Penyandang Disabilitas bisa Kuliah ke Luar Negeri, Gubernur Zul Impikan Fasilitas Difabel di NTB seperti Old Trafford -->

Iklan Semua Halaman

.

Penyandang Disabilitas bisa Kuliah ke Luar Negeri, Gubernur Zul Impikan Fasilitas Difabel di NTB seperti Old Trafford

Monday, January 27, 2020
Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah Menyampaikan Sambutan pada Acara HUT Pertuni NTB di Jalan Panji Masyarakat, Sekarbela, Kota Mataram, Minggu (26/1/2020). Gubernur Zul Mengugkapkan Harapannya Fasilitas Difabel di NTB seperti Old Traford MU.


Mataram, Berita11.com— Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB berupaya menambah sarana dan prasarana akses bagi penyandang disabilitas di gedung-gedung pelayanan pemerintahan di lingkup Pemprov setempat.  Mengingat, saat ini, pemenuhan fasilitas itu, justru baru sebatas hanya pada fasilitas toilet.

Salah satu harapan dan impian Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah M.Sc mewujudkan fasilitas untuk difabel di NTB seperti Old Trafford. Itu karena selama ini fasilitas untuk difabel belum otpimal.

“Insya Allah, kita upayakan pelan-pelan semua kebutuhan penyandang disabilitas akan bisa kita penuhi di NTB. Caranya, kita mulai dulu di kantor pemerintahan,” ujar Gubernur Zul saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) NTB di kediaman H. Rachmat Hidayat, di Jalan Panji Masyarakat, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Minggu (26/1/2020) petang.

Dr Zul mengaku, pemenuhan fasilitas bagi penyandang disabilitas memang gampang diucapkan. Namun pada praktiknya hal tersebut sangat sulit diaplikasikan. Hal ini, lantaran pemenuhan fasilitas bagi penyandang disabilitas masuk katagori mengubah mindset masyarakat secara umum.

“Kami akan coba mendata sarana dan prasarana apa saja yang dibutuhkan oleh para penyandang disabilitas itu, sehingga friendly pada difabel di NTB, bisa kita wujudkan,” kata Gubernur.

Dalam kesempatan itu, Dr Zul mengapresiasi Ketua Pertuni NTB, Fitri Nugrahaningrum yang bakal melanjutkan studi magisternya ke luar negeri, yakni negara Amerika Serikat dalam tak lama lagi.

Menurutnya, keberhasilan seseorang bisa melanjutkan perkuliahannya ke luar negeri akan bisa membuka cakrawala berfikirnya ke arah yang lebih maju ke depannya. Dengan demikian, kaum difabel tidak lagi dipandang sebelah mata keberadaanya di NTB masa mendatang.

“Atas nama Pemda NTB saya bangga Ibu Fitri bisa berkuliah ke luar negeri.  Wajar kalau saya bilang, ibu ketua ini cocok jadi gubernur menggantikan posisi saya ke depannya,” ucap Gubernur Zul.

“Insya Allah, kami akan berupaya menyiapkan segala fasilitas agar difabel ini memiliki kesamaan hak dengan warga NTB pada umumnya. Termasuk bagaimana, kita siapkan akses pekerjaan melalui program Pemda NTB,” sambung Dr Zul.

Selain kantor layanan pemerintahan, akses ramah disabilitas nantinya juga terdapat di fasilitas publik, seperti trotoar hingga jembatan penyeberangan orang (JPO). Petugas layanan juga akan diberi pelatihan khusus supaya dapat melayani warga penyandang disabilitas.

“Saya punya mimpi NTB bisa meniru kayak di Stadiun Old Trafford milik Manchester United. Di sana itu, ada fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas menonton sepak bola. Insya Allah, kita pelan-pelan mememuhinya. Termasuk, bagaimana peningkatan pendidikan bagi penyandang disabilitas juga akan kita bisa fikirkan untuk disamakan,” tegas Gubernur. 

Pemotongan Tumpeng, Menandai Perayaan HUT Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Nusa Tenggara Barat di Kediaman H Rachmat Hidayat, di Jalan Panji Masyarakat, Sekarbela Kota Mataram, Minggu (26/1/2020).

Gubernur NTB menargetkan, semua perbaikan dan penambahan fasilitas itu dapat tuntas pada akhir 2020 mendatang.

“Selamat juga pada Ibu Selly dan Pak Rachmat selaku pembina difabel di NTB, tolong acara-acara positif kayak gini lebih intens dilakukan, sehingga, kita tahu apa maunya kawan-kawan penyandang disabilitas itu,” tandas Zulkieflimansyah.

Sementara itu, Ketua DPD Pertuni NTB, Fitri Nugrahaningrum meminta, pada HUT ke-54, seyogyanya para penyandang disabiltas tidak lagi dimarginalkan. 

“Pak Gubernur kami ini bukan penyakit. Tapi, kami juga adalah warganya yang punya hak yang sama dengan warga lainnya. Semoga adanya peringatan ini, semua uneg-uneg kaum disabilitas dapat pak Gubernur dengarkan,” ungkap Fitri.

“Yang pasti Pak Gubernur, kita butuh kerja nyata. Yakni, bagaimana kami diberikan peluang dan hak yang sama dengan warga NTB lainnya,” sambungnya. [RD]