BI Provinsi NTB Dorong Kemandirian Ekonomi Ponpes Melalui Pengembangan Usaha -->

Iklan Semua Halaman

.

BI Provinsi NTB Dorong Kemandirian Ekonomi Ponpes Melalui Pengembangan Usaha

Saturday, February 22, 2020
Grand Opening Nahda Bakery di Ponpes Darunnahdlatain NW Pancor yang Didukung BI Provinsi NTB, Sabtu (22/2/2020).

  
Mataram, Berita11.com— Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong kemandarian ekonomi pondok pesantren (Ponpes) melalui pengembangan usaha. BI Provinsi NTB melaksanakan kegiatan Grand Opening Nahda Bakery di Ponpes Darunnahdlatain NW Pancor, YPH PPD NW Pancor, Sabtu (22/2/2020).

Berdirinya Nahda Bakery merupakan buah dari prestasi Ponpes Darunnahdlatain yang menjadi Juara 1 Pesantren Unggulan padaa perhelatan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Kawasan Timur Indonesia tahun 2019 di Banjarmasin.

“Karena tahun lalu berhasil menjadi juara 1 dalam Fesyar, kita mendapatkan penghargaan berupa fasilitasi dari BI untuk membangun unit usaha baru memproduksi roti,” ujar Ketua Umum YPH PPD NW Pancor Ustadz H. Muhammad Djamaluddin, B.Eng., M.Kom.

Sementara itu, TGB Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, MA selaku Pembina YPH PPD NW Pancor dan Ketua Umum DT PBNW menyampaikan apresiasinya atas peran BI dalam pengembangan ekonomi syariah. Lebih lanjut, TGB juga berharap keberadaan unit usaha baru ini tidak hanya bermanfaat dari sisi ekonomi saja tapi juga dapat menjadi tempat praktek dan belajar para santri dalam menjalankan aktivitas usaha dan produksi. 

"Unit usaha kita mulai dari kecil, namun jika dilaksanakan dengan istiqomah dan keikhlasan maka insya Allah akan sukses dan membawa berkah seperti yang diajarkan oleh pendiri pondok kita Tuan Guru H.M Zainuddin Abdul Madjid" pungkasnya.

Dalam kesempatan  terpisah, Achris Sarwani, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB mengatakan bahwa Bank Indonesia sangat concern dalam pemberdayaan ekonomi syariah dengan mendorong pengembangan dan penguatan usaha syariah di berbagai lini. Yaitu usaha mikro, kecil, menengah, dan besar termasuk pesantren.


Khusus di Ponpes, sektor-sektor usaha prioritas yang dapat dikembangkan adalah pertanian terintegrasi, industri makanan dan minuman, industri pakaian, energi terbarukan, wisata halal, dan sektor usaha lainnya. Sektor usaha yang dikembangkan disesuaikan dengan potensi dan kondisi sekitar pesantren. Selain itu, unit usaha yang dikembangkan sangat diutamakan pada sektor usaha produktif yang menghasilkan nilai tambah (value added).

 “Hal tersebut akan dapat mendorong kemandirian ekonomi pesantren,” pungkasnya. [RD]