Petani dan Aliansi Mahasiswa di Soromandi Bertemu Distributor, ini Kesepakatan Bersama KP3

Iklan Semua Halaman

.

Petani dan Aliansi Mahasiswa di Soromandi Bertemu Distributor, ini Kesepakatan Bersama KP3

Rabu, 29 Januari 2020
Direktur CV Rahmawati, dan KP3 Kecamatan Soromandi Bersama Para Pengecer, Petani dan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Tani Soromandi Merumuskan Sejumlah Kesepakatan Berkaitan Distribusi Pupuk di Wilayah Setempat pada Pertemuan yang Berlangsung di Aula Kantor Camat Soromandi, Rabu (29/1/2020).


Bima, Berita11.com— Para petani, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Tani Menggugat Soromandi, seluruh pengecer di wilayah Soromandi dan Direktur CV Rahmawati yang disaksikan anggota Muspika setempat, Babinsa dan Bhabinkamtibmas membuat kesepakatan berkaitan distribusi pupuk di Soromandi.

Kesepakatan dibuat saat pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Soromandi di Desa Kananta, diagendakan camat setempat merespon desakan para petani dan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Tani, Rabu (29/1/2020).

Sejumlah kesepakatan ditandantangani dalam berita acara di atas materai oleh KP3 Kecamatan Soromandi, meliputi Camat Soromandi, termasuk di antaranya Kepala UPT Pertanian, Ir Abdullah, para pengecer dan Direktur CV Rahmawati H. Ibrahim.

Dalam sambutannya, Camat Soromandi, Zulkifli mengatakan, sesuai hasil pengecekan pihaknya di lapangan, masih ada perbedaan harga pupuk subsidi dan nonsubsidi.

“Keinginan petani bermacam-macam, ada yang memang mau penjualan pupuk paketan. Ada juga yang tidak mau. Untuk itu, dengan pertemuan sekarang ini, kita bisa mengambil keputusan yang terbaik bagi petani, pengecer dan distributor,” kata alumnus Fakultas Hukum Universitas Mataram ini.

Direktur CV Rahmawati, H Ibrahim menegaskan, pihaknya selalu menjual pupuk sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp90 ribu. Adapun munculnya fakta harga pupuk bersubsidi lebih dari Rp90 ribu/ zak, itu di luar tanggung jawab pihaknya. “Kalau penyaluran pupuk sesuai e-RDKK, maka banyak petani yang tidak kebagian,” jelasnya.

Pejabat Distambun Kabupaten Bima menjelaskan, alokasi pupuk pertanian untuk Kabupaten Bima telah jelas yaitu 35 ribu ton. Alokasi tersebut memang belum mampu memenuhi kebutuhan petani di Kabupaten Bima. 

“Apalagi jika disesuaikan peraturan pemerintah pusat, bahwa satu hektar hanya lima sak pupuk,” tandas Kasi Penanaman Distambun.

Sejumlah kesepakatan yang dirumuskan dan dituangkan dalam berita acara di atas materai pada pertemuan tersebut yaitu, tidak ada lagi pengecer yang menjual pupuk bersubsidi di atas HET, Rp90 ribu/zak.

Dalam berita acara juga disepakati, harga pupuk nonsubsidi tingkat pengecer untuk Desa Bajo dan Lewintana Rp310 ribu, Desa Punti dan Wadukopa Rp320 ribu, Desa Kananta Rp330 ribu, Desa Sai Rp340 ribu, Desa Sampungu Rp350 ribu. Dalam model paketan pupuk yang dijual yaitu 1 sak pupuk bersubsidi dan 4 kilogram pupuk nonsubsidi. [RD]