Anggota Kompi Senapan A Yonif 742 SWY Tangkap 7 Terduga “Penggasak” Hutan Lindung Lambitu -->

Iklan Semua Halaman

.

Anggota Kompi Senapan A Yonif 742 SWY Tangkap 7 Terduga “Penggasak” Hutan Lindung Lambitu

Selasa, 07 Januari 2020
Sejumlah Warga Terduga Pelaku Illegal Logging yang Diamankan Anggota Kompi Senapan A Yonif 742 SWY saat Penyisiran di Hutan Lindung Lambitu Kabupaten Bima, Selasa (7/1/2020) Sore.

Bima, Berita11.com— Anggota Kompi Senapan A Yonif 742 SWY menangkap tujuh terduga penggasak hutan (illegal logging) di kawasan hutan lindung di Desa Kuta Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima, Selasa (7/1/2020) sore. Personel TNI yang dipimpin Komandan Kompi, Kapten Inf Satria Perkasa Bahar mengamankan barang bukti kayu gelondongan dan empat senso.

Informasi yang diperoleh, Selasa siang, Kapten Inf Satria Perkasa Bahar berangkat dari Kompi Senapan A menuju Desa Kuta Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima, melaksanakan patroli pengawasan di kawasan hutan lindung atas dasar  laporan masyarakat kepada Komandan Kodim 1608 Bima, Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal.

Setelah tiba, Kapten Inf Satria Perkasa Bahar bersama sembilan anggota TNI menyisir kawasan hutan lindung di Desa Kuta. Di tengah perjalanan, tim yang melaksanakan penyisiran mendengar suara mesin senso, alat pemotong kayu. Kemudian anggota melakukan  pengejaran di dua titik tempat pemotongan kayu.



Setelah ashar atau sekira pukul 16.00 Wita, Kapten Inf Satria Perkasa Bahar beserta sembilan  anggota TNI berhasil menemukan barang bukti kayu glondongan yang telah ditebang. Kemudian menangkap tujuh orang pemotong kayu dan barang bukti empat mesin senso, 6 jerigen bensin dan tiga jerigen oli.

Para terduga pelaku illegal logging tersebut dibawa ke Mapolres Bima Kota untuk proses lebih lanjut, sedangkan barang bukti berupa kayu glondongan masih di kawasan hutan lindung karena tidak ada kendaraan pengangkut.

Tujuh orang terduga pelaku illegal logging yang ditangkap anggota Kompi Senapan A Yonif 742 SWY, masing-masing berinisial AG (45 tahun), FS (47 tahun),  dan MA (45 tahun). ketiganya merupakan warga Jatibaru Kecamatan Asakota Kota Bima. selain itu,  MT (52 tahun),  AD (47 tahun),  SR (30 tahun), warga Desa Sie Kecamatan Monta Kabupaten Bima, dan AN (40 tahun), warga Penanae Kota Bima. [MR]