Dapat Ilmu dan Dompet Tebal, Take Action MK Kewirausahaan STKIP TSB -->

Iklan Semua Halaman

.

Dapat Ilmu dan Dompet Tebal, Take Action MK Kewirausahaan STKIP TSB

Tuesday, January 21, 2020
Sejumlah Mahasiswa Semester V Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi STKIP Taman Siswa Bima Berhasil Membangun Sendiri Website E-Commerce dan Meraih Keuntungan Rutin Setiap Bulan dari Transaksi di Lapak Online. Mereka Dibimbing dan Diajak Melihat Langsung Kegiatan Usaha yang Dikembangkan oleh Dosen Setempat.


Bima, Berita11.com— Upaya peningkatan kualitas mahasiswa terus dilakukan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima. Setelah melaksanakan program penguatan literasi dan lingkungan. Kampus setempat mendorong mahasiswa membuat lapak digital (e-commerce) dari nol.

Kegiatan tersebut merupakan praktik dari mata kuliah (MK) kewirausahaan, yang kemudian direspon serius oleh sejumlah mahasiswa. Mereka membangun website e-commerce untuk memasarkan sejumlah produk. Sejumlah mahasiswa yang menggarap e-commerce mampu meraih pundi uang, ratusan ribu rupiah hingga Rp3,5 juta.  

Dosen pembimbing mata kuliah kewirausahaan STKIP Taman Siswa Bima, Khairul Sani, S.T.,M.Eng menyampaikan,  pihaknya berupaya memberikan tugas kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI). Tugas membangun website e-commerce merupakan bentuk praktik setelah memperoleh teori dari mata kuliah kewirausahaan.

“Saya mencoba kasih tantangan adik-adik mahasiswa PTI semester 5. Setelah semua teori dilahap, saatnya praktik, take action, mata kuliah kewirausahaan dengan membangun e-commerce dari nol. Alhamdulillah semua antusias, walaupun ada beberapa yang menyerah duluan,” katanya.

Menurutnya,  ilmu tanpa praktik hanya menjadi teori usang yang tidak bermakna. Praktik tanpa ilmu akan menyebabkan kesalahan yang merugikan.

Cara Irul— sapaan akrabnya,  dalam memotivasi mahasiswa dengan mengajak melihat tempatnya bekerja. Di kantor itu, dosen ini menjelaskan tentang pengalaman membangun usaha dari kos-kosan hingga  hal teknis tentang bisnis, strategi pemasaran, serta pengetahuan lainnya.

“Dari laporan perkembangan dan presentasi sebelum UAS kemarin, alhamdulillah adik adik (mahasiswa) sudah bisa mendapatkan hasil yang bervariatif. Mulai dari ratusan ribu, Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan. Bahkan ada yang sampai Rp3,5 juta per bulan," ungkap dosen yang juga pengusaha muda ini, Selasa (21/1/2020).

Hal menarik, menurutnya,  mahasiswa semester 5, Fitri Marwahdiyanti menjadi kebanggaan kampus, karena sukses meraih beberapa mendali emas Hapkido di tingkat nasional. “Nah, dia (Fitri Marwahdiyanti, red) mencoba berinovasi dengan memasarkan pelatihan Hapkido yang dibuatnya baru baru ini melalui website yang dibuat pada mata kuliah kewirausahaan. Alhamdulillah hampir 25-30 anggota mendaftar,” ujarnya.

Sejumlah website e-commerce sederhana telah dibangun mahasiswa semester 5 Prodi PTI STKIP TSB, di antaranya  www.grosirbima.com,  nasabima.com,  dan hapkidontb.com.

Disinggung tentang tujuan pelaksanaan mata kuliah tersebut, lulusan UGM itu mengaku ingin mewujudkan misi kampus merah, sebutan untuk STKIP Taman Siswa Bima. Yaitu, mencetak mahasiswa yang beradab dan kewirausahaan. Menghadapi era industri 4.0 mahasiswa harus mampu bersaing dan mengasah kemampuannya, terlebih mahasiswa IT.

“Harus mampu bersaing, menjadi mahasiswa yang beradab, mandiri dan berwawasan kewirausahaan. Setelah semua teori, bagaimana cara membangun usaha, mendapatkan modal, stretegi marketing, pemasaran, rule business, sampai pada management usaha. Goalnya mahasiswa mampu membuat e-commerce sendiri dari nol, sampai pada tahap manajemen kita pandu,” kata owner salah satu perusahaan penjualan tiket online itu.

Menyoal tantangan yang dihadapi mahasiswa saat melaksanakan praktik mata kuliah kewirausahaan, Khairul Sani mengungkapkan umumnya mahasiswa pada awalnya menyatakan susah membuka usaha, susah memulai usaha. Akan tetapi dengan pendekatan dan motivasi,  mereka terpacu mendapatkan penghasilan, minimal untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga mereka sadar dan harus segera memulai usaha.

“Saya mencoba buat narasi, contoh studi kasus dan penyelesaian masalah, serta motivasi yang membuat logika dan pemikiran mereka terbuka untuk memulai usaha. Kesulitannya mereka belum pernah membuat website, mau nggak mau harus pelan-pelan mengajarinya dari nol, alhamdulillah bisa membuat e-commerce sederhana,” ujar Irul.

Ia berharap mahasiswa TI mampu memikirkan peluang usaha, berani mengambil kesempatan untuk memulai usaha, kemudian berkolaboraksi untuk saling mendukung usaha rekannya.

Menyikapi capaian ini, Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si, angkat bicara. Pihaknya mendukung pengajar yang mampu mengajak mahasiswa pada proses praktik, sebagai aplikasi dari teori. Apalagi, IT merupakan kebutuhan pada era abad 21.

“Saya kira ini capaian penting dari hasil kuliah satu semester, mahasiswa tidak hanya diajak berinteraksi dengan berbagai teori, tapi aplikasikan langsung untuk kebutuhan era milineal job creater. Ini salah satu program unggulan sesuai visi mewujudkan visi berwirausaha,” katanya.

Seperti yang diketahui, STKIP Taman Siswa Bima tengah serius meningkatkan literasi, sadar lingkungan dan wirausaha. Tiga hal itu menjadi prioritas dalam pengembangan program, baik tingkat lembaga maupun program di tingkat mahasiswa. [AN]