Dua Kecamatan Kembali Diterjang Banjir, Stok Logistik dari Pemda Bima masih Kosong -->

Iklan Semua Halaman

.

Dua Kecamatan Kembali Diterjang Banjir, Stok Logistik dari Pemda Bima masih Kosong

Saturday, February 29, 2020
Kondisi Jembatan di Kecamatan Soromandi yang Hancur Diterjang Banjir Jumat-Sabtu. Foto BPBD Kabupaten Bima.


Bima, Berita11.com— Dua kecamatan di Kabupaten Bima diterjang banjir yakni Desa Sumi dan Desa Rato Kecamatan Lambu dan Desa Sai Kecamatan Soromandi pada Jumat, 28 Februari 2020. Luapan banjir terjadi hingga Sabtu (29/2/2020) dini hari. Akibatnya, pemukiman warga, tiga jembatan dan pagar sekolah rusak diterjang banjir. Namun tidak ada logistik yang disalurkan BPBD menyikapi bencana tersebut, karena kosongnya stok di gudang.

Pusdalop BPBD Kabupaten Bima melalui Kasubid Penanganan Darurat, Bambang Hermawan S.Kom MM melaporkan, terdapat dua titik jembatan putus akibat terjangan banjir di Kecamatan Soromandi. Empat jembatan lainnya tersumbat batang kayu material banjir.
Banjir juga merusak lebih kurang dua hektar tanaman bawang merah milik petani di Desa Sai Kecamatan Soromandi. Adapun di wilayah Lambu, kondisi Dam Laju yang pernah dihantam banjir pada 2017 semakin rusak setelah diterjang luapan banjir kemarin.

“Banjir masuk kampung permukiman (warga) Desa Sumi dan Rato dilanda banjir Jumat 28 Februari 2020,” kata Bambang Hermawan melalui laporan BPBD Kabupaten Bima yang disampaikan kepada BNPB RI, Sabtu (29/2/2020).

Selain menyebabkan semakin rusaknya Dam Laju, luapan banjir juga menyebabkan pagar SDN 1 Sumi Kecamatan Lambu rusak. Selain itu, empat rumah warga di RT 14 dan 15 di desa setempat, juga rusak.

Dikatakan, saluran drainase tersumbat lumpur dan masyarakat bergotong royong bersama Wakil Bupati Bima yang didampingi Tim Penanganan Darurat BPBD dan Tim Tagana Dinas Sosial Kabupaten Bima

“Jalan penuh lumpur dan satu unit jembatan kecil deker  jalan arah desa Hidirasa Lambu, sekitar 2,5 kilometer sebelum kantor Desa Hidirasa dihantam banjir bandang akibat gundulnya hutan di Wilayah Kecamatan Lambu dan sekitar yang merupakan akses ekonomi warga Kecamatan Lambu dan jalan raya tersebut kewenangan PUPR Kabupaten Bima,” katanya.

Dijelaskan juga, atas kondisi dampak banjir,  perlu dibuat jembatan darurat agar masyarakat dapat menjalankan kegiatan ekonomi. Selain itu, dampak banjir juga menyebabkan tiang listrik hampir rubuh di Desa Hidirasa Kecamatan. Sementara pada bagian bahu jalan perlu dibuat talud.

Secara terpisah, Sekretaris BPBD Kabupaten Bima, Indra Nurjaya menyebutkan, pihaknya tidak menyalurkan bantuan tanggap darurat atau logistik. Karena persediaan logistik di gudang BPBD telah habis sejak lama.

Berkaitan kondisi infrastrutrur jalan dan jembatan yang rusak di wilayah Soromandi, pihaknya menyerahkan penanganannya kepada Pemerinah Provinsi NTB. “Kalau logistik kita tidak karena soal (kekosongan) kemarin itu,” ujarnya.

Informasi yang diperoleh dari warga, luapan banjir pada Jumat malam dan Sabtu (29/2/2020) hari juga menggenangi sejumlah rumah warga di Desa Sai, termasuk milik anggota legislatif. Kondisinya bagian tembok rumah jebol dihantam banjir. [B-19]