Para Distributor Pupuk dan Kapolres Bima Gelar Pertemuan, ini yang Dibahas -->

Iklan Semua Halaman

.

Para Distributor Pupuk dan Kapolres Bima Gelar Pertemuan, ini yang Dibahas

Wednesday, January 22, 2020
Suasana Pertemuan Sejumlah Distributor dan Produsen Pupuk dengan Kapolres Bima, Selasa (21/1/2020).

Bima, Berita11.com— Sejumlah distributor pupuk di wilayah Kabupaten Bima bertemu Kapolres Bima, AKBP Gunawan Try Hatmoyo S.I.K di rumah makan BBA Doro Belo, Selasa (21/1/2020) siang.

Selain Kapolres Bima, AKBP Gunawan Try Hatmoyo, S.I.K, sejumlah pihak yang menghadiri pertemuan tersebut di antaranya Direktur CV Rahmawati, H. Ibrahim, Direktur CV Lawa Mori, Umi Nisa, produsen pupuk pertanian, PT Petrokimia, Unit Ekonomi Satuan Intelkam Polres Bima, dan Unit Tipidter Polres Bima.

Kapolres Bima AKBP Gunawan Try Hatmoyo, S.I.K mengatakan, menyikapi dinamika persoalan para pengecer yang menjual pupuk secara paket dan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), pihaknya berharap distributor menertibkan administrasi dan memberikan tindakan tegas, sehingga tidak terjadi permasalahan yang sama.

“Distributor agar dapat membantu Pemerintah Kabupaten Bima dalam menjaga situasi Kamtibmas. Karena sekarang tahun politik, agar tidak timbul lagi hal-hal yang dapat mengganggu situasi Kamtibmas di wilayah Kabupaten Bima,” pesan Kapolres Bima.

Pihaknya berharap, jika ada potensi penyalahgunaan pupuk bersubsidi, agar disampaikan kepada pihak kepolisian. “Begitu kami menemukan kecurangan, kami pastikan akan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” isyaratnya.

Kapolres berharap pihak distributor menjalin komunikasi yang aktif dengan pihak kepolisian, agar terwujud kerja sama yang baik. Apabila timbul permasalahan, sewaktu waktu bisa diambil langkah-langkah yang tepat, sehinggga tidak menimbulkan gangguan Kamtibmas di tengah masyarakat.

Direktur CV Rahmawati, H. Ibrahim menyampaikan, terkait informasi bahwa masih adanya pengecer yang menjual pupuk di atas HET, pihaknya akan menyampaikan teguran. “Karena distributor pupuk di Kabupaten Bima telah menyepakati bersama, terkait penjualan pupuk (urea subsidi) ditetapkan secara menyeluruh di Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu, dengan harga Rp90 ribu, itu sudah termasuk dengan biaya angkutan,” katanya.

sementara itu, Direktur CV. Lawa Mori, Umi Nisa berharap pihak kepolisian agar tetap mengawal pendistribusian pupuk bersubsidi, sehinggga tidak ada penyimpangan di lapangan yang dapat berimbas terhadap distributor. [AD]