Wisata Sejarah dan Darling, Prodi PFis Himafis STKIP Taman Siswa Gelar Edu Camp

Iklan Semua Halaman

.

Wisata Sejarah dan Darling, Prodi PFis Himafis STKIP Taman Siswa Gelar Edu Camp

Senin, 27 Januari 2020
Program Studi Pendidikan Fisika dan Himpunan Mahasiswa Fisika STKIP Taman Siswa Bima Menggelar Edu Camp dan Penanaman Pohon Pencakar Langit di Pintu Masuk Wadupaa Kabupaten Bima, Minggu (26/1/2020).


Bima, Berita11.com— Wisata sejarah adalah di antara pengelompokan destinasi pariwisata. Wadu Pa’a merupakan area wisata yang tidak hanya menawarkan tentang kepuasan pandangan, tapi juga memiliki nilai sejarah yang tertimbun.

Ingin mengenali lebih dekat tentang Wadu Paa, Prodi Pendidikan Fisika (PFis) dan Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafis) menggelar edu camp. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap nilai sejarah, apresiasi terhadap pengembangan destinasi wisata dan kesadaran lingkungan (Darling).

Penanggung jawab kegiatan, Asriyadin, M.Pd menjelaskan, bahwa kegiatan dilaksanakan merupakan wujud komitmen STKIP Tamsis Bima dalam visi meningkatkan nilai literasi dan kesadaran akan lingkungan.

“Selain penguatan literasi, Darling dan wirausaha, kami di STKIP Tamsis Bima juga secara berkala terus meningkatkan nilai-nilai kebudayaan. Ini camp kedua kami, sebelumnya, waktu pergantian tahun kami juga melaksanakan tour wisata sejarah di Kecamatan Donggo dan membangun tenda di daerah wisata sejarah La Hila, Desa Kala, Kecamatan Donggo,” katanya, Minggu (26/1/2020).

Dijelaskannya, sejumlah kegiatan yang dilaksanakan saat edu camp, yaitu membangun keakraban dengan masyarakat sekitar Wadu Paa, dialog sejarah bersama komunitas Lahila Institute,  diskusi pengembangan wisata dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wadu Paa.

Selain diskusi, juga dilaksanakan penanaman pohon pencakar langit sepanjang jalan masuk menuju area wisata. “Meski bukan diskusi yang spesifik, deretan agenda sederhana itu menjelaskan tentang kepedulian kami akan wisata. Kami berharap, agar tanaman sukses tumbuh. Karena kegiatan ini hanya awal, berikutnya akan ada kegiatan yang berkelanjutan,” ujar Asriyadin.

Saat dialog, beberapa pembahasan yang diobrolkan adalah strategi penguatan digital untuk memompa jumlah pengunjung. Rencananya, akan didiskusikan lebih lanjut di tingkat kampus untuk pembuatan web Pokdarwis.

“Web itu  nantinya akan digunakan sebagai sarana promosi wisata. Karena di STKIP Tamsis Bima ada Prodi PTI. Nanti tinggal pembinaan dan pelatihan user webnya aja. Semoga bisa terealisasi nanti,” harapnya.

Ketua Himafis, Edy Hidayat mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu strategi untuk mensosialisasikan kampus, sebagai pendidikan tinggi yang peduli akan nilai sejarah. Selain itu, merupakan cara untuk mengedukasi tim akrab dengan dunia sosial kemasyarakatan.

“Sebagian dari kami sebentar lagi akan turun KKN dan PPL. Kegiatan seperti ini perlu sebagai modal untuk kami terjun ke masyarakat nantinya. Sambil rekreasi, sambil belajar, sambil mengabdi,” paparnya singkat.

Plt Kaprodi Pendidikan Fisika, Muslim, M.Pd, menyampaikan terima kasih pada sejumlah dosen yang terlibat dalam pendampingan. Baginya, kegiatan yang dihelat tidak hanya sekadar refresing setelah menjalankan Ujian Akhir Semeter (UAS) semata. Melainkan ada nilai pendidikan, juga nilai budaya yang diperoleh peserta edu camp.

Saat mengunjungi dan menyelami situs sejarah Wadu Paa, peserta juga berdiskusi. Selain itu, mahasiswa Pendidikan Fisika juga melaksanakan penghijauan di sekitar daerah perkemahan.

“Tujuannya yakni, mengedukasi masyarakat akan pentingnya tanahan pohon, terutama untuk mencegah terjadinya banjir, tanah longsor, erosi, juga melestarikan sumber daya air di tengah masyarakat. Ini terobosan yang luar biasa, semoga kegiatan ini menyadarkan masyarakat akan pentingnya melestarikan alam rerutama wisata wisata sejarah juga tetap menjaga gunung agar tetap rindang,” komentarnya saat dikonfirmasi.

Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si, yang diwawancara mengaku bangga dengan kegiatan tersebut. Alasannya, karena Prodi Pendidikan Fisika dalam sebulan telah menggelar dua kegiatan pengabdian. Terlebih tema  yang diangkat, membangun dan memperkuat budaya lokal.

“Secara khusus kami beri apresiasi pada Rizalul Fiqry, sebagai dosen muda terus memberi warna, dan mulai menggairahkan kegiatan kegiatan kemahasiswan. (STKIP) Tamsis Beradab, akan semakin terasa bila terus berbagi, dekat dengan penguatan nilai di masyarakat,” ujarnya. [AN]