Apel Kontijensi Aman Nusa II Digelar di Mapolres Bima Kota Bima

Iklan Semua Halaman

.

Apel Kontijensi Aman Nusa II Digelar di Mapolres Bima Kota Bima

Rabu, 15 Januari 2020
Kapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo Wicaksono S.IK MH Memimpin Apel Kontijensi Aman Nusa II di Mako Polres Bima Kota, Rabu (15/1/2020). Foto MR/ Berita11.com.

Kota Bima, Berita11.com— Apel Kontijenisi Aman Nusa II dalam rangka kesiapan pengamanan penggulangan bencana alam tahun 2020 digelar di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Bima Kota, Jalan Soekarno-Hatta Kota Bima, Selasa (15/1/2020). Apel dipimpin Kapolres Bima Kota,  AKBP Haryo Tejo Wicaksono S.I.K, MH.

Kegiatan diikuti lebih kurang 300 pesonil gabungan yaitu 1 SST Kodim 1608/Bima, 1 SST Brimob, 1 SST Dalmas, 1 SST Gabungan Satuan Reskrim, Intelkam dan Narkoba, 1 SST PNS,  1 SST Gabungan Staf Polres Bima Kota, dan  1 SST Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bima.

Apel gabungan diawali pengecekan pasukan oleh komandan apel gabungan, sekira pukul 08.20 Wita.

Dalam amanatnya, Kapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo Wicaksono S.I.K, MH menjelaskan, maksud dan tujuan apel yaitu dalam rangka menyamakan langkah dan menyatukan tekad untuk saling bahu membahu dalam menanggulangi bencana alam yang menjadi atensi Presiden RI.

Selain itu, melihat kesiapan masing-masing instansi di lingkup Kota Bima dalam rangka penanggulangan bencan alam.  Penanggulangan bencana alam tidak dilakukan sendiri-sendiri, melainkan harus dilakukan secara sinergis oleh semua pihak, baik pemerintah pusat, p emerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, swasta serta masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007.


“Puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan berkah, rahmat dan hidayahnya kepada kita, sehingga pada hari ini dapat melaksanakan apel gelar pasukan Aman Nusa II dalam rangka kesiapan penanggulangan bencana alam tahun 2020,” kata Kapolres.

Dikatakannya, penanggulangan bencana adalah tanggung jawab pemerintah, komando negara dengan warga daerah yang selanjutnya semua instansi harus ikut berperan aktif.

“Global warming atau pemanasan global yang saat ini mempengaruhi dunia, telah menyebabkan bencana hydrometeorologi yaitu bencana yang berkaitan dengan cuaca dan iklim yang tadinya mudah diprediksi menjadi semakin sulit diprediksi,” katanya.

Kapolres menjelaskan,  bencana hydrometeorologi bisa setiap saat, dengan intensitas dan skala di luar biasa dari yang diperkirakan. Dampak langsung dari bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, gelombang pasang dan angin putting beliung. Adapun dampak ikutannya (collateral hazards) juga sangat merugikan seperti terganggunya distribusi logistik, gangguan produksi pertanian pangan (gagal panen), kebakaran dan kelaparan.

“Ancaman yang semakin meninggi ini harus kita hadapi dengan pengelolaan penanganan bencana secara lebih baik,” katanya.

Menurutnya, pengelolaan yang baik berarti harus memahami ancaman, memahami kekuatan/kapasitas, kemampuan untuk memahami risiko dan mampu menetapkan prioritas penanganan untuk mengurangi risiko. Faktor kunci lainnya adalah peningkatan kesiapsiagaan,yang artinya kemampuan untuk mengantisipasi ancaman, mampu melawan pada saat kejadian bencana dan mampu bangkit atau cepat pulih dari dampak bencana.

Berdasarkan informasi dari BMKG Bima, pada Januari-Februari merupakan puncak musim hujan.  Memperhatikan kondisi tersebut, diimbau semua pihak agar dapat mengambil langkah-langkah kesiapsiagaan akan potensi terjadinya dampak bencana hydrometeorologi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

“Pada kesempatan ini, saya mengajak kepada seluruh jajaran instansi pemerintah, swasta, dan segenap masyarakat untuk lebih peduli kepada lingkungan kita dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan,” pesannya.

“Jaga komitmen dalam melakukan tindakan profesional dalam penanganan secara bencana, dengan prioritas menyelamatkan korban yang berdampak bencana,  tumbuhkan partisipasi dari segenap potensi masyarakat untuk ikut berperan secara aktif dalam membantu penanggulangan bencana alam,” lanjutnya.

Apel gabungan kemudian dilanjutkan pembacaan doa oleh H. Syafrudin, PNS Polres Kota Bimadan menyanyikan Mars Polda NTB.

Peserta Apel Tanam 600 Bibit di Atas Lahan 3,5 Hektar

Usai melaksanakan apel Kontijensi Aman Nusa II, para peserta melaksanakan penanaman pohon di bukit Temba Kolo Lingkungan Bonto Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota, Kota Bima.

Adapun bibit pohon yang ditanam berupa nangka, jati putih, kedongdong, keroso sebanyak 600 bibit pohon di atas lahan seluas 3,5 hektar.





Kegiatan diikuti oleh Wali Kota Bima diwakili Asisten 1 Setda Kota Bima, H Supratman SH, M.AP, Kapolres Bima Kota, AKBP Haryo Tejo Wicaksono S. I.K, MH, Dandim 1608/Bima, Letkol Inf. Tueku Mustafa Kamal,  Ketua DPRD Kota Bima, Alfian Indra Wirawan, S.Ag,  Kepala BPBD Kota Bima, Ir H Syarafuddin MM, Kepala Kejaksaan Negeri Raba Bima, Suroto SH MH yang diwakili Sahrul Rahman SH, Kepala Dinas Sosial Drs H. Muhidin MM, Kepal Badan Kesbangpol Kota Bima, Ahmad Fathoni. [MR]