Sekolah di NTB akan Kampanyekan Zero Waste Melalui Wayang

Iklan Semua Halaman

.

Sekolah di NTB akan Kampanyekan Zero Waste Melalui Wayang

Selasa, 28 Januari 2020
Sejumlah Guru, OSIS SMAN 1 Mataram dan Kepala KCD Dikbud Mataram dan Lombok Barat saat Bertemu Wagub NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, Membahas Rencana Pementasan Wayang dalam Upaya Kampanye Bebas Sampah. Audiensi Dilaksanakan di Pendopo Wagub NTB di Mataram, Senin (27/1/2020).


Mataram, Berita11.com— Program zero waste  yang telah digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan dikorelasi dengan pelajaran seni budaya jurusan seni rupa, melalui pertunjukan wayang berisi materi tentang menjaga dan merawat lingkungan.

Mengusung tema NTB bebas sampah, Siswa-siswi SMAN 1 Mataram akan mementaskan pertunjukan wayang yang terbuat dari bahan limbah.  Karya anak-anak yang dibuat dari sampah dibuat dalam tiga dimensi (3D) wayang. Bahan pembuatan wayang terdiri dari sampah dari plastik keresek, kotak susu dan bahan sampah lainnya.

“Pentas Karya wayang tiga dimensi akan dimainkan oleh siswa, sekaligus mengedukasi PAUD dan siswa SD se-Kota Mataram, tentang menjaga lingkungan, mengenal jenis sampah, membuang sampah pada tempatnya,” jelas Leni Rosyalina, guru bidang studi seni budaya SMA 1 Kota Mataram saat beraudiensi dengan Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalillah di Mataram, Senin (27/1/2020).

Ia menjelaskan, pentas wayang dari bahan sampah berisi cerita atau dongeng yang dikemas secara menarik. Wayang dimainkan oleh dalang dan asisten.

Wagub Rohmi berpesan kegiatan disiapkan dengan baik, dengan memerhatikan sasaran dan solusi, sehingga kegiatan yang diselenggarakan tidak hanya acara seremonial saja. Namun dapat menyentuh aspek yang menjadi permasalahan di masyarakat.

“Kita berbicara lingkungan, mengadakan kegiatan yang besar dan anggaran yang besar, tetapi di sisi lain masyarakat yang akan menikmati dan bersentuhan langsung dengan lingkungan tidak mengetahui tentang kegiatan tersebut,” ucap Wagub didampingi kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB, Ir Madani Mukarom, B.Sc.F, M.Si di pendopo Wagub NTB.

Menurut Wagub, permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat perlu mendapat banyak sentuhan. Baik melalui tindakan nyata dan pendidikan tentang lingkungan. Sektor pendidikan seperti sekolah harus siap terjun ke masyarakat. Belajar tentang bagaimana berinteraksi langsung dengan masyarakat, karena menurut siswa-siswi SD, SMP maupun SMA yang akan menjadi generasi penerus kepemimpinan ke depan.

“Siswa belajar tentang lingkungan, baik itu praktik maupun teorinya. Sekali-sekali turun ke sungai, sehingga anak-anak ini faham tentang lingkungan dan dapat mengedukasi masyarakat langsung di lokasi belajarnya,” ujar wanita yang biasa disapa Ummi Rohmi ini.

Wagub Rohmi juga mengingatkan jajaran pendidikan, guru dan siswa menggunakan istilah yang mudah dipahami oleh masyarakat dalam pelaksanakan kegiatan. Memberikan penyuluhan dan pendidikan tentang lingkungan. Selain itu, memanfaatkan ruang kegiatan dengan asik dan bahagia. Karena edukasi itu menyenangkan.

“Gunakan Bahasa Indonesia, misalnya istilah zero waste saat berbicara dengan siswa PAUD,  SD maupun masyarakat gunakan istilah bebas sampah. Begitu juga sampah organik atau sisa makanan, daun-daun dan nonorganik seperti plastik dan lainnya,  sehingga benar-benar mudah dimengerti dan dipahami oleh masyarakat kita,” pesan wanita Inspirasi Indonesia ini.

