Masyarakat Rajin Blokade Jalan, Ternyata ini “Penguasa Pupuk” di Kabupaten Bima

Iklan Semua Halaman

.

Masyarakat Rajin Blokade Jalan, Ternyata ini “Penguasa Pupuk” di Kabupaten Bima

Jumat, 10 Januari 2020
Skema Penguasa Pupuk di Wilayah Kabupaten Bima. Sumber Berita11.com, dari Data Diolah.


Bima, Berita11.com— Dua pekan terakhir pemandangan aksi blokade jalan mewarnai situasi di wilayah Kabupaten Bima. Umumnya, aksi massa dipicu protes masalah krisis pupuk dan masalah harga yang terlampau mahal. Lalu, bagaimana sebenarnya kondisi pupuk di Kabupaten Bima.

Dari informasi yang diolah Berita11.com dari instansi terkait di tingkat Provinsi NTB dan pihak perusahaan produsen pupuk, di wilayah Kabupaten Bima terdapat tujuh ditributor pupuk yaitu CV Rahmawati yang menguasai wilayah distribusi delapan kecamatan di Kabupaten Bima, meliputi Kecamatan Belo, Bolo, Madapangga, Woha, Lambu, Sape, Donggo, Soromandi.

Distributor lainnya, yaitu Bintang Mas dengan wilayah distribusi Kecamatan Sanggar dan Tambora. Kemudian distributor Rezeki dengan wilayah distribusi Kecamatan Ambalawi dan Wawo, ditributor Lewa Mori dengan wilayah distribusi Kecamatan Monta dan Kecamatan Palibelo. Adapun distributor Langgam Tiga hanya memiliki kuota untuk melayani kebutuhan petani di Kecamatan Langgudu. Demikian halnya distributor Berkah Utama hanya melayani Kecamatan Lambitu dan ditributor Wiratama hanya melayani Kecamatan Parado.

Berdasarkan data yang diperoleh Berita11.com, rencana distribusi pupuk urea bersubsidi di wilayah Kabupaten Bima dari Januari hingga Desember 2019 lalu sebesar 30.959,00 ton dan realisasi 23.774,25.

Kemarin, Kepala Dinas  Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima, Ir Indra Jaya menyebutkan pupuk subsidi dan nonsubidi dalam kondisi tersedia di Kabupaten Bima. bahkan ia menyatakan stok yang tersedia 1.148 ton siap salur.

Tabel Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Bima hingga Per Desember 2019. Data Berita11.com. Sumber Data Diolah.

Sebagaimana dilansir Berita11.com, distributor terbesar pupuk subsidi di Kabupaten Bima, Direktur CV Lewamori, H Ibrahim mengaku, pihaknya sengaja menjual secara paket pupuk urea bersubsidi dengan pupuk NPK untuk mengakali kekurangan kuota pupuk ureasubsidi bagi masyarakat Kabupaten Bima. Harganya ada yang mencapai Rp150 ribu.

Adapun berkaitan keterlambatan distribusi pupuk bersubsidi hingga memicu aksi protes dan blokade jalan oleh ratusan petani di sejumlah wilayah Kabupaten Bima hingga beberapa kali, pihaknya mengakui masalah keterlambatan distribusi disebabkan perubahan ketentuan. Yaitu, sistem input data secara online (elektronik) sesuai RDKK.

Menurutnya, secara umum pupuk bersubsidi tersedia di Kabupaten Bima. Namun krisis disebabkan ketentuan baru. [RD]