STKIP Tamsis Bima, Kampus Pertama yang Meriahkan Pantai Lawata dengan Karya Mahasiswa -->

Iklan Semua Halaman

.

STKIP Tamsis Bima, Kampus Pertama yang Meriahkan Pantai Lawata dengan Karya Mahasiswa

Monday, January 27, 2020
Foto Bersama Dosen dan Mahasiswa saat Pentas Seni dan Pameran Hasil Karya Mahasiswa STKIP Taman Siswa Bima di Objek Wisata Lawata, Kota Bima, Minggu (26/1/2020).


Kota Bima, Berita11.com— Menjadi yang pertama, memiliki arah kepuasan tersendiri. Bagaimanapun, yang pertama tercatat dan mudah dikenang. Dalam urusan memaparkan dan mempublikasikan karya mahasiswa, STKIP Tamsis Bima selalu punya terobosan. Untuk yang pertama kalinya, Pantai Lawata, Kota Bima dibuat meriah dengan karya mahasiswa dari Prodi PGSD STKIP Tamsis Bima.

Ketua Program Studi (Kaprodi) PGSD STKIP Taman Siswa Bima, Mariamah, M.Pd, dengan lugas mengatakan, tidak terlihat, tapi hasilnya wow dan memikat. Itulah ungkapan untuk kegiatan pentas seni dan karya mahasiswa yang dipelopori dua dosen cantik, Nunung Fatimah, M.Pd dan Sulfahri, M.Pd.

“Prodi PGSD sangat mengapresiasi gagasan dan inovasi ini. Produk dari hasil kreasi dan inovasi mahasiswa sangat luar biasa. Mulai dari tarian, teater, produk dari pemanfaatan sampah plastik, VCD bekas, miniatur uma lengge sampai  buku yang memuat materi perkuliahan,” katanya, Minggu (26/1/2020).

Menurutnya, berakhirnya UAS tidak membuat dua dosen itu mengakhiri kegiatan inovatifnya. Semangat dan antusian mahasiswa sangat terlihat. Kekompakan setiap tim begitu memukau saat tampil dan mampu membuat para penyimak menjadi terhibur.

Melihat hasil dari kegiatan tersebut, pihaknya berkomitmen menggelar kegiatan serupa di akhir semester. Selain itu, dirinya juga berterima kasih pada lembaga dan yayasan karena hadir dan andil dalam kegiatan pagelaran kreasi itu.

“Insaallah Prodi PGSD akan mengagendakan khusus setiap akhir semester untuk mengadakan kegiatan ekspo dari semua produk yang dihasilkan oleh mahasiswa dan dosen. ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan di luar kampus,” katanya.

Sementara, Nunung Fatimah, M.Pd yang dikonfirmasi terpisah mengaku bangga dengan suksesnya hajatan tersebut. Dosen pengampu MK Kesenian dan Keterampilan Budaya Dasar, untuk pertama kali mengadakan kegiatan yang paling bergengsi dan menarik perhatian banyak orang. Pentas seni dan pameran prakarya dengan tema Lingkar Karya dalam Rasa Bersama Mahasiswa PGSD Semester V mendapat banyak perhatian dari pengunjung Pantai lawata. 

Menurutnya, kegiatan yang dihelat itu sangat mendukung promosi kampus. “Mahasiswa PGSD  membuka juga stand hasil karya yang digeluti selama satu semester. Hasil karyanya juga sangat menarik, mulai dari miniatur uma lengge, lukisan tiga dimensi,  miniatur dokar, bunga dari bahan dasar daun jagung, dan pemanfaatan barang bekas yang disulap menjadi karya yang memiliki nilai jual tinggi,” ujarnya.

Selain itu, yang membuat acara terlihat sukses, karena mampu mencuri perhatian hingga  mendapatkan apreasiasi dari istri Wali Kota Bima, Umi Elly Alwaini dan Dinas Pariwisata Kota Bima.

Program pameran hasil cipta itu selaras dengan visi misi kampus STKIP Tamsis Bima, yaitu penguatan nilai kearifan lokal dan budaya literasi melalui prakarya.

“Tidak kalah menarik lagi bahwa Pensi (pentas seni) ini turut dimeriahkan dan dilengkapi 100 buku dari goresan tangan para mahasiswa berbakat dan produk dari mahasiswa jurusan PTI bimbingan bu Ita Fitriati dan pak Hardiansyah juga. Jadi, para pengujung tidak hanya melihat Pensi, tapi juga bisa membaca gratis buku yang tersedia diberbagai stand. Akhir kegiatan ditutupi dengan foto bersama.

Sulfahri, M.Pd mengaku turut merasa bangga. Itu karena banyak karya mahasiswa yang memang memanfaatkan barang bekas. “Mahasiswa mampu menjadikan barang barang bekas menjadi bernilai ekonomis,” ujarnya.

Sri Lastuti, M.Pd yang dimintai komentarnya turut memberikan pendapat. Menurutnya, kegiatan yang diasakan sangat membangun. Kegiatan serupa  jika bisa diagendakan setiap semester atau minimal satu kali dalam setahun. Kegiatan juga diisi dengan pameran 100 buku dari mahasiswa PGSD, mata kuliah evaluasi pembelajaran yang diampunya.

“Kegiatan semacam ini akan menyadarkan mahasiswa bahwa mereka luar biasa, mereka memiliki potensi hebat yang selama ini belum dioptimalkan. Bisa karena terbiasa, mahasiswa harus dipaksa untuk keluar dari zona nyaman, mahasiswa harus disibukkan dengan karya, agar kelak ketika tiba saat mengabdi, bekal mereka telah siap pakai,” katanya.

Jika ada produk yang ditargetkan, sebagai output mata kuliah, maka harus disampaikan sejak awal perkuliahan. Tiap pekan harus tetap dipantau perkembangannya, semangat mahasiswa juga harus terus dipacu agar hasil sesuai dengan yg diharapkan.

“Penasaran jika mata kuliah kewirausahaan diadakan bazar produk kewirausahaan mahasiswa, In Syaa Allah akan lebih keren lagi,” katanya.

Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., menilai dosen Prodi PGSD makin kreatif, kompetitif dan berbudaya dalam menggairahkan literasi bagi mahasiswa dan generasi milineal.

“Mari terus bekerja, bangun tradisi literasi menuju generasi beradab menyambut 2045, 100 tahun Indonesia merdeka,” ajaknya.

Untuk diketahui,  persiapan dilakukan selama tiga bulan, mulai Novomber yang diawali penyusunan draf acara, penentuan panitia, teknik pembukaan stand, teknik desain decor mulai dari persiapan kelompok tari, teater, tim Padura, dan pembaca puisi, terakhir pembahasan terkait dana kegiatan. 

Lawata yang mulai dipoles jadi destinasi wisata dengan berbagai event untuk menghidupkan ekonomi kreatif oleh Wali Kota Bima. Diperkirakan, lebih kurang 750 orang yang hadir saat event tersebut, terdiri dari mahasiswa dan pengunjung lintas segmen.[AN]