Mendaftar sebagai Balon Bupati Bima di PKS, ini Komitmen H Syafruddin untuk Partai

Iklan Semua Halaman

.

Mendaftar sebagai Balon Bupati Bima di PKS, ini Komitmen H Syafruddin untuk Partai

Rabu, 15 Januari 2020
Drs H Syafruddin M Noer M.Pd Menyerahkan Formulir Pendaftaran kepada Ketua DPD PKS Kabupaten Bima, Ustadz Abdu Rahman di Sekretariat PKS di Kecamatan Woha, Rabu (15/1/2020). Foto US/ Berita11.com.

Bima, Berita11.com— Mantan Bupati Bima, Drs H Syafruddin M.Noer M.Pd mendaftarkan diri sebagai sebagai bakal calon (Balon) Bupati Bima, untuk Pilkada serentak 2020 di panitia penjaringan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rabu (15/1/2020) sore. Mantan anggota DPRD Kabupaten Bima dari PAN ini diterima para pengurus DPD PKS Kabupaten Bima. 

H Syafruddin didampingi sejumlah tokoh pendukungnya. Pengurus Partai Nasdem Kabupaten Bima ini diterima Ketua DPD PKS Kabupaten Bima, Ustadz Abdu Rahman, anggota DPRD Kabupaten Bima dari PKS, Ilham Yusuf SH dan Syaifullah.

Pengurus DPD PKS Kabupaten Bima, Ilham Yusuf SH menjelaskan, sedianya panitia seleksi Cabup dan Cawabup partai setempat akan menerima pendaftaran H Syafruddin M Noer dan Ady Mahyudin. Akan tetapi karena mantan Ketua DPRD Kabupaten Bima itu masih berada di luar daerah dan terbentur masalah delay pesawat, sehingga dijadwalkan akan mendaftar di PKS pada Kamis (16/1/2020) sore.

“Yang jelas satu paket, karena informasinya beliau delay, sehingga tunda besok sore mendaftar.  Saya nggak tahu,  rencananya mau daftar sama-sama, aji (Syafruddin) sebagai calon bupati, belaiu sebagai wakil. Kita nggak tau paketnya. Informasinya mendaftar besok,” ucap Ilham kepada wartawan di Sekretariat PKS di Desa Rabakodo Kecamatan Woha.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kabupaten Bima, Ustadz Abdu Rahman menjelaskan, panitia PKS hanya menerima pendaftaran hingga 23 Januari 2020. Setelah itu, panitia dari DPD PKS Kabupaten Bima akan menyelesaikan berkas.

“Kalau rencana pemaparan visi misi, kita pernah melakukan, untuk kali ini kita merasa penentuan itu tidak dilakukan dari ketajaman visi-misi, karena pada akhirnya kelihaian visi-misi di meja,  akan dikalahkan oleh kelihiaan diplomasi dan komunikasi. Keputusan akan berakhir pada komunikasi. DPP akan mendasarkan keputusannya pada TPPW dan TPPW akan mendasarkan keputusan DPD. Jadi, pada prinsipnya tidak ada nama yang akan muncul di tengah jalan,” tandasnya.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Bima ini menyebut, pihaknya telah menerima pendaftaran lima bakal calon, yaitu Abdul Khaliq, Nimran SH MH, H Ahmad Akbar,  H Herman Alfa Edison Missa, serta H Syafruddin M Noer M.Pd.

Komitmen H Syafruddin untuk PKS

Bakal calon Bupati Bima, H Syafruddin M Noer M.Pd optimistis akan mendapatkan restu PKS, sehingga diusung pada Pilkada 2020 Kabupaten Bima.  Optimismenya itu berdasarkan pengalamannya, mendapatkan kendaraan PKS pada ujung pendaftaran saat Pilkada 2015 Kabupaten Bima.

Foto Bersama H Syafruddin M Noer Bersama Pengurus DPD PKS Kabupaten Bima Usai Mendaftar.

“Tiga kali (diusung) dengan PKS, sudah pasti di PKS. Saya bersama PKS ini sudah 15 tahun, ini anggota DPRD, bersama sama dengan saya  saat di DPRD,” katanya.
H Syafruddin mengisyaratkan, jika kelak terpilih sebagai eksekutif di Kabupaten Bima, ia akan membangun komunikasi dengan legislatif, dengan PKS.

“Insya Allah saya maju untuk kebersamaan semuanya. Jika saya terpilih sebagai eksekutif, di legislatifpun adalah mitra yang baik, akan saya bangun. Artinya PKS sekarang empat (kursi) mungkin nanti jadi 5-6, setiap Dapil nanti (ada kursi). Selama ini PKS belum pernah meninkmati kursi pimpinan  (DPRD Kabupaten Bima), sehingga nanti jadi pimpinan,” katanya.

Mantan dosen ini mengaku sudah menyampaikan lamaran pada sembilan Parpol. Ia optimistis terhadap berbagai Parpol. “Saya mencabut satu. Gambaran respon Parpol bagus semua, yang pertama saya begitu saya mendaftar, saya menghormati partai. Saya begitu bangga saya dibeberikan kesempatan untuk mendaftar. Saya ini orang politik dan saya menghargai teman-teman ini, walaupun nanti hasil saya didukung atau tidak didukung, tapi saya merasa bangga,” katanya.

Khusus PKS, mantan Bupati Bima ini menyatakan tidak ragu terhadap konsisten dan kekuatan PKS. “Kedua, itu khusus PKS, saya tidak ragukan lagi mesinnya. Saya mau bawa ke mana, aman. Mesinnya di PKS ini bukan lagi Avanza tapi Pajero,” katanya.

Kendati demikian, H Syafruddin tidak berani mendahului keputusan Parpol. Ia berharap semua pihak, termasuk para pendukungnya untuk bersabar menunggu keputusan partai. Demikian halnya untuk kepastian paket.


“Jadi tidak boleh mendahului keputusan partai, kita boleh bangga sekarang, karena partai sedang membuka pendaftaran. Yang mendaftar itu harus sabar menunggu, karena itu yang menandakan legalitas calon itu. Jadi, begitu juga di Nasdem dan PAN. Ada sinyalnya, jangan sampai akhirnya nanti tidak kuat, maka kita menunggu keputusan itu,” tandasnya. [RD]