Kasus ADD/DD Rababaka Rp400 Juta Naik Tahap Penyidikan -->

Iklan Semua Halaman

.

Kasus ADD/DD Rababaka Rp400 Juta Naik Tahap Penyidikan

Wednesday, February 26, 2020
Kasi Pidsus Kejari Dompu Muhammad Isa Ansyori, SH. Dok Poris Berita11.com
Dompu, Berita11.com - Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Dompu, akhirnya memutuskan bahwa kasus dugaan penyelewengan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Rababaka lebih kurang Rp400 Juta tahun anggaran 2018 naik ke tahap penyidikan. Hal itu berdasarkan hasil kesepakatan tim saat gelar perkara, Senin (24/2/20) kemarin.

Kasi Pidsus Kejari Dompu, Muhammad Isa Ansyori, SH mengungkapkan, setelah dilimpahkan hasil penghitungan kerugian keuangan negara oleh Inspektorat beberapa waktu lalu, dirinya bersama tim langsung menggelar pertemuan untuk menindaklajuti perkara tersebut yang pada akhirnya diputuskan naik pada tahap penyidikan.

“Kemarin sudah kita ekspos, di mana tim sepakat untuk ditingkatkan pemeriksaan ke tahap penyidikan,” ungkap Kasi Pidsus pada Berita11.com di ruang kerjanya, Rabu (25/2/20) pagi.

Atas tahapan baru perkara yang telah merugikan keuangan negara sekitar Rp400 juta itu penyidik akan segera memanggil saksi-saksi untuk pendalaman informasi. Sehingga terungkap siapa sebetulnya dalang dibalik kasus korupsi tersebut.

Untuk tahapan ini, lanjut Isa Ansyori, pihaknya belum berani memastikan target waktu untuk penuntasan sampai penetapan tersangka. Karena masih ada tahapan-tahapan yang harus dilalui.

“Insa Allah secepatnya kita bisa buat terang kasus ini. Intinya sambil jalan, karena kita juga banyak menangani perkara-pekara lain sekarang,” jelasnya.

Selain pendalaman informasi pada saksi, langkah penyitaan barang bukti akan lebih leluasa dilakukan setelah ditingkatkannya ke tahap penyidikan, termasuk pemeriksaan para pihak yang kemungkinan terlibat dalam pelaksanaan sejumlah program fisik dan non fisik Pemerintah Desa Rababaka tahun 2018.

Dilansir dari Suarantb.com sebelumnya, penyidik tinggal selangkah lagi untuk menetapkan status tersangka untuk Kepala Desa (Kades) Rababaka Tri Sutrisno, terkait kasus dugaan korupsi DD/ADD tahun 2018 yang telah merugikan keuangan negara sesuai Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat yang diterima pada Kamis (20/2) pekan lalu.

Dikatakan Isa Ansyori, soal anggaran tersebut, apakah ditilep pribadi kepala desa atau ada pihak-pihak lain yang turut
bertanggungjawab. Untuk itu, pihaknya akan menggali lebih jauh setelah gelar perkara dilakukan.

“Itu yang akan kita dalami di tahap berikutnya berdasarkan hasil ekspos. Siapa saja yang bertanggungjawab, bagaimana modusnya dan digunakan untuk apa,” jelasnya.

Menurut Isa Ansyori, jika melihat kerugian keuangan negara yang bisa dibilang fantastik bernilai cukup besar tidak menutup kemungkinan kasus tersebut dinaikan ke tahap penyidikan dengan tersangka utama Kepala Desa setempat yakni Tri Sutrisno. [B-10]