PP3TKI Pulau Sumbawa Serahkan Bantuan kepada Keluarga Syafrudin

Iklan Semua Halaman

.

PP3TKI Pulau Sumbawa Serahkan Bantuan kepada Keluarga Syafrudin

Selasa, 03 Desember 2019
Pusat Pengkajian dan Pemantau Perlindungna TKI (PP3TKI) Pulau Sumbawa Menyerahkan Bantuan kepada Kerabat Syafrudin, Buruh Migran asal Bima yang Jatuh di Lantai 11 Apartemen di Taiwan.
Bima, Berita11.com—  Pusat Pengkajian dan Pemantau Perlindungan TKI (PP3TKI) Pulau Sumbawa menyerahkan bantuan kepada keluarga Syafrudin, buruh migran, korban jatuh di lantai 11 apartemen di Taiwan, Selasa (3/12/2019).
Ketua PP3TKI Pulau Sumbawa, Muhammad Yamin S.Pd M.Pd menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari donatur kelas Pascasarjana Uhamka Jakarta dan pengurus. Bantuan yang diserahkan berupa uang dan sembilan bahan pokok (Sembako).
Sebelumnya, pada 10 November 2019 lalu, PP3TKI Pulau Sumbawa, juga menyambangi kediaman kerabat Syafrudin di Desa Sie Kecamatan Monta Kabupaten Bima. Syafrudin yang jatuh di lantai 11 apartemen di Taiwan berasal dari desa tersebut.
Pada kunjungan itu, PP3TKI memastikan status Syafrudin dan membawa santunan untuk korban. Atas kunjungan itu, pihak keluarga ibu dan istri Syafrudin mengucapkan terima kasih. Selain itu,  memohon PP3TKI agar membantu mengawal sampai tuntas permasalahan yang dialami Syafrudin sehingga bisa bantu pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam mendapatkan perawatan rumah sakit.
Yamin mengatakan, berdasarkan kajian dan penelitian pihaknya belum ada sosialisasi intens terhadap penyalur tenaga kerja maupun kerabat tenaga kerja agar mengetahui bahaya dari proses kerja ke luar negeri.
“Di pemerintah desa sebenarnya wellcome untuk menerima pihak penerintah pusat maupun daerah untuk memberikan pendidikan yang optimal bagi TKI, tapi nyatanya selama ini kurang dilakukan, karena terkesan malas dan jauh dari cita-cita Pak Jokowi yang membangun birokrasi untuk kerja dan kerja,” ujar dosen salah satu perguruan tinggi di Bima ini.
Dikatakannya, PP3TKI memberikan masukan kepada pihak keluarga Syafrudin agar pulih dan kembali ke daerah, mendapatkan modal sehingga perlu kembali bekerja ke luar negeri. Buruh migran dan keluarganya didorong membangun usaha untuk menumbuhkan perekonomian berkelanjutan di daerah. “Karena banyak di daerah kita potensi kekayaan alam yang bisa digali,” katanya.

Menurutnya pembangunan SDM dimulai dari desa. Pada tahun 2019, melalui APBDes, pemerintah menganggarkan 70% untuk pembangunan  SDM dan 30% untuk infrastruktur.  PP3TKI Pulau Sumbawa juga mengawal dan membantu pemerintah desa dalam implementasi anggaran itu, sehingga tepat program dan tepat sasaran. Pemanfaatannya benar-benar untuk kepentingan masyarakat.  “Agar eks TKI dan para TKI (buruh migran) juga dapat dibantu untuk proses pendidikannya, supaya mereka sadar dengan pentingnya keberangkatan mereka dengan cara prosedural,” katanya. [RD]