Massa LP3LH Sorot Dugaan Skandal Pembangunan Gedung Rumput Laut di Langgudu

Iklan Semua Halaman

.

Massa LP3LH Sorot Dugaan Skandal Pembangunan Gedung Rumput Laut di Langgudu

Senin, 27 Januari 2020
Aksi Massa di Depan Kantor Kejaksaan Negeri Bima di Jalan Soekarno Hatta Kota Bima, Senin (27/1/2020) pagi.

Kota Bima, Berita11.com— Massa yang terhimpun dalam Lembaga Perhimpunan Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (LP3LH) menggelar aksi di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima, Jalan Soekarno Hatta Kota Bima, Senin (27/1/2020). Massa menyorot dugaan skandal dana pembangunan gedung rumput laut di Desa Laju Kecamatn Langgudu Kabupaten Bima.

Dalam aksinya, puluhan pemuda yang dikoordinir Anton mendesak oknum kepala desa di Langgudu ditetapkan sebagai tersangkat. Demikian juga kepala dinas terkait dan kepala bidang yang menangani proyek pembangunan gedung rumput laut di Desa Laju.

Massa juga meminta Kejaksaan Negeri Bima memberikan salinan LHP kepada LP3LH dan masyarakat Desa Kalodu, yang selanjutnya menjadi pegangan atau alat kontrol untuk mengetahui jumlah dana desa yang diduga dikorupsi.

“Apabila poin 1, 2 dan 3 tidak dapat dipenuhi dalam waktu 3 x24 jam,  maka kami akan melakukan demonstrasi secara berantai sampai tuntutan kami dapat dipenuhi,” teriak Anton.

Perwakilan Kejari Bima, Syahrur Rahman SH  yang menerima massa menjelaskan tuntutan massa akan disampaian kepada pimpinan Kejari setempat. “Apa yang menjadi keinginan massa aksi untuk melakukan audesi dengan kepala dan Kasi Intel semua lagi sedang ada di luar daeran. Untuk Kasi Pidsus lagi lowong, belum ada pejabat,” katanya.

Adapun Kasi Intel Kejari Bima, Ihkwanul SH menjelaskan, berkaitan tuntutan massa tentang adanya dugaan korupsi pembangunan gudang rumput laut dengan temuan kerugian negara Rp301 juta, kerugian negara sudah dikembalikanke BPKP. Kasus tersebut masih ditangani.

“Terkait anggaran Desa Kalodu yang dilaporkan sejak 22 Januari 2019, masih tahap penyelesaian di Inspektorkat Kabupaten Bima, setelah ada rekomendasi dari  Inspektorkat Kabupaten Bima kami baru bisa memprosesnya. Namun kami juga masih menunggu pihak Inspektorkat Kabupaten Bima,” jelasnya.

Saat menggelar aksi, massa sempat bersitegang dengan aparat. Namun ketegangan tak berlangsung lama dan mencair. Setelah puas menyampaikan aspirasinya, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. [MR]