Sempat Dihadang di Jalan, Apkam Gabungan Amankan 5 Penggasak Hutan dan 222 Batang Kayu -->

Iklan Semua Halaman

.

Sempat Dihadang di Jalan, Apkam Gabungan Amankan 5 Penggasak Hutan dan 222 Batang Kayu

Selasa, 24 Desember 2019
Lima Oknum Warga Terduga Penggasak Kayu di Hutan Tutupan Negara yang Diamankan Aparat Gabungan, Sabtu (24/12/20190.

Bima, Berita11.com— Aparat gabungan TNI, Polri dan instansi terkait melaksanakan patroli gabungan di hutan tutupan negara di Desa Kanca Kecamatan Parado Kabupaten Bima, Senin (23/12/2019). Hasilnya, aparat mengamankan lima terduga pelaku perambahan hutan (illegal logging), 222 batang kayu dan dua mesin senso.

Upaya aparat mengamankan terduga pelaku illegal logging dan sejumlah barang bukti sempat dihadang masyarakat Desa Kanca Kecamatan Parado yang menutup ruas jalan di desa setempat karena memprotes penangkapan lima warga terduga pelaku illegal logging.

Patroli gabungan TNI/Polri dan Apkam terkait dalam rangka penyelamatan hutan dipimpin Danramil 1608-07/Monta, Mayor Inf Syaharuddin. Patroli  dibagi dua tim yaitu tim 1 dipimpin Mayor Inf Syaharuddin  dengan sasaran Desa Paradowane dan tim 2 dipimpin oleh Danki A Yonif 742/SWY, Kapten Inf. Satria Perkasa Bahar, dengan sasaran Desa Kanca Kecamatan Parado Kabupaten Bima.

Awalnya pada siang hari,  aparat yang melaksanakan patroli gabungan membuat posko dan menentukan sasaran patroli. Hasilnya,  1 pleton yang dipimpin oleh Danki Kompi A Rajawali Yon 742/SWY Bima, mengamankan lima pelaku ilegal loging dan barang bukti dua mesin sensow.

Kemudian, siang menjelang sore,  1 pleton yang dipimpin Danramil kembali dari Desa Kuta dan menuju Desa Kanca untuk melanjutkan patroli di Desa Kanca,  kemudian menutup  jalan menuju hutan tutupan negara yang dibuka masyarakat.  Para terduga pelaku illegal logging diamankan di kantor Camat Parado.

Sekira pukul 16.00 Wita, masyarakat Desa Kanca Parado menutup ruas jalan di desa setempat memprotes lima warga yang ditangkap. Namun satu jam kemudian, jalan raya kembali dibuka masyarakat setelah Danramil Monta menegosiasi masyarakat.

Sebagaimana informasi yang diperoleh Berita11.com, lima oknum warga yang diamankan masing-masing berinisial AS (32 tahun), UK (29 tahun), BR (44 tahun), SF (40 tahun), dan AS (42 tahun).

Proses Evakuasi Barang Bukti Kayu Hasil Illegal Logging yang Sempat Dihadang oleh Warga.

Setelah pertemuan di kantor Camat Parado, Sabtu sore menjelang petang, para pelaku dibawa ke Mako Polres Bima untuk proses lebih lanjut, Sabtu (24/12/2019) malam. Demikian juga mobil pikup yang memuat kayu dari hutan tutupan negara.

Saat proses evakuasi barang bukti menuju Polres Bima, oknum warga berinisial HD berhenti di depan rumahnya, kemudian melarikan diri.

Patroli gabungan diikuti  Danramil  Monta, Mayor Inf Syaharuddin, Danki A Yonif 742/SWY, Kapten Inf Satria Perkasa Bahar,  Pasi Ops Kodim Bima, Lettu Inf Mahdin,  Kapolsek Parado, IPDA Nasaruddin dan anggota Polsek Monta, Kasi Trantib Kecamatan Parado, Munir SH dan anggota Pol PP setempat.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kepala BNPB RI, Letjen TNI Dony Monardo menekankan agar aparat di daerah melaksanakan patroli menjaga hutan di daerah terutama di wilayah Parado yang dilaporkan masyarakat mengalami kerusakan parah. Hal itu disampaikan Doni Monardo saat mengunjungi hutan sekitar Dam Pelaparado, Sabtu lalu. [MR]