Wabup Dahlan Ingatkan ASN soal Etos Kerja dan Disinformasi

Iklan Semua Halaman

.

Wabup Dahlan Ingatkan ASN soal Etos Kerja dan Disinformasi

Senin, 06 Januari 2020
Wakil Bupati Bima, H Dahlan M Noer Foto Bersama Sejumlah Pejabat Usai Memimpin Apel Gabungan.


Bima, Berita11.com— Wakil Bupati (Wabup) Bima, Drs H Dahlan M Noer M.Pd mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) tentang etos kerja. Selain itu, Dahlan meminta para pegawai memilah informasi yang berkembang melaui media sosial (Medsos) agar tidak terjebak disinformasi.

“Maka kepada ASN dituntut harus cerdas, pandai memilih dan memilah berita (informasi) yang positif dan bermanfaat yang akan disampaikan melalui media sosial,” kata Dahlan saat memimpin apel gabungan di hadapan 700 ASN di halaman kantor Bupati Bima, Dadibou Woha, Senin (6/1/2019).

Dahlan juga mengingatkan kepala desa dan para, aparatur dan pejabat organisasi perangkat daerah agar peka mendengarkan keluhan masyarakat. “Mudah-mudahan tahun ini menjadi momentum bagi kita untuk terus meningkatkan semangat kerja dan kemitraan, demi tercapaianya program Bima RAMAH, menuju masyarakat agamais dan sejahtera,” katanya.

Dijelaskan, apel gabungan yang dilaksanakan setiap awal bulan merupakan rutinitas dalam rangka meningkatkan etos kerja dan disiplin ASN. Selain itu, juga sebagai bentuk pengabdian dalam melaksanakan tugas sehari-hari. “Lebih penting ialah untuk menjalin komunikasi dan silaturahim antar pegawai lingkup Pemerintah Kabupaten Bima,” katanya.

Dikatakannya, ASN sebagai pelayan masyarakat harus mampu menjadi perekat kemajemukan dalam menjaga kebhinekaan, serta bersama-sama segenap komponen masyarakat lainnya melaksanakan tugas dengan tulus dan ikhlas dalam mewujudkan rasa aman dan tentram di masyarakat.

“Pembangunan harus terus dilakukan secara berkesinambungan dan terarah, ASN dituntut sebagai garda terdepan dalam mensosialisasikan sebagai program pembangunan yang telah, sedang dan yang akan dilakukan kepada masyarakat,” katanya.

Dahlan juga mengingatkan ASN Kabupaten Bima,  saat ini penggunaan media sosial semakin masif. Media sosial menjadi salah satu sumber informasi rujukan bagi lapisan masyarakat, akan tetapi pada sisi lain informasi yang bersumber dari media sosial tersebut terkadang merupakan informasi palsu (disinformasi). [RD]