Dugaan Korupsi Oknum Dewan Gerindra, APPI Bima Gelar Aksi Demo

Iklan Semua Halaman

.

Dugaan Korupsi Oknum Dewan Gerindra, APPI Bima Gelar Aksi Demo

Senin, 13 Januari 2020
Perwakilan Massa APPI saat Berdialog dengan Pejabat Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima . Foto AD/ Berita11.com

Bima, Berita11.com-- Mencuat skandal dugaan korupsi dana PKBM oleh salah satu oknum DPRD Kabupaten Bima, memaksa aktivis mahasiswa yang terhimpun dalam Aliansi Pemuda Peduli Pendidikan (APPI) mengawal perkembangan kasus tersebut.

Untuk mendesak percepatan proses hukum kasus dugaan korupsi oknum anggota legislatif dari Partai Gerindra, Boimin, SE, APPI menggelar aksi tutup jalan depan kampus STKIP Taman Siswa Bima .

Aksi massa APPI  tidak berlangsung lama, karena mereka langsung berdialog dengan Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima di ruangan kerjanya, Senin (13/1/2020) siang.

Penanggungjawab APPI, Julfikar kepada sejumlah awak media menegaskan, APPI siap mengawal kasus dugaan korupsi tersebut hingga tuntas. "Kami akan mengawal kasus ini sampai tuntas," tegas Julfikar di depan Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima.

Julfikar menjelaskan, ada tiga poin yang menjadi tuntutan mereka terkait kasus dugaan korupsi oknum anggota dewan itu. Salah satunya mendesak pihak-pihak terkait agar menuntaskan kasus yang cukup menyita perhatian publik itu.
 
Usai  APPI Usai Berdialog dengan Pejabat Dinas Dikbudpora. Foto AD/ Berita11.com

“Kami mendesak Dinas Dikbudpora untuk menuntaskan data PKBM se-Kabupaten Bima, mendesak Kapolres Kota untuk memberikan limit waktu penetapan Boimin sebagai tersangka  dan yang terakhir mendorong pihak penyidik untuk segera menetapkan Boimin menjadi tersangka, karena lebih dari 100 saksi yang telah diperiksa," katanya dengan tegas.

Kadis Dikbudpora Kabupaten Bima, Zunaidin, S.Sos, MM  mengakatan, kehadiran APPI hanya klarifikasi data. "Data mereka 105 PKBM, sementara pada kami hanya 68 yang lolos verifikasi," jelasnya.

Menurutnya, berapapun warga belajar yang diajukan pengelola, yang bisa menjelaskan hanya hasil verifikasi tim dari kepala desa dan penilik. "Hasil itulah yang masuk dalam Dapodik," tandasnya.

"Sementara untuk WB PKBM Karoko Mas silakan cek sendiri di Dapodik, hubungi Kabid,” katanya.

Sebelumnya, aksi yang sama pekan lalu dilakukan BEM STIH di depan kantor Polres Bima Kota mendesak penyidik segera menuntaskan dan menentukan kerugian negara atas kasus tersebut. [AD]