Gandeng PPI UPSI, KBRI Malaysia Gelar Sosialisasi untuk WNI -->

Iklan Semua Halaman

.

Gandeng PPI UPSI, KBRI Malaysia Gelar Sosialisasi untuk WNI

Sunday, January 12, 2020
Foto Bersama PPI UPSI dengan  Pihak KBRI Malaysia saat Kegiatan Sosialisasi KBRI Malaysia di Tanjong Malik, Perak, Malaysia, Minggu (12/1/2020).

Tanjong Malim, Berita11.com— Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia bekerja sama dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) menggelar kegiatan sosiasilasi kepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Tanjong Malim, Perak, Malaysia, Minggu, (12/01/2020).

Kegiatan bertema Merajut Silaturahmi dalam Meningkatkan Kenyamanan Warga Indonesia di Malaysia dihadiri sejumlah pejabat dari KBRI Malaysia seperti Koordinator Fungsi Penerangan Politik Sosial Budaya KBRI Malaysia, Agung Cahaya Sumirat, Koordinator Fungsi Politik KBRI Malaysia, Agus Badrul Jamal,  Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Malaysia, Mokhammad Farid Maruf, dan Atase Hukum KBRI Malaysia, Sumarsono. 
Kegiatan tersebut juga dihadiri beberapa pembina PPI UPSI, Ketua PPI UPSI, anggota PPI UPSI, dan ratusan WNI di sekitaran Tanjong Malim.

Kegiatan dibuka langsung oleh Koordinator Fungsi Politik KBRI Malaysia, Agus Badrul Jamal.

Dalam sambutannya, Agus menyampaikan ucapan terima kasih kepada PPI UPSI karena telah memfasilitasi kegiatan tersebut. diinformasikannya pelayanan KBRI kepada WNI yang mengurus dokumen dibuka selama 24 jam setiap hari kerja.

“Kami membuka pelayanan selama 24 jam selama hari kerja, meskipun sekarang ini ada masyarakat Indonesia yang datang malam, mereka tetap dapat masuk untuk membuat dokumen yang mereka butuhkan,” ucap Agus—sapaan akrab Koordinator Fungsi Politik KBRI Malaysia yang ramah senyum itu.

Selain itu, menurut Agus, KBRI telah membuat pelayanan antrian SMS gateway untuk memudahkan WNI di Malaysia mengetahui tentang informasi perkembangan pembuatan paspor, Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dan dokumen lainnya.

Agus mengatakan, KBRI Malaysia juga memiliki program pemberdayaan WNI untuk memberikan pelatihan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kurang beruntung dan ditahan karena masalah dokumen dan semacamnya.

“Kami memberikan pelatihan kepada mereka yang kurang beruntung dan ditahan di KBRI Malaysia karena lari dari majikan dan semacamnya,” terang Agus.

Melalui kegiatan tersebut, Agus berharap kepada seluruh peserta yang hadir agar menyampaikan apa yang menjadi keluhannya sehingga KBRI dapat membantu permasalahan yang dialami WNI di Malaysia.

Sementara itu materi sosialisasi disampaikan oleh Atase Pendidikan dan Kebudyaan KBRI Malaysia, Mokhammad Farid Maruf dan Atase Hukum KBRI Malaysia, Sumarsono.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Malaysia menyampaikan tentang upaya pelaksanaan pendidikan anak dari WNI di sekitaran Tanjong malim, sedangakan Atase Hukum KBRI Malaysia menyampaikan tentang hak hukum WNI di Malaysia termasuk hak mereka untuk mendapatkan dokumen kewarganegaraan.

Sementara itu, Ketua PPI UPSI, Shaleh Afif Angga Mushawwir, merasa bangga dan berterima kasih kepada KBRI Malaysia karena telah memercayai PPI UPSI sebagai pelaksana kegiatan tersebut.

“Sejujurnya kami merasa bangga dan berterima kasih karena dipercayai oleh KBRI Malaysia untuk melaksanakan kegiatan tersebut, semoga saja kerjasama dan kegiatan semacam ini antara KBRI Malaysia dan PPI UPSI akan terus dilaksanakan ke depannya,” harap Angga—sapaan akrab Ketua PPI UPSI.

Kegiatan tersebut disambut baik oleh seluruh WNI yang ada di sekitaran Tanjong Malim dan mereka sangat berterima kasih kepada PPI UPSI yang telah memfasilitasi kegiatan bersama KBRI Malaysia. [JS]