Jelang Natal dan Tahun Baru, MUI Kota Bima Imbau Masyarakat jaga Keharmonisan Umat Beragama -->

Iklan Semua Halaman

.

Jelang Natal dan Tahun Baru, MUI Kota Bima Imbau Masyarakat jaga Keharmonisan Umat Beragama

Wednesday, December 18, 2019
Ketua MUI Kota Bima, TGH Abidin H Idris S.Pd.I.  Foto MR/ Berita11.com.

Kota Bima, Berita11.com— Menjelang Natal, 25 Desember 2019 dan pergantian tahun baru Masehi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima mengimbau masyarakat agar menjaga keharmonisan umat beragama.

Ketua MUI Kota Bima, TGH Abidin H Idris S.Pd.I berharap, seluruh umat beragama di Kota Bima senantiasa menjaga kerukunan antarumat beragama dengan menghormati dan menghargai umat agama lain. Dalam hal tersebut yang dimaksud adalah Umat Kristiani yang akan melaksanakan Ibadah Natal pada 25 Desember 2019 mendatang, sehingga dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan nyaman, tanpa gangguan maupun kekacauan, dengan mengedepankan azas toleransi.

TGH Abidin H Idris S.Pd.I mengatakan, berdasarkan keputusan fatwa MUI  Pusat 7 Maret 1981 Masehi (1 Jumadil Awal 1401 Hijriah), oleh Komisi Fatwa MUI Pusat terdapat tiga poin yaitu.

Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa As, akan tetapi Natalan itu tidak dapat dipisahkan dengan soal-soal aqidah dan ubudiyah.
Mengikuti upacara Natal bersama bagi umat Islam hukumnya Haram. Poin lainnya, agar umat Islam tidak terjerumus kepada hal-hal subhat dan larangan Allah SWT dan dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan- kegiatan Natal.

Dikatakannya juga, berdasarkan keputusan MUI Wilayah IV Jawa Timur, Nomor: Kep-02/SKF-MUI/JTM/XII/2014 Tentang Hukum memakai/ menggunakan atribut atau simbol dari agama lain adalah sebagai yaitu:

Bahwa setiap muslim diharamkan memakai atau mengenakan atribut serta simbol- simbol tertentu yang mencerminkan atribut atau simbol dari suatu agama tertentu selain agama Islam, karena hal tersebut mencerminkan bentuk penyerupaan dari tasyabbuh dengan syiar agama lain.

Bahwa setiap muslim juga diharamkan untuk berpartisipasi, memberikan simpati dan ikut bersuka cita serta memberikan ucapan selamat atas Hari Raya dari agama lain selain Islam.

“Diimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bima selaku umat beragama untuk tetap menjaga kondusifitas, keamanan dan ketentraman Kota Bima, baik pada saat malam Natal maupun pada malam pergantian tahun baru 2020 Masehi,” katanya.

MUI Kota Bima juga mengimbau seluruh masyarakat Kota Bima selaku umat beragama dalam konteks hubungan sosial kemasyarakatan, saling tolong menolong, menghormati dan saling menghargai.

Dihimbau seluruh masyarakat Kota Bima dalam merayakan pergantian tahun baru Masehi 2020,  agar tidak berhura-hura  (euforia) seperti  konser musik, yanyian, membakar kembang api, membunyikan petasan (mercon) sehingga sangat mengganggu keamanan dan ketentraman orang lain.

“Agar seluruh warga masyarakat Kota Bima yang beragama Islam dalam menyambut pergantian tahun baru Masehi 2020 hendaknya dirayakan dengan zikir dan doa, kegiatan tausyiah pada setiap masjid, langgar, musala dan muhassabah diri,” katanya.

Diharapkan kepada seluruh Imam Masjid/ Mushollah se Kota Bima agar dapat mengambil Inisiatif bersama seluruh jamaah Masjid/ Mushollah untuk melaksanakan Dzikir dan Do'a Akhir Tahun 2019 M dan Doa Awal Tahun 2020 M.

Masyarakat Kota Bima juga diharapkan,  tidak merayakan pergantian tahun baru Masehi dengan perbuatan sia-sia dan dosa, seperti meminum minuman keras dan menggunakan Narkoba, ugal-ugalan di jalan, pesta seks  (berzinah) tidak begadang semalaman suntuk yang tidak bermanfaat.

MUI Kota Bima juga memohon Polres Bima Kota dan Kasat Pol PP Kota Bima untuk melakukan razia dan operasi penertiban secara intensif, khususnya di wilayah hukum Kota Bima terkait pengguna dan penjual Miras, Narkoba, penjual dan pemakai petasan pada malam pergantian tahun 2020 Masehi.


“Meminta kepada Pemerintah Kota Bima dan seluruh warga masyarakat Muslim Kota Bima untuk dapat mendukung dan menyukseskan gerakan salat shubuh berjamaah (GSSB) yang telah diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia Kota Bima,” pungkas Ketua MUI Kota Bima. [MR]