Buruh Migran asal Kabupaten Bima 10 Tahun tanpa Kabar, Kerabat Cemas

Iklan Semua Halaman

.

Buruh Migran asal Kabupaten Bima 10 Tahun tanpa Kabar, Kerabat Cemas

Sabtu, 08 Februari 2020
Para Pemuda Desa Ntonggu Desa Belo, Kabupaten Bima Bersama Orang Tua Kandung Buruh Migran Indonesia yang Hilang Kabar Selama 10 Tahun.


Bima, Berita11.com— Rostina (26 tahun), Buruh Migran Indonesia (BMI) asal Desa Ntonggu, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima yang bekerja di negeri jiran Malaysia 10 tahun tanpa kabar. Tak pelak, sejumlah kerabatnya di kampung, terutama orang tuanya cemas.

Syamsuddin (70 tahun), bapak kandung Rostina mengungkapkan, putrinya itu sudah 10 tahun bekerja di luar negeri tanpa kabar. Kebergian wanita itu mengadu nasib di negeri jiran hanya untuk membantu meningkatkan taraf hidup keluarganya.

“Dia sudah tidak ada kabarnya. Sudah 10 tahun tanpa kabar dan membunuh harapan dan angan kami selaku orang tuanya,” ucap Syamsuddin belum lama ini di Desa Ntonggu.
Ia mengisyatkan bersama generasi muda Desa Ntonggu akan bertandang ke Disnakertrans Kabupaten Bima untuk mengklarifikasi tentang penyaluran anaknya yang 10 tahun tanpa kabar.

Menyikapi persoalan tersebut, Mahasiswa Peduli Rakyat Desa Ntonggu, Beler dan Lingyua mencoba mengatensi masalah tersebut.

“Hal ini turut membuat kita semua merasa sedih atas hal ini. Sebabnya tidak ada kepastian apapun kaitan dengan keberadaan Rostina,” ucap Beler.

Ia mengaku akan berupaya menghubungi sponsor dan dinas terkait untuk meminta tanggung jawab atas penyaluran BMI yang tanpa kabar selama 10 tahun itu. Sebelumnya sejumlah mahasiswa dan pemuda desa setempat sudah berupaya mengklarifiksi agen dan sponsor di desa setempat berinsial Hj NR, istri aparatur Desa Ntonggu.

Tokoh pemuda lainnya,  mendesak pihak sponsor atau PJTKI dan Disnakertrans Kabupaten Bima bertanggung jawab atas penyaluran BMI.

“Baik dari sponsor ataupun Disnaker Kabupaten Bima agar bisa membantu keluarga yang sedang kebingungan,” katanya.

Para pemuda setempat mengisyaratkan akan merespon serius masalah tersebut sesuai hak konstitusi warga negara. [CR-AD]