Jalur 1 Jalan Kartini Pasar Dompu Langganan Kemacetan -->

Iklan Semua Halaman

.

Jalur 1 Jalan Kartini Pasar Dompu Langganan Kemacetan

Wednesday, January 22, 2020
Jalan Kartini saat mengalami kemacetan. Foto Poris Berita11.com
Dompu, Berita11.com - Meski telah terpasang tanda larang untuk tidak bisa dilewati jalur yang dilarang yakni jalur 1. Namun, para pengendara atau pengemudi masih banyak mengabaikan dan merasa cuek dengan tanda larang tersebut sehingga sering terjadi kemacetan.

Seperti yang terjadi pada Rabu (19/1/20) pagi sekira pukul 09.00 Wita di kompleks pasar atas, Jalan Kartini Nomor 40 Dompu, lebih tepatnya di depan toko Putri dan Counter Handphon Pelangi Seluler terjadi kemacetan yang berkepanjangan bahkan di jalan itu jadi langganan kemacetan. 

Pantauan Berita11.com, hal itu disebabkan tidak adanya kesadaran pengendara itu sendiri, pada hal di Cabang Empat sebelah kiri ruas jalan raya telah terpasang tada larang agar tidak digunakan jalur dari timur menuju arah barat. Akan tetapi, pengendara menganggap tanda larang itu seperti hiasan semata.

Bahkan, menurut tukang parkir yang beraktifitas dari pagi hingga malam di lokasi itu, Supriyadin alias one kepada Berita11.com mengatakan, kemacetan itu terjadi hampir setiap hari baik pagi hari maupun sore hari.

“Kalau jalur ini tetap macet, kadang pagi, siang sore, mana jalannya sempit juga, sebenarnya jalur ini jalur satu, tapi pengendara tidak mau patuhi aturan,” jelas One.

Sementara, salah satu petugas dari Dinas Perhubungan Kabupaten Dompu yang berjaga di Cabang Empat depan Toko Adam, Syahrul menuturkan, pengendara yang nakal ketika dihentikan malah ingin melawan petugas dan mengancam akan ditabrak.

“Pengendara ini tidak punya kesadaran, kadang kita petugas mau ditabrak ketika ditahan untuk tidak mengikuti jalur yang dilarang, untuk antisipasinya, harus ada pihak kepolisian baru mereka takut (pengendara, red),” tutur Syahrul.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Ir Syarifuddin, saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya tetap berupaya untuk melakukan penertiban kendaraan hanya saja kendaraan roda dua (sepeda motor) yang masih bawel dan tidak mau mendengar atau manta’ati aturan.

“Jalur di situ memang satu arah, tetapi kami tetap berupaya melakukan penertiban kendaraan di situ, hanya sepeda motor belu bisa kita kendalikan, dan kami tetap melakukan himbauan, malah sering kami berikan himbauan,” ujarnya.

Disinggung soal truck angkutan bahan bangunan berupa semen yang parkir di depan Toko Putri, Kepala Dinas Perhubungan menjelaskan, memang sudah diberikan kesempatan pada siang hari disela-sela aktifitas pengendara dan itu hanya beberapa jam saja.

“Bongkar muatan itu sudah ada jadwalnya, dari jam 12.00 hingga 14,00 Wita, jika kami temukan di luar jadwal itu, kami pasti tegur dan memberikan himbauan,” terang Kepala Dinas Perhubungan. [RIS]