Sat Pol Airud Polres Dompu kembali Lakukan Giat QW Polri Program VI di Hu’u -->

Iklan Semua Halaman

.

Sat Pol Airud Polres Dompu kembali Lakukan Giat QW Polri Program VI di Hu’u

Friday, January 24, 2020
Kasat Pol Airud IPTU Lalu Muhammad Iksan saat memaparkan materi di hadapan puluhan nelayan yang ada di pesisir pantai Dusun Finis Desa Hu'u. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Satuan Pol Airud Polres Dompu kembali melakukan pembinaan dan penyuluhan masyarakat di pesisir pantai melalui Quick Wins (QW) Polri Program VI dengan tema “Polisi Debagai Revolusi Mental dan Pelopor Tertib Sosial di Ruang Publik”. Kali ini, Sat Pol Airud melakukan pembinaan dan penyuluhan masyarakat di Dusun Finis Desa Hu'u Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu Jumat (24/1/20).

Giat tersebut dipimpin Kasat Pol Airud, IPTU Lalu Muhammad Ikhsan dan didampingi dua orang anggota yakni Banit 1 unit patrol, Brigadir Muhammad Alauddin dan Ba Sat Polair, Briptu Zulkifli Putra Utama. Giat berlangsung dari sekira pukul 09.00 hingga 11.05 Wita.

Pada kesempatan ini, turut hadir Kasi Tata Ruang Laut dan Pendayagunaan Pesisir Pulau-Pulau Kecil dan Konservasi Zainuddin, S.Sos yang juga sebagai moderator, Kaur Pemerintahan Desa Jaharudin S.Sos, Bhabinkamtibmas Bripka Husnin, Tokoh agama, Tokoh pemuda, Tokoh masyarakat dan puluhan Nelayan di pesisir.

Kasat Pol Airud IPTU Lalu Muhammad Ikhsan sebelum meyampaikan materinya usai membuka acara tersebut menyampaikan tentang tugas-tugas Sat Pol Airud serta situasi perkembangan terkini di perairan wilayah hukum Polres Dompu.
 
Saat do'a bersama usai menyampaikan materi. foto ist
“Kepada kelompok nelayan, kita selalu berkordinasi untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta meberikan pemahaman terhadap Revolusi Mental, dalam pembinaan ini kita harapkan berguna bagi masyarakat pesisir,” jelas IPTU Lalu Muhammad Ikhsan.

Dalam materinya, Kasat Pol Airud memaparkan bahwa revolusi mental merupakan suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

“Praktek revolusi mental adalah menjadi manusia yang berintegritas, mau bekerja keras dan punya semangat gotong royong, mengajak masyarakat pesisir untuk berperilaku tertib sosial dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.

“Seperti tertib administrasi Kependudukan, tertib administrasi dalam berkendara di jalan raya, menerapkan budaya antri, dan tertib administrasi dalam melaksanakan kegiatan di laut serta melengkapi dokumen - dokumen yang diperlukan saat akan melaut,” pungkasnya.
 
Sesi foto bersama setelah kegiatan Quick Wins (QW) Polri Program VI. foto ist
Usai pemaparan materi Kasat Pol Airud, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Dompu, yang diwakili Kasi tata ruang laut pesisir pantai dan pulau-pulau kecil dan konservasi, Zainuddin menyampaikan tentang surat edaran Peraturan Mentri Kelahiran dan Perikanan Nomor 56/PERMEN - KP/2006, Tentang larangan penangkapan dan pengeluaran Lobster.

(Panulirus SPP), Kepiting (Scylla SPP) dan Rajungan (Potunis SPP) dari wilayah NKRI dan tentang legalitas kelompok nelayan harus sesuai dengan Perundang-undangan sehingga dihimbau kepada kelompok nelayan untuk memeiliki legalitas kelompok yang berbadan hukum guna kepentingan mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Adapaun mekanisme pengurusan kelompok berbadan hukum yaitu melalui proses yang diatur oleh undang-undang seperti kelompok nelayan sudah dilevel madya, di daftarkan di notaris serta di buatkan NPWP,” terangnya. [RIS]