Lagi, Kunjungi Pasangan Lansia, Brigadir Agus Salim tak Kuasa Menahan Tangis

Iklan Semua Halaman

.

Lagi, Kunjungi Pasangan Lansia, Brigadir Agus Salim tak Kuasa Menahan Tangis

Rabu, 04 Desember 2019
Brigadir Agus Salim saat memberikan bantuan berupa sembako ke Bapak Abdul Hafis. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Mungkin di antara sebagian kita menganggap kebaikan polisi hanyalah sebuah pencitraan, namun sosok polisi yang memiliki jiwa sosial yang tinggi ini terus berupaya untuk memperhatikan warga yang hidupnya di bawah garis kemiskinan.

Untuk kali kesekiannya, Brigadir Agus Salim yang belum sebulan ditugaskan di Mapolres Dompu sudah beberapa tempat yang dia kunjungi guna menyalurkan bantuan kepada warga yang tidak mampu walaupun bantuan itu disisikan dari sebagian gajinya.

Pada kesempatan ini, Agus mengunjungi tempat sepasang lansia (orang tua jompo) yang hidupnya sangat memprihatinkan dengan hidup di dalam gubuk reot yang terbuat dari kayu selama kurang lebih 32 tahun yakni Bapak Abdul Hafid 91 tahun yang merupakan asli bugis dan istrinya asli Madura berdomisili di Desa Madaprama Kecamatan Woja untuk memberikan bantuan berupa sembako, Rabu (4/12/2019) pagi.

Namun saat berkujung dan ketika melihat keadaan hidup sepasang orang tua jompo itu yang sangat memprihatinkan, hatinya sangat terpukul dan merasa sedih hingga tak terasa air matanya jatuh dengan sednirinya.

“Setelah beberapa kali lewat dan melihat kondisi tempat tinggal dari salah seorang pasangan jompo itu, Maka pagi ini sehabis apel pagi di Polres Dompu saya pun segera belanja sembako dan langsung menuju gubuk reot Kakek itu dan hidupnya sangat memprihatinkan,” ungkap Agus sedikit nada sedih.

Menurut keterangan yang diperoleh dari Bapak Abdul Hafid, Agus menambahkan, pasangan orang tua jompo itu memiliki empat orang anak, tapi semua hidupnya rata-rata di bawah garis kemiskinan.

Untuk mencukupi kehidupan sepasang orang tua jompo itu, pendaping hidup Bapak Abdul Hafid (istri) terpaksa menjadi pembantu semua orang di sekitarnya dengan mencuci pakaian atau pekerjaan apapun yang dia bisa lakukan demi untuk mencukupi kehidupan mereka.
 
Kondisi rumah tempat tinggal pasangan lansia di Desa Madaparama Kecamatan Woja Kabupaten Dompu. Foto ist
“Dari penuturan sang kakek bahwa ia dan istrinya tinggal di situ sudah hampir 30 an tahun dan tanah tempat rumah reotnya mereka adalah milik Pemda. Sementara istrinya yang sudah renta hari-harinya jadi pemulung dan terkadang bekerja sebagai tukang nyuci pakaian orang di sekitarnya dan dikasih upah,” beber Agus.

Dikatakannya, masih informasi yang diperoleh dari sang kakek, karena sang kakek sendiri sudah tidak bisa bekerja lagi diusianya yang sudah renta, dari penghasilan istrinya yang hanya 10 atau 15 ribuan sehari lah mereka dapat hidup hingga saat ini.

“Dan menurut penuturan kakek hafid bahwa selama ia tinggal di gubuk reotnya itu, mereka tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, walaupun mereka sendri sangat-sangat mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah,” ujarnya yang dikutib dari Kakek Hafid.

Agus menuturkan, ternyata masih ada mareka-mereka yang hidupnya seperti itu dan dia membayangkan seandainya itu terjadi pada keluarganya mungkin tidak bisa dibayangkan kesedihan yang alaminya.

”Harapan saya supaya adanya uluran tangan dari kita semua, lebih khusus Pemerintah dan pihak yang berwewenang untuk bisa memberikan bantuan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan seperti kakek ini,” harapnya. [RIS]