Ribuan Hektare Tanaman Jagung di Desa Saneo Diperkirakan Terancam Gagal Panen

Iklan Semua Halaman

.

Ribuan Hektare Tanaman Jagung di Desa Saneo Diperkirakan Terancam Gagal Panen

Selasa, 28 Januari 2020
Kondisi tanaman jagung saat ini yang dilanda kekeringan di wilayah Desa Saneo. Foto Poris Berita11.com

Dompu, Berita11.com - Para petani jagung di kawasan Desa Saneo Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB saat ini diselimuti dengan rasa gelisah dan pasrah. Pasalnya, ribuan hektare tanaman jagung mereka diperkirakan terancam gagal panen.

Salah satu ketua kelompok tani yang juga warga setempat Ahmad S.E kepada Berita11.com menuturkan, hal itu disebabkab akibat curah hujan di wilayah itu sudah sebulan lebih tak pernah turun. Selain itu ,tanaman jagung diserang penyakit ulat berbulu.

“Kita khawatir ketika hujan tidak turun dalam waktu dekat ini, pasti akan terjadi gagal panen, saat ini jagung dalam keadaan kondisi yang sudah "sekarat",” beber Ahmad, Selasa (28/01/20) pagi.

Pria yang biasa disapa akrab Son ini menjelaskan, anggaran yang dikeluarkan untuk biaya dari mulai proses pembersihan, semprot hingga pembiayaan penanaman menguras uang yang bernilai cukup besar.
 
Kondisi tanaman jagung dalam lokasi yang berbeda. Foto Poris Berita11.com

Selain itu, hampir semua petani di situ membeli bibit jagung yang berkualitas tinggi dan ternama yakni NK 7328 Sumo yang harganya berkisar Rp2.100.000 per dus. Begitu juga dengan pupuk, warga tani susah sekali mendapatkan pupuk.

“Anggaran yang sudah kami keluarkan sudah belasan juta perheaktarnya,” jeritanya.

Menurut Son, umur jagung sudah mencapai target satu bulan yang seharusnya dilakukan pemupukkan dan ada juga sebagian petani yang sudah memupuk jagung, Namun, sudah lewat dari masa pemupukan, tetapi tidak ada tanda-tanda akan turunnya curah hujan, akhirnya ada sebagian yang mati dan layu.

“Saat ini, kami hanya bisa pasrah, nggak ada yang bisa kami bisa lakukan dan kami menganggap ini suatu musibah yang diturunkan sang khalik kepada kami,” pasrahnya sembari memohon ridhonya Allah SWT.

Dengan adanya musibah yang menimpa warga khususnya di desa itu, Son berharap, Pemerintah Daerah mau melirik dan berupaya untuk mencarikan solusi jalan keluarnya, karena, biar bagai manapun penderitaan atau musibah yang dialami warganya wajib untuk diperhatikan.

“Mudah-mudahan, pemerintah daerah punya upaya lain untuk mengatasi penderitaan yang kami alami saat ini, setidaknya, ada upaya untuk membangun lintas kordinasi ke pihak bank terkait agar tidak terlalu mendesak seperti melunasi dengan target sehabis panen,” harapnya. [RIS]