Magrib-magrib, Pemuda dan Mahasiswa di Bima Palang Kantor Desa, Ternyata ini Sebabnya -->

Iklan Semua Halaman

.

Magrib-magrib, Pemuda dan Mahasiswa di Bima Palang Kantor Desa, Ternyata ini Sebabnya

Senin, 13 Januari 2020
Sejumlah Mahasiswa dan Pemuda Desa Tolouwi Memalang Kantor Desa Setempat sebagai Bentuk Protes Hasil Seleksi Perangkat Desa yang Diduga Curang.

Bima, Berita11.com— Hari hendak beringsut ke malam, tapi tidak menyurutkan niat mahasiswa dan para pemuda di Desa Tolouwi Kecamatan Monta Kabupaten Bima untuk memalang pintu kantor desa setempat, sekira pukul 18.20 Wita, Senin (11/1/2020). Aksi massa dilatar belakangi penolakan terhadap pelantikan perangkat desa setempat yang dinilai “cacat hukum”.

Massa dikoordinir oleh Hamzah yang awalnya berorasi di kantor DPMDes Kabupaten Bima, kantor Inspektorat Kabupaten Bima dan Kantor Bupati Bima. Merasa tak puas mendapatkan jawaban dari Kepala Bidang Pemerintah Desa DPMDes Kabupaten Bima Faisal SE.I MM dan sejumlah pejabat dari kantor yang didatangi, massa melanjutkan aksi di kantor Desa Tolouwi.

Sambil menggelar orasi, massa memalang pintu kantor Desa Tolouwi. Menurut Hamzah, upaya Kades setempat melantik perangkat desa yang telah dinyatakan cacat di mata hukum adalah tindakan aneh.

“Bagaimana bisa kepala Desa Tolouwi melantik perangkat Desa Tolouwi yang telah dinyatakan cacat di mata hukum,” katanya.

Menurutnya, sebagaimana LHP Inspektorat Kabupaten Bima, ditemukan kecurangan dalam penjaringan perangkat desa oleh oknum berinisial JN, oprator DPMDes Kabupaten Bima yang telah mengatur dan memberikan kunci jawaban kepada tiga orang yang lulus seleksi perangkat Desa Tolouwi yang diselenggarakan di kantor Camat Monta.

Dikatakannya, LHP Inspektorat memerintahkan Camat Monta agar memberikan surat pemberitahuan kepada kepala desa membatalkan pelantikan perangkat Desa Tolouwi yang cacat secara hukum.

“Tidak akan dicatat perangkat desa yang telah cacat secara hukum tersebut dan mereka bisa dijerat hukum pidana yang telah dilakukan di luar Perbup,” katanya.


Puas menyampaikan orasi, sekira pukul 18.35 Wita, massa membubarkan diri secara tertib. [RD]