Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako Mahal, Beras Naik sudah Sebulan -->

Iklan Semua Halaman

.

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako Mahal, Beras Naik sudah Sebulan

Sunday, December 15, 2019
Aktivitas Pedagang Sembako di Pasar Pagi Sila Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Foto US/ Berita11.com.

Bima, Berita11.com— Menjelang Natal dan tahun baru 2020, harga sembilan bahan pokok (Sembako) di sejumlah pasar di Kabupaten Bima naik. Sudah sebulan harga super atau jenis Ir naik dari Rp10 ribu menjadi Rp11 ribu/ kilogram.

Pedagang di Pasar Tradisional Sila Kecamatan Bolo Atun Kamaluddin menyebutkan, selain beras, harga Sembako jenis lainnya seperti minyak curah naik dari Rp18 ribu/ botol menjadi Rp20 ribu, bawang putih naik dari Rp35 ribu/ kilogram menjadi Rp40 ribu, kol naik dari sebelumnya Rp3.000 menjadi Rp8 ribu.

“Rata-rata naik harga barang sekarang, beras naik dari 10 ribu menjadi 11 ribu. Begitu juga terigu naik jadi Rp8.000/ kilogram dari sebelumnya Rp7.000. Semua naik menjelang Natal dan tahun baru. Kalau beras naik dari bulan lalu,” ujarnya di Pasar Sila, Sabtu (14/12/2019).

Sementara itu, harga telur ayam ras naik dari Rp45 ribu/ krak menjadi Rp48 ribu. Gula pasir naik dari Rp12 ribu menjadi Rp14.000/ kilogram, kacang tanah naik dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu. “Kalau harga daging naik turun, kalau sekarang Rp120.000/ kilogram. Kalau biasanya Rp110.000. naik turun kadang-kadang,” ujar Atun.

Pedagang Sembako lainnya, Hartati menyebutkan, kenaikan harga Sembako tidak hanya terjadi di Pasar Sila, melainkan pada sejumlah pasar lain di Kabupaten Bima dan Kota Bima. “Sekarang yang paling tinggi naiknya harga tomat, sekarang Rp18.000/ kilogram dari sebelumnya Rp5.000/ kilogram,” ujarnya.

Berbeda dengan sejumlah bahan pokok tersebut, harga cabai merah seperti cabai rawit di Pasar Sila justru murah yakni Rp25 ribu/ kilogram, cabai keriting Rp60 ribu/ kilogram.

Akibat kenaikan tersebut, pedagang bakulan di Kabupaten Bima, Hartini mengaku omzet 
dagangannya berkurang. “Semua harga Sembako sekarang naik, bawang merah naik, telur naik, minyak curah naik, tomat mahal, semua serba mahal. Terpaksa kita naikan barang dagangan,” ujarnya.

Berbanding terbalik dengan kondisi harga di lapangan, harga Sembako, barang strategis dan komodiiti hasil survei pasar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bima justru menunjukan belum ada kenaikan.

Sebagaimana tabel survei pasar oleh Disperindag Kabupaten Bima, harga beras jenis Ir Rp10 ribu/ kilogram, gula pasir Rp14 ribu, minyak gorek merek Bimoli (620 Ml) Rp12 ribu, Bimoli 1 liter (refil) Rp15 ribu, Bimoli 2 liter (refil) Rp27 ribu, telur ayam ras Rp10 ribu/ 6 butir, garam yodium Rp10 ribu/ kilogram, kacang hijau Rp16 ribu/ kilogram, kacang tanah Rp25 ribu/kilogram, tomat Rp15 ribu/kilogram, kentang Rp20 ribu/ kilogram, wortel Rp20 ribu/ kilogram, ikan teri asin Rp100 ribu/ kilogram, cabai keriting Rp50 ribu/ kilogram, daging ayam broiler Rp45 ribu/kilogram. [US]