Husnul Khatimah, Mahasiswi Matematika yang Jago Nulis Cerpen dan Koleksi Banyak Penghargaan

Iklan Semua Halaman

.

Husnul Khatimah, Mahasiswi Matematika yang Jago Nulis Cerpen dan Koleksi Banyak Penghargaan

Kamis, 02 Januari 2020
Husnul Khatimah. Foto Ist.


Bima, Berita11.com— Matematika atau sains adalah pelajaran yang merangsang otak kiri, mulai dari urusan nalar logis, berhitung hingga berbagai rumus. Orang yang berkecimpung di dalamnya cenderung berpikir kritis dan logis. Namun hal tersebut tidak membatasi Husnul Khatimah untuk menghasilkan berbagai karya fiksi.

Mahasiswi program studi S1 Matematika Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima yang juga alumnus tahun 2019, SMAN 1 Woha ini mengoleksi beberapa cerpen dan karya sastra puisi. Beberapa Cerpen karyanya sudah dibukukan dalam lima antologi.

Tak hanya itu, gadis yang tinggal di Tente Kecamatan Woha ini, ternyata mengoleksi prestasi akademik sejak duduk di bangku sekolah dasar. Sejak SD dan SMA ia kerap menjadi jawara kelas.

“Saat SD kelas 3, saya masuk peringkat 3 besar. Kelas 5 dan 6, saya peringat 2 dan 1. Lalu, SMP kelas 1 dan 2 saya juara 1. Dan kelas 3 saya juara 2. Kemudian saat SMA juara 1 dan 2,” katanya, Kamis (2/1/2020).

Tidak hanya terbatas menjadi jawara kelas, prestasi Husnul Khatimah juga hingga tingkat Provinsi NTB. Ia menjadi utusan Kabupaten Bima mengikuti olimpiade MIPA se-Pulau Sumbawa ketika duduk di bangku SD. Ketika itu, ia berhasil masuk semifinal 100 besar.

Prestasinya yang lain, ia juga menjadi utusan sekolah mengikuti lomba ceramah tingkat kecamatan. “Masuk SMP, alhamdulillah saat kelas VIII saya menjadi ketua OSIS, pernah mengikuti lomba CC budaya, olimpiade fisika, dan pidato bahasa Indonesia,” sebutnya.

Ketika duduk di bangku SMA, prestasinya tak pernah redup. Ia bahkan aktif di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan menjadi debater. Ketika itu, Husnul Khatimah menjadi utusan Kabupaten Bima, Lomba Debat Bahasa Indonesia tingkat Provinsi NTB yang berlangsung di Kota Mataram.

“Saya juga pernah mengikuti lomba Olimpiade Ibnu Sina bidang agama. Saat kelas XII, saya mendapat juara 2 lomba resensi buku dan rangking 7 membuat puisi sekaligus 
membaca, tingkat SMAN 1 Woha," ujarnya.

Di luar prestasi akademik tersebut, Husnul Khatimah juga pernah menjadi bintang di desa sejak bangku SD hingga sekolah menengah,  dengan menjadi duta lomba kaligrafi. “Alhamdulillah lomba yang saya geluti sejak SD sampai SMA itu, saya mendapat juara 1 terus,” ucapnya.

Didukung kemampuan akademik yang baik dan bekal sejumlah karya sastra, Husnul Khatimah bercita-cita menjadi sekolah dosen dan penulis profesional. Ia ingin membawa perubahan untuk peradaban melalui tulisan, tanpa kekerasan.

Sejak di bangku kelas X SMA, mahasiswa baru di STKIP Taman Siswa Bima ini, belajar menulis secara otodidak, yang kemudian ia seriusi saat kelas XII, Desember 2018 lalu.

Banyak jalan menuju Roma. Berkat keuletan belajar dan usaha untuk terus berkarya, lima cerita pendek karyanya masuk dalam lima antologi bersama penulis dari berbagai daerah.

“Antologi pertama,  Jejak Hati Sang Guru. Antologi kedua, The First Blood (Tamu Merah Jambu), antologi ketiga, Lakon Bumi 1. Antologi keempat, Lakon Bumi 2, dan antologi kelima, The Chrysalis,” tutupnya dengan bangga. [AN]