Erwin Sebut Inspektorat Diduga Ada Konspirasi dengan Pemdes Kampasi Meci -->

Iklan Semua Halaman

.

Erwin Sebut Inspektorat Diduga Ada Konspirasi dengan Pemdes Kampasi Meci

Tuesday, February 18, 2020
Konsultan Hukum APPK Erwinsyah, SH dan Kepala Desa Kampasi Meci. Foto Poris Berita11.com

Dompu. Berita11.com - Konsultan Hukum dari Lembaga Suharto Baco, SH dan Associates yakni Erwinsyah, SH sebut Inspektorat Kabupaten Dompu diduga ada konspirasi atau bermain mata dengan Pemerintah Desa (Pemdes) atas pemeriksaan penyelewengan Alokasi Dana Desa (ADD) Kampasi Meci Kecamatan Manggelewa.

Hal itu disampaikannya usai menggelar audensi antara Aliansi Pemuda Peduli Kampasi Meci (APPK) dengan Kades setempat di ruang rapat DPRD, Selasa (18/2/2020) sore sekira pukul 16.30 Wita.

Menurut Erwin, dari sebanyak 16 item yang dilaporkan warga setempat atas dugaan penyelewengan ADD, namun Inspektorat hanya temukan enam item saja dan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas temuan itu hanya bersifat reguler. Jadi, tidak ditindaklanjuti atas temuan itu, melainkan tahap perbaikan.

“Padahal itu termasuk indikasi kasus, jadi menurut kami pihak Inspektorat dan pihak Pemