Soal Dugaan Pungli Perekrutan Penyuluh Agama, Ini Klarifikasi Kasi Bimas Islam Dompu

Iklan Semua Halaman

.

Soal Dugaan Pungli Perekrutan Penyuluh Agama, Ini Klarifikasi Kasi Bimas Islam Dompu

Jumat, 27 Desember 2019
Kasi Bimas Kemenag Kabupaten Dompu Drs. M. Shalihin, MH. foto ist
Dompu, Berita11.com - Kepala seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kementerian Agama Kabupaten Dompu NTB Drs. M. Shalihin MH mengklarifikasi soal dugaan pungutan liar (Pungli) dalam perekrutan penyuluh agama non PNS sebagaimana yang dilansir Berita11.com beberapa hari lalu bahwa apa yang diberitakan itu tidak benar.

“Chat WhatsApp itu tidak ada, silahkan disuruh buktikan, dan sama siapa, bila perlu tanya satu persatu teman-teman yang dinyatakan lulus,” klarifikasi Shalihin saat ditemuai awak media di rumahnya di bali bunga Kelurahan Kandai Dua Kecamatan Woja, Kamis (26/12/19) sore.

Disinggung masalah peserta yang lulus bahwa sebagian belum bisa melaksanakan ceramah atau dakwah, Shalihin membantah jika memang demikian peserta tidak akan lulus tes, karena menurut dia, setiap peserta tes seleksi dilakukan satu per satu oleh dewan penguji.

“Kalaupun ada yang begitu, jelas tidak bisa diluluskan dan yang lulus itu, kalaupun tidak bisa dakwah atau ceramah mungkin dia bisa mengajarkan ngaji, terus dia bisa membentuk majelis ta’alim dan pembinaan orang-orang tua,” tuding.

Terkait dengan nilai tes sebagai mana yang disampaikan Nurdiansyah bahwa pserta yang lulus sebagian ada dibahwa nilai Nurdiansyah, namun hal itu, Shalihin menjelaskan bahwa sebelum 1 X 24 jam, hasil tes langsung diumumkan melalui papan pengumuman yang ditempel di kantor Departemen Agama (Depag).

“Hasil tes itu sudah kami tempel beserta nilainya di kantor Depag dan kita tempel pada tepat waktu hari Senin, tanggal 23 itu,” bebernya.

Atas kejadian itu, pihaknya sangat menyayangkan, karena proses perekrutan penyuluh agama non PNS itu masih ada waktu dan kesempatan bagi peserta yang mengikuti tes seleksi beberapa waktu lalu untuk menjadi Pengganti Antar Waktu (PAW).

“Kejadian ini saya sesalkan pada hal proses perekrutmen penyuluhan ini masih ada waktu, misalnya ada yang lulus sertifikasi, kelulusa sertifikasi guru, kelulusan dosen, ada yang lulus CPNS mereka harus di PAW yang boleh menggantikan mereka ini adalah peserta yang sudah mengikuti seleksi kemarin, bukan orang di luar lagi,” pungkasnya. [RIS]