Ummi Rohmi juga berharap, pementasan seni budaya wayang dengan tema bebas sampah untuk siswa-siswi PAUD dan SD, juga menyelipkan pesan agar Provinsi NTB yang indah bagaikan surga yang dititipkan di bumi, juga harus dijaga. Caranya merawat dengan membiasakan pola hidup yang sehat. Kalau tidak maka berbagai dampak kerusakan alam dan buang sampah sembarangan akan menyebabkan kehancuran alam.

“Stop kegiatan dan pembangunan yang atas nama kesejahteraan masyarakat, namun merusak alam, tapi dampaknya kepada seluruh masyarakat,” tegasnya.

Berbicara lingkungan, ia juga berpesan bahwa bersih dan sehat itu bukan karena tidak ada sampah di lingkungan. Tetapi bagaimana lingkungan tertata rapi, ruang kelas bersih, meja bersih dari debu dan toiletnya harum.

“Ini tantangan buat sekolah, agar sebelum mengedukasi masyarakat dan adik-adiknya di SD maupun SMP, tapi lingkungan sekolahnya sudah bersih dan sehat dulu,” tutup Wagup perempuan pertama di NTB ini.

Sementara itu, kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat dan Mataram, Abdurrosyidin R, menyampaikan, kegiatan dalam rangka mensukseskan program unggulan dan target Pemerintah Provinsi NTB,  tentang zero waste atau bebas sampah tahun 2023.

Jajaran KCD Dikbud Lombok Barat dan Mataram sangat mendukung dan mengapresiasi dongeng melalui pentas wayang untuk memberikan pendidikan dan pemahaman tentang menjaga lingkungan dari sampah sejak dini.

“Kegiatan ini akan menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan sekolah bersih dan sehat,” ucap Abdurrosyidin R.

Dikatakannya, sekolah sehat dan bersih adalah prioritas Dinas Dikbud saat ini. Bukan hanya di lingkungan pendidikan, namun juga lingkungan keluarga jajaran pendidikan. “Saya berharap kegiatan ini bukan hanya dilaksanakan oleh SMAN 1 Mataram saja, namun sekolah lain juga melakukan kegiatan yang sama, untuk memberikan pendidikan tentang menjaga dan merawat lingkungan, sehingga ada nuansa edukasi di dalamnya,” ucapnya.

Pada 1 Februari 2020, ada tiga program yang akan diluncurkan di Lombok Barat yaitu NTB sehat dan bersih,  pendidikan keluarga, aksi bergizi penambah tablet untuk anak-anak di sekolah.

“Wakil Gubernur, Ketua TP. PKK Provinsi NTB, jajaran Dikbud dan orang tua siswa akan hadir sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan ini,” ujarnya.

Dra Leni Rosyalina, guru bidang studi kesenian SMAN 1 Mataram yang turut mendampingi, mengatakan pentas wayang merupakan ujian praktik seni budaya di SMAN 1 Mataram, materina tentang karya 2–3 dimensi dan pameran. Kegiatan itu juga berkaitan program Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang merdeka belajar. Kegiatan tersebut memuat pendidikan karakter.

Ada 10 kelas yang ujian praktik, dibagi menjadi dua kelompok. Mereka akan memberikan dongeng tentang menjaga lingkungan, sehingga sejak usia dini anak-anak sudah mengerti tentang menjaga dan merawat lingkungannya.

“Siswa akan mendongen dengan media wayang, sehingga memantik minat dan peanasaran siswa SD dan PAUD pesan yang diselipkan pada pentas itu”” katanya.

Inti kegiatan ini, bagaimana masyarakat memiliki kesadaran melindungi bumi ini. Caranya dengan tidak membuang sampah yang kemudian berdampak terhadap kerusakan lingkungan. Sasarannya harus ditanamkan keasadaran dan pendidikan tentang lingkungan kepada anak-anak sejak dini.

Ketua OSIS SMAN 1 Kota Mataram, Muh. Azim Billah mengungkapkan, dia dan sejumlah  siswa lain telah berlatih mengahadapi pentas seni pertunjukan wayang. “Lebih kurang sudah dua bulan latihan pentas wayang ini,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan itu akan memberikan pembelajaran tentang merawat lingkungan di sekitar, kepada siswa SD dan PAUD se Kota Mataram. Menurutnya, OSIS juga memiliki kegiatan lain seperti futsal, pentas drama dan kegiatan lain. [EM]