Begini Penampakan Ratusan Balok Kayu saat Pengecekan Aparat di Dompu -->

Iklan Semua Halaman

.

Begini Penampakan Ratusan Balok Kayu saat Pengecekan Aparat di Dompu

Tuesday, February 25, 2020
Ratusan Balok Kayu di Lokasi Penyimpinan saat Aparat Gabungna Melaksanakan Pengecekan Gudang di Dompu.

Dompu, Berita11.com— Kapolres Dompu melalui Ps. Paur Subbag Humas Aiptu Hujaifah menyatakan, pihak kepolisian telah melaksanakan pengecekan pemilik gudang kayu dari kayu yang diangkut menggunakan tujuh truk fuso.

Menurut Hujaifah, sebagaiman hasil pengecekan, pemilik gudang yang bernama Muslimin, dapat menunjukan BA verifikasi yang dikeluarkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

"Selanjutnya kami akan berkordinasi kepada KPH (Kesatuan Pengelola Hutan) dan BKSDA terkait BA verifikasi tersebut," terang Hujaifah.

Sebelum pengecekan tersebut, aparat gabungan dari Unit Tipiter Polres Dompu yang dipimpin Kanit IPDA Redho Rizki Pratama bersama Satuan Intelkam Pollres Dompu, dipimpin Kanit IV Kam, Bripka Carles Fredika Polres Dompu dan KPH Ampang Riwo Soromandi Resor Soriutu yang dipimpin kepala resot setempat, Lalu Selamat SH berhasil menggagalkan penyelundupan kayu sonokeling menggunakan tujuh truk fuso yang diduga hasil illegal logging, sekira pukul 17.00 Wita, Senin (24/2/20).

Informasi yang diperoleh Berita11.com, tujuh truk fuso yang diduga memuat kayu hasil illegal logging asal Kecamatan Kilo dan Manggelewa itu berawal dari laporan masyarakat bahwa di salah satu gudang yang berlokasi di Dusun Transat 2 Desa Doromelo Kecamatan Manggelewa diduga ada penyimpanan atau menampung kayu jenis sonokeling hasil illegal logging.

"Ditemukan tujuh unit kendaraan yang akan mengangkut kayu jenis sonokeling dengan asal usul kayu jenis sonokeling yang berada di gudang UD. Meci Angi 2 yang diambil dari lahan atau kebun milik masarakat yang berlokasi di Kecamatan Kilo dan Manggelewa," ungkap Kapolres Dompu melalui Ps. Paur Subbag Humas AIPTU Hujaifah.

Di lokasi gudang terdapat ratusan balok kayu saat tim gabungan melaksanakan pengecekan. 



Sebagaimana diketahui, sejak 1 September 2009, di Indonesia berlaku Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK) yang merupakan sistem pelacakan yang disusun secara multistakeholder untuk memastikan legalitas sumber kayu yang beredar dan diperdagangkan di Indonesia .

Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dikembangkan untuk mendorong implementasi peraturan pemerintah yang berlaku terkait perdagangan dan peredaran hasil hutan yang legal di Indonesia. SLVK dilaksanakan atas dasar hukum UndangUndang No.41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2007 jo. No.3 tahun 2008 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan Hutan, Peraturan menteri kehutanan No. 38/menhut-II/2009 junto Permenhut P.68/Menhut-II/2011 junto Permenhut P.45/Menhut-II/2012, junto Permenhut P.42 /Menhut-II/2013 tentang Standard an Pedoman Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Verifikasi Legalitas Kayu pada Pemegang izin atau pada Hutan Hak, Peraturan Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan No.P.6/VI-BPPHH/2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Penilain Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi dan Verifikasi Legalitas Kayu. [B-10]