Dosen STKIP Tamsis Buat Video Bahasa Isyarat sebagai Strategi Ajar PABK

Iklan Semua Halaman

.

Dosen STKIP Tamsis Buat Video Bahasa Isyarat sebagai Strategi Ajar PABK

Selasa, 28 Januari 2020
Dosen Mata Kuliah PABK Program Studi PGSD STKIP Taman Siswa Bima, Sry Hardiningsih M.Pd. Foto Ist.


Bima, Berita11.com— Sejumlah inovasi terus diciptakan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima menghadapi perkembangan dunia digital (teknologi informasi/ IT). Dosen setempat, Sry Hardiningsih M.Pd membuat video bahasa isyarat sebagai strategi mengajar mata kuliah pendidikan anak berkebutuhan khusus (PABK).

Inovasi dosen tersebut selaras dengan misi STKIP Taman Siswa Bima yang tengah melaksanakan sistem pendidikan era abad 21.  Video bahasa isyarat untuk strategi mengajar PABK merupakan  penugasan akhir semester, melengkapi penilaian kegiatan kuliah satu semester. Yang tidak biasa adalah mahasiswa diharuskan mengisyaratkan setiap kata dalam lagu yang dipilih. Tujuannya, mahasiswa siap mengajar anak berkebutuhan khusus. 

“Penugasan berupa video itu, berangkat (berawal dari niat) dari saya pingin (menginginkan) tugas mahasiswa tidak hanya berkutat dengan laporan. Tapi lebih dari itu, saya ingin agar tugas mahasiswa lebih menarik. Jadilah saya ngobrol dengan beberapa dosen PGSD, lalu munculah ide tersebut,” katanya di Bima, Senin (27/1/2020).

Selain tujuan tersebut, Sari menginginkan adanya informasi lain tentang kampus tempatnya mengajar. Menurutnya, peran mahasiswa yang mampu menunjukkan kemampuan juga merupakan corong mengenalkan kampus pada masyarakat.

“Ditambah lagi, saya ingin mengenalkan STKIP Tamsis Bima ke khalayak ramai. Tapi yang menampilkan adalah mahasiswa. Lebih dari pada itu, saya juga ingin agar ada hal positif yang bisa dilihat orang. Dalam artian dapat mengimbangi berita berita kurang baik, yang beredar di media sosial sekarang,” katanya.

Sari menjelaskan, sistem penilaian berdasarkan banyak komentar dan respon positif atas video yang diunggah.

Sebagai bentuk pengembangan dari video tersebut, dirinya berencana ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunarungu. Nantinya, mahasiswa akan langsung menerapkan sejumlah pengetahuan mengajar anak berkebutuhan khusus.

“Rencananya pingin aksen ke SLB yang punya anak tunarungu (tuli), biar bisa diterapkan bahasa isyarat yang telah dipelajari,” ujarnya.

Sebagai informasi, belum lama ini, di media sosial, beredar banyak video berisi mahasiswa yang menerjemahkan lagu dalam bahasa isyarat. Beragam komentar dan pendapat positif mengalir pada setiap akun pengunggah video. Tidak sedikit juga yang melontarkan rasa kagum pada gambar bergerak berisi sejumlah perempuan cantik yang luwes menggunakan bahasa isyarat.

Safitri, salah satu mahasiswa yang mengerjakan proyek tugas, mengatakan, proyek UAS mata kuliah PABK memberikan pengetahuan baru. Jadi, tidak hanya belajar tentang psikologi dan bagaimana anak berkebutuhan khusus, tetapi juga cara berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat.

Disinggung respon sahabat digitalnya terkait konten yang diunggah, Safitri mengaku memanen pujian. Tidak hanya itu, beberapa saran seperti memilih lagu kebangsaan juga didapatkannya.

“Karena sebelumnya belum pernah memposting hal hal seperti ini, jadi video ini seperti surprise (kejutan) untuk teman teman sosial media saya. Ada yang berkomentar memuji, ada juga yang memberikan saran tentang pemilihan lagu, agar memilih lagu kebangsaan. Alhamdulillah teman teman sosial media men-support video saya dan merasa cukup bermanfaat bagi mereka,” jelasnya.

Rencannya, ia akan mencoba pengetahuan baru itu, dengan langsung ke lokasi SLB. “InsyaaAllah libur ini ingin mencoba pengalaman baru, lebih belajar lagi bagaimana komunikasi dengan anak yang memiliki kebutuhan khusus secara real. Jadi, tidak hanya yang dilagukan saja, tetapi berkomunikasi menggunakan dialog sehari hari,” katanya.

Video Mutmainah, telah ditonton lebih dari 1,6k. Dia mengakau memilih lagunya Andmesh cinta luar biasa, karena tertantang. Latihan gerakan bahasa isyarat dari lagu tersebut dilakukan dengan teliti.  

“Karena walaupun terlihat pelan, sebenarnya banyak gerakan dari kata imbuhan yang mirip gerakannya, seperti men-dengar, kata ter-tahan, yang, dari. Setelah latihan gerak bisa dikuasai pembuatan video dengan niat totalitas tinggi saya menggunakan jilbab warna hitam empat lembar agar background (latar) yang dihasilkan di video maksimal dan alhamdulillah hasil editing tidak mengecewakan,”katanya.

Pembuatan video dilakukan di ruangan 4 kampus STKIP Tamsis Bima. Untuk menambah kesan bagus ia menambahkan video awal berupa ikon kampus.

“Untuk pemilihan lagu dipilih sendiri. Karena dosen pengampu dari awal kesepakatan pembuatan video, untuk UAS lagunya bebas, tinggal dikreasikan sendiri editingnya,” katanya.  

“Bentuk ujian akhir dari matakuliah ini unik, karena memang ini hal yang baru baik bagi saya dan teman teman di kelas V-B. Apalagi ditambah dengan video diupload di Medsos yang membuat kami berlomba-lomba membuat sebagus mungkin, mengingat banyak member Medsos yang bisa melihat video tersebut,” lanjutnya.

Menurut dia, dosen terkesan atas karyanya. Karena memang ide kreatif dosen mata kuliah sebagai bahan ujian akhir. “Ini membuat saya merasa tertantang untuk menampilkan video sebaik-baiknya,” pungkasnya. [AN]