Digon: Saya yang Cetus Gerakan Perubahan, dr H Irfan: IMAN Siap Obati Masyarakat

Iklan Semua Halaman

.

Digon: Saya yang Cetus Gerakan Perubahan, dr H Irfan: IMAN Siap Obati Masyarakat

Jumat, 28 Februari 2020
dr H Irfan Sulaiman saat Bertatap Muka dengan Tokoh Masyarakat, Para Pemuda dan Warga Dusun Sonco, Desa Sanolo Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, Jumat (28/2/2020). 

Bima, Berita11.com— Tokoh masyarakat, para pemuda dan ibu-ibu menghadiri silaturahim dan tatap muka Bakal Calon Bupati (Bacabup) Bima, dr H Irfan Sulaiman di Dusun Sonco, Desa Sonolo, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Jumat (28/2/2020). Kegiatan juga dihadiri mantan tim sukes Dinda-Dahlan dan Ketua PDI Perjuangan Kabupaten Bima, Nurdin Amin SH yang meminta masyarakat setempat memberikan dukungan penuh kepada pasangan IMAN.

Bacabup dr H Irfan Sulaiman dan tim IMAN mengawali kegiatan dengan blusukan mengelilingi Dusun Sonco, kemudian melanjutkan kegiatan tatap muka di dusun setempat.

Pada kegiatan tatap muka dengan warga dan tokoh masyarakat Dusun Sonco Desa Sanolo, dr H Irfan Sulaiman menyampaikan kiprahnya di Kabupaten Bima, latar belakang keluarganya. Salah satu anaknya sedang menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar Mesir. Selain itu, juga dijelaskan perannya sebagai pembina Ponpes Insan Kamil, sebagai Majelis Tanwir Masjid.

“Mada dulu adalah dokter PNS, tapi mada mengundurkan diri sebagai PNS, walaupun mada tidak menjadi PNS, tetapi tetap bisa mengabdi untuk masyarakat,” ujar dr Irfan.

Diceritakannya, dirinya juga pernah duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah pada tahun 2004 dan pernah maju sebagai calon wakil Bupati berpasangan dengan H Mutar.

Menurutnya, Kabupaten Bima menghadapi berbagai persoalan yang sangat kompleks dari ujung ke ujung. Seperti masalah harga garam yang tidak stabil, masalah pertanian dan sektor kelautan. Padahal sejatinya, Bupati harus bisa menjadi dokter untuk masyarakat.

Dokter yang dimaksud pihaknya, dalam konteks sebagai pemimpin harus peka dan bisa memecahkan persoalan yang dihadapi masyarakat. 

“Seharusnya Bupati menjadi dokter untuk masyarakat, mengobati seluruh masalah masyarakat, mulai dari masalah garam, masalah anak muda, masalah petani, masalah nelayan,” ujarnya.

dr Irfan mengibaratkan APBD adalah obat bagi masyarakat yang dapat menyelesaikan berbagai masalah untuk masyarakat, sehingga peruntukannya, bukan mengutamakan kepentingan pejabat. Karena uang itu bukan milik penjabat, melainkan milik masyarakat untuk kemaslahatan publik.

Mantan anggota DPRD ini menyorot masih tingginya pemborosan APBD untuk kepentingan tidak substansial. Ia mencotohkan kegiatan seromonial BBGRM yang dilaksanakan setiap tahun, pemerintah daerah menghabiskan anggaran hingga di atas Rp1 miliar, hanya untuk membeli kaos seragam BBGRM. Padahal pejabat bisa menggunakan uang masing-masing untuk membeli selembar kaos. Karena ada masalah substansial yang dihadapi rakyat.

“Mohon maaf datang semua pejabat, pakai baju baru, di atas Rp1 miliar hanya untuk pakai sekali habis Rp1 miliar,” katanya.

Menurutnya, jika saja uang banyak yang dialokasikan untuk item tidak substansial dan digunakan untuk kebutuhan masyarakat yang lebih urgen. Misalnya untuk kegiatan penyediaan air bersih dan bor air di Dusun Sonco Desa Sanolo, maka masyarakat akan bahagia menerima solusi.

“Kita banyak pemborosan, beli sepeda motor baru, kemudian beli mobil baru,” katanya.

Pemborosan itu belum lagi berkaitan biaya perjalanan dinas (SPPD). Padahal perjalanan keluar daerah yang penting terutama yang berkaitan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan program dan anggaran.

“Untuk itu, perlu didukung yang muda, yang laki laki bisa diajak ke mana mana dan untuk kegiatan apapun. Jangan yang tua, karena kasihan. Karena kalau yang tua ndak kuat misal naik gunung. Janji-janji mada pegang teguh hingga mati. Jabatan itu nomor dua, tetapi yang penting bermanfaat untuk orang banyak itu yang lebih penting,” ujarnya.

dr H Irfan Foto Bersama Sejumlah Ibu-ibu usai Silaturahim di Dusun Sonco, Desa Sanolo Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Jumat (28/2/2020).

H Irfan juga menyatakan, akan mewakafkan hidupnya untuk melayani masyarakat jika terpilih sebagai Bupati Bima. Ia juga mengharamkan kerabat dekatnya, mulai dari istri, anak dan kakak serta adiknya untuk berebut jabatan seperti menjadi anggota DPRD. Karena jika terpilih pemimpin dan kemudian ada pihak keluarganya, pasti masyarakat maupun pejabat-pejabat di bawahnya akan terbebani harus mendukung anak, istri maupun saudara-saudaranya. Untuk itu, ia mengharamkan maju sebagai calon DPRD.

Menurutnya, memaknai jabatan tidak boleh atas sikap serakah. Jika dirinya dan bakal calon Wakil Bupati Bima, H Herman Alfa Edison terpilih sebagai pemimpin di Kabupaten Bima, pihaknya akan melaksanakan Selasa Menyapa. Yaitu berkantor, melayani dan menyerap langsung aspirasi masyarakat di desa.

“Karena kalau istri, anak atau saudara-saudara mada maju sebagai DPRD, maka masyarakat akan dibuat bingung, karena beban kepada pemimpin,” katanya.

Penegasan Arus Perubahan oleh Ketua PDI Perjuangan Kabupaten Bima dan Mantan Timsel Bakal Petahana

Ketua PDI Perjuangan Kabupaten Bima, Nurdin Amin SH menyatakan, pihaknya adalah orang pertama yang mengumandangkan perubahan untuk Kabupaten Bima. Untuk itu, pihaknya berharap masyarakat Kabupaten Bima terutama warga setempat mendukung dan memilih pasangan IMAN.

Ketua PDI Perjuangan Kabupaten Bima, Nurdin Amin SH alias Digon Menyemangati Warga untuk Mendukung Pasangan IMAN.

“Saya hadir bersama dr. Irfan dalam rangka menjawab dan membawa perubahan untuk Kabupaten Bima. Proses di partai politik itu panjang, kami memohon rekomendasikan Bapak Ibu sekalian untuk beliau, untuk memimpin Kabupaten Bima,” harapnya.

Menurut pria yang akrab disapa Digon ini, Kabupaten Bima menghadapi masalah ruwet. Hal itu diketahui dirinya selama 15 tahun menjadi anggota legislatif di DPRD Kabupaten Bima, sehingga diperlukan perubahan mendasar yang bisa diwujudkan melalui calon pemimpin yang memiliki kecakapan memimpin, yakni pasangan IMAN.

Digon menyatakan, pihaknya yakin dan percaya pasangan IMAN dapat mewujudkan dan membawa perubahan Kabupaten Bima menjadi lebih baik. “Kita pilih H Irfan orang yang tidak membeda bedakan rumah kepala sekolah, rumah kepala dinas, rumah kepala bidang, tetapi beliau akan memilih rumah masyarakat yang hampir roboh, menyerap langsung aspirasi masyarakat melalui Selasa Menyapa. Yakin saja itu,” katanya.

Mantan Tim Sukses Dinda-Dahlan di Desa Sanolo, Muhammad Kasim berharap, kondisi RSUD Sondosia yang harus membawa pasien rujukan ke luar daerah yang lebih jauh diatensi pasangan IMAN. Kondisi itu diharapkan disampaikan kepada Gubernur NTB.

Pihaknya optimistis pasangan IMAN dapat mewujudkan ekspektasi warga setempat dan masyarakat Kabupaten Bima pada umumnya. “Mohon ini menjadi perhatian pak dokter jika terpilih agar manjadi perhatian. Insya Allah kami percaya kepada pak dokter,” katanya.

Dikatakannya, pihaknya siap membentuk tim relawan IMAN. Salah satu harapan pemuda setempat terwujudnya lapangan bola voli.

Harapan tersebut kemudian diamini pengurus DPD PKS Kabupaten Bima yang juga anggota DPRD Kaupaten Bima, Ilham SH yang mengisyaratkan akan menyiapkan seragam bola voli, net dan bola voli untuk pemuda setempat.

“Pemimpin yang dipegang adalah suara dan janjinya. Empat tahun yang berlalu apa yang terwujud? Apakah pernah datang ke Desa Sanolo,” kata anggota DPRD tiga periode ini.

Kegiatan tatap muka dan blusukan dr Ifran Sulaiman dan Tim IMAN, juga dihadiri mantan tim gender DILAN.

Setelah kegiatan di Dusun Sonco, dr Irfan Sulaiman dan rombongan melaksanakan salat Jumat di Masjid Desa Sondosia. Pada kesempatan tersebut, dr  H Irfan menjadi khatib salat Jumat. Setelah itu, melanjutkan blusukan di Desa Darussalam Kecamatan Bolo. Pihaknya disambut meriah para pemuda dan tokoh masyarakat setempat. [B-19/Inf/*]