Bahas Pemetaan TPS dan Persiapan Rekrutmen Adhoc, KPU Kabupaten Bima Gelar Pleno

Iklan Semua Halaman

.

Bahas Pemetaan TPS dan Persiapan Rekrutmen Adhoc, KPU Kabupaten Bima Gelar Pleno

Rabu, 08 Januari 2020
Suasana Rapat Pleno KPU Kabupaten Bima Membahas Peta TPS dan Persiapan Penyusunan Pedoman Rekrutmen Adhoc Pilbup dan Pilwabup Bima 2020.

Bima, Berita11.com— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima menggelar rapat pleno membahas pemetaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan persiapan rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) atau panitia adhoc untuk Pilbup dan Pilwabup Bima 2020. Rapat pleno diikuti komisioner, Sekretaris KPU dan para kasubag, Selasa (7/1/2020).

Komisioner KPU Kabupaten Bima, Ady Supriadin S.Pd.I menjelaskan, pada rapat yang berlangsung di Sekretariat KPU Kabupaten Bima di Panda Palibelo tersebut, dibahas sejumlah item pembentukan adhoc. Di antaranya penyiapan keputusan-keputusan terkait, tim seleksi (Timsel).

“Harus ada pembentukan Timsel pembentukan PPK, kemudian jadwal dan tahapannya, kesiapan SK pengangkatan, ada juga instrumen seleksinya, form variabel penilaiannya, kemudian form pendaftaran dan lain-lain. Kita juga bagi tim penerima untuk pendaftaranan,” katanya di Sekretariat KPU Kabupaten Bima, Selasa (7/1/2020).

KPU Kabupaten Bima memprediksi jumlah pendaftar seleksi PPK mencapai 2-3 kali lipat total anggota adhoc yang akan diterima. Hal itu dilihat dari tingginya animo masyarakat yang mendaftar saat rekrutmen tenaga kontrak KPU setempat.

“Para pendaftar kita perkirakan 2-3 kali lipat dari jumlah yang akan kita terima. Kita lihat animo masyarakat saat seleksi pendaftaran tenaga kontrak, yang kita butuhkan hanya 10, yang daftar 103. Jumlah yang luar biasa. Ini menandakan animo masyarakat Bima untuk ikut terlibat dalam proses penyelenggaraan pemilihan bupati dan wakil bupati 2020 luar biasa,” katanya.

Dijelaskan mantan wartawan ini, petunjuk teknis (Juknis) rekrutmen PPK, juga mengatur ketentuan untuk PPS dan KPPS. Salah satu yang diatur bahwa panitia adhoc tidak boleh lebih dari dua periode. Hal itu merujuk pedoman PKPU terkait. 

“Ketentuan nanti yang akan kita turunkan dalam Juknis, SOP. Sesuai pedoman PKPU itu, tidak boleh lebih dari dua periode, kita masih lakukan identifikasi mantan anggota PPK, PPS, KPPS,” katanya.

Setelah selesai, Juknis rekrutmen panitia adhoc akan ditetapkan dan disahkan dalam bentuk keputusan KPU Kabupaten Bima, yang kemudian dikirim ke KPU Provinsi NTB.
“Itu juga satu paket Juknisnya PPS dan KPPS, ini belum kita selesaikan. Insya Allah besok kita selesaikan penyusunan Juknis adhoc. Setelah selesai, kita sahkan dalam bentuk keputusan KPU Kabupaten Bima,  kemudian kami akan kirimkan ke KPU provinsi,” ujar Ady.

Selain membahas pedoman rekrutmen adhoc, pada rapat pleno tersebut, KPU Kabupaten Bima juga membahas gambaran jumlah TPS untuk Pilbup dan Pilwabup Bima 2020. Sebagaimana yang disepakati, jumlah TPS untuk Pilbup 2020 sebanyak 7.19 TPS. Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan Pilgub NTB terbaru yang hanya 693 TPS.

“Pembuatan peta TPS ini sesuai dengan arahan KPU provinsi. Kita sudah membuatkan simulasi titik-titik koordinat TPS yang ada di Kabupaten Bima. Jadi, gambaran jumlah TPS yang sudah kita sepakati bersama 7.19 TPS untuk pemilihan bupati dan wakil bupati Bima,” katanya.

“Ada beberapa penambahan TPS juga di beberapa desa, kecamatan. Dari jumlah TPS yang ada sebelumnya pada Pilgub NTB, dari jumlah 693, ada kenaikan 26 sehingga menjadi 7.19 TPS. Ini akan segera sahkan,” tambah Ady. [AD]