Jelang Ujung Kepemimpinan Dinda-Dahlan, ini Catatan Akademisi STIH Muhammadiyah Bima

Iklan Semua Halaman

.

Jelang Ujung Kepemimpinan Dinda-Dahlan, ini Catatan Akademisi STIH Muhammadiyah Bima

Senin, 30 Desember 2019

Akademisi STIH Muhammadiyah Bima, Syamsuddin SH MH. Foto Ist.

Bima, Berita11.com— Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Muhammadiyah Bima, Syamsuddin SH MH menilai Dinda-Dahlan gagal mewujudkan berbagai ekspektasi publik dalam memimpin Kabupaten Bima empat tahun terakhir. Termasuk di antaranya yang menjadi kontrak politik pasangan kepala daerah hasil Pilkada 2015 tersebut.

Syamsuddin bahkan mengimbau Hj Indah Dhamayanti Putri agar menyerahkan atau membuka jalan bagi putra-putri lain di daerah yang lebih kapabel dalam memimpin Kabupaten Bima ke depan.

“Sudah saatnya masyarakat Bima merasakan kesejahteraan,” katanya, Senin (30/12/2019).
Ia juga menyorot Dinda-Dahlan yang dinilai melindungi para pejabat yang terlibat kasus korupsi. Karena tidak dieksekusi sebagaimana yang menjadi regulasi/ SKB Menteri.

Selain itu, tata kelola birokrasi seperti pada proses rotasi dan mutasi tidak merujuk pada prestasi atau kinerja pejabat. Visi misi Bima RAMAH dinilai dangkal implementasi, di antaranya membiarkan lingkungan hutan rusak parah sehingga terjadi bencana alam banjir di mana-mana. “Tidak peka sebagai pejabat negara, mudah berjanji, lalu mengabaikannya,” katanya.

Syamsuddin mengatakan,  empat tahun kepemimpinan Dinda-Dahlan, tidak ada prestasi yang menonjol yang dapat dijadikan referensi rasional untuk dilanjutkan sebagai pemimpin.

“Sebaiknya arah masyarakat Bima ke depan diserahkan pada sosok-sosok yang lebih mampuni, yakni figur yang punya prestasi sekaligus menyatu antara kata dan perbuatan,” katanya.

Menurutnya, pemimpin harus memiliki kekuatan tekad mensejahterakan rakyat, bukan memupuk dan menumpuk kekuasaan untuk diri dan golongan.

Syamsuddin juga mengimbau agar figur-figur yang prihatin dengan penderitaan kemiskinan rakyat dan pemuda yang menganggur, segera muncul mengambil alih hati rakyat.

Adapun berkaitan isu peti kosong yang akan menjadi pesaing petahana pada Pilkada 2020 Kabupaten Bima adalah narasi atau mitologi yang diproduk oleh pikiran-pikiran oligarkis. 

Hal itu menurutnya, tidak dapat memengaruhi persepsi masyarakat Bima yang sudah rasional dan memiliki karakter egaliter.

“Sekarang orang-orang baik dan berkualitas harus berani tampil, mengambil alih kekuasaan ini, agar kelak kekuasaan digunakan sebagai jalan pengabdian mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bima,” tutupnya.

Sebelumnya, Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri SE menyampaikan bahwa visi-misi Bima Ramah telah tercapai dan terangkum dalam berbagai prestasi yang diraih Pemerintah Kabupaten Bima.

Beberapa prestasi Pemkab Bima seperti meraih label WTP untuk pengelolaan keuangan/ APBD empat tahun berturut-turut. Selain itu, prestasi dalam bidang pemberdayaan perempuan dan anak yang diperkuat penghargaan nasional serta prestasi bidang lainnya. 

Pada aspek nonfisik atau pembangunan spritual, Pemkab Bima melaksanakan program keagamaan yaitu gerakan pesantren sehari dan salat subuh berjemaah. [AD]