Persatuan Masyarakat dan Pemuda Tuntut Transparansi Dugaan Penyalahgunaan BUMDES Timu

Iklan Semua Halaman

.

Persatuan Masyarakat dan Pemuda Tuntut Transparansi Dugaan Penyalahgunaan BUMDES Timu

Jumat, 31 Januari 2020
Kondisi Lalu Lintas di Jalan Negara Bima-Lintas Sumbawa, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, saat Aksi Persatuan Masyarakat dan Pemuda Desa Timu Menuntut Transparansi Dana BUMDES Setempat, Jumat (31/1/2020).


Bima, Berita11.com— Massa yang menamakan diri Persatuan Masyarakat dan Pemuda Desa Timu Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Negara Lintas Bima-Sumbawa, Jumat (31/1/2020). Massa menuntut transparansi dugaan penyalahgunaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) setempat.

Massa dikoordinir Jailani  secara bergantian menyorot dugaan penyimpangan dana BUMDES Timu Rp80 juta, periode 2017-2020. Massa menanyakan kejelasan tentang dana BUMDES periode 2017-2020.

“Jika terjadi penyalagunaan anggaran BUMDES, maka pihak terkait segera mengganti anggaran tersebut,” teriak korlap massa.

Massa juga meminta pengurus BUMDES segera menyerahkan LPJ kepada Kepala Desa Timu. “Kami juga meminta pihak BUMDES agar mengembalikan seluruh aset-aset BUMDES Timu secara terbuka di hadapan masyarakat Desa Timu,” desak Jailani.

Saat aksi berlangsung, Kapolsek Bolo, IPTU Juanda sempat berkoordinasi dengan massa, meminta agar beraudiensi di kantor Desa Timu. Namun saran itu, ditolak oleh massa. Massa tetap melakukan orasi di ruas jalan negara dan meminta agar seluruh pengurus BUMDES dihadirkan di lokasi, menyampaikan klarifikasi dugaan penyalahgunaan dana yang disorot oleh massa.


Menjelang ibadah salat Jumat, Kapolsek Bolo tetap berupaya berkoordinasi dengan massa dan Pemerintah Desa Timu agar menjemput paksa ketua dan seluruh pengurus BUMDES Timu. Namun mereka tidak berada di kediaman.

Setelah melalui upaya pendekatan oleh Kapolsek Bolo dan Pemerintah Desa Timu, massa bersedia berkoordinasi di aula kantor desa setempat dan meminta pertemuan dengan seluruh BUMDES pada Senin, 3 Februari 2020 mendatang. Setelah itu, sekira pukul 12.15 Wita, massa, piha Pemdes dan aparat keamanan membubarkan diri. [US]