menuntut lima poin.

Pertama, mengecam dan menuntut genosida yang dilakukan Pemerintah Cina terhadap Muslim Etnis Uighur Xinjiang.

Mendesak Pemerintah Indonesia memperjelas kebijakan politik global untuk melakukan langkah diplomatik dengan negara-negara Islam yang tergabung dalam OKI untuk menyeret kasus pelanggaran HAM berat muslim Etnis Uighur di sidang pengadilan Internasional PBB, mendesak pemerintah Indonesia untuk mengusir Kedutaan Besar (Kedubes) Cina di Indonesia.

Selain itu, mengecam tindakan genosida dan pelanggaran HAM terhadap masyarakat muslim dunia meliputi Palestina, Myanmar, India, Cina dan lain-lain. [RD]