Gema Padu: Kapan Kades Laksanakan LHP Inspektorat? Kalau tidak, Kami “Segel” Kantor! -->

Iklan Semua Halaman

.

Gema Padu: Kapan Kades Laksanakan LHP Inspektorat? Kalau tidak, Kami “Segel” Kantor!

Saturday, January 18, 2020
Masyarakat Desa Tolouwi Kecamatan Monta Mendesak Kades Melaksanakan Rekomendasi dan LHP Inspektorat Kabupaten Bima Terkait Kontroversial Proses Seleksi Perangkat Desa Setempat.

Bima, Berita11.com— Kontroversial proses seleksi perangkat desa Tolouwi Kecamatan Monta Kabupaten Bima masih menjadi atensi dan sorotan masyarakat setempat. Gerakan Masyarakat, Pemuda dan Mahasiswa Peduli (Gema Padu) DesaTolouwi beraudiensi dengan pemerintah desa setempat, Jumat (17/1/2020).

Pada audiensi yang berlangsung  di kantor Desa Tolouwi tersebut, Gema Padu menyoal sikap Kades yang belum menindaklanjuti laporan hasil audit dugaan kecurangan pelaksanaan seleksi perangkat Desa Tolouwi yang disampaikan Inspektorat Kabupaten Bima kepada Bupati Bima, Hj Indah Dhamanyanti Putri SE.

Menurut Gema Padu tim audit Inspektorat Kabupaten Bima menyimpulkan pembuatan atau penyusunan soal seleksi perangkat Desa Tolouwi yang dilakukan pihak DPMDes Kabupaten Bima cacat secara prosedural.

“Pada tanggal 30 Desember 2019, Bupati Bima mengeluarkan surat tentang tindak lanjut rekomendasi LHP Inspektorat yang ditujukan kepada Camat Monta yang isinya bahwa Camat Monta diperintahkan untuk segera melaksanakan rekomendasi sesuai laporan hasil audit oleh tim audit Inspektorat Kabupaten Bima,” ungkap koordinator Gema Padu saat audiensi.

Menurutnya, pada 2 Januari 2020, Camat Monta mengeluarkan surat rekomendasi yang ditujukan kepada Kepala Desa Tolouwi untuk membatalkan hasil seleksi perangkat Desa Tolouwi tahun 2019, namun sampai sekarang Kepala Desa Tolouwi belum melaksanakan perintah sesuai surat rekomendasi dari Camat Monta tersebut.

“Untuk itulah, maka itu hal yang ingin kami tanyakan kepada Kepala Desa Tolouwi. Kami meminta kepada Kepala Desa Tolouwi untuk hadir memberikan klarifikasi terkait surat rekomendasi dari Camat Monta tentang pembatalan hasil seleksi perangkat Desa Tolouwi tahun 2019,” desak Gema Padu.


Dijelaskan, pihaknya menanyakan terkait pelantikan perangkat Desa Tolouwi yang lolos pada tanggal 30 Desember 2019, tanpa adanya surat rekomendasi dari Camat Monta. “Kami meminta pemerintah desa dan BPD untuk memfasilistasi kegiatan audiensi selanjutnya,” katanya.

Massa Gema Padu mengancam akan memalanng Kantor Desa Tolouwi hingga ada kepastian audiensi lanjutan yang menghadirkan Kepala Desa Tolouwi.


Kaur Perencanaan Desa Tolouwi, Ahmad berjanji mencatat semua aspirasi yang disampaikan massa Gema Padu, yang selanjutkan akan disampaikan kepada Kades setempat. 

“Kami dapat simpulkan bahwa warga Desa Tolouwi yang hadir dalam kegiatan audiensi ini meminta penjelasan dari Kepala Desa Tolouwi terkait pembatalan hasil seleksi perangkat Desa Tolouwi Tahun 2019,” katanya.

Kapolsek Monta IPTU Takim menyampaikan semua tuntutan warga yang hadir sudah dijawab oleh Pemerintah Kabupaten Bima dan Pemerintah Kecamatan Monta, bahwa hasil seleksi perangkat Desa Tolouwi telah dibatalkan.

“Kami bersama pihak TNI hadir di sini untuk mengawal dan mengamankan jalannya kegiatan. Kami  berharap warga yang hadir untuk bersabar dan kami harapkan juga jangan menyegel Kantor Desa Tolouwi, demi pelayananan kepada warga masyarakat Desa Tolouwi secara umum,” harapnya.

Dari audiensi tersebut,. BPD akan melayangkan surat kepada Kepala Desa Tolouwi untuk melakukan audiensi kembali dengan masyarakat Desa Tolouwi terkait pertanyaan- pertanyaan yang telah disampaikan pada kegiatan audiensi pertama berkaitan seleksi perangkat Desa Tolouwi.


Sebagaimana diketahui sebelumnya, kelompok masyarakat Desa Tolouwi Kecamatan Monta Kabupaten Bima, beberapa kali melakukan aksi unjuk rasa dan blokade jalan memprotes terkait proses seleksi perangkat desa setempat yang dinilai cacat secara prosedural. Massa juga pernah melakukan aksi depan kantor Pemkab Bima dan beraudensi dengan pihak Pemkab Bima. [US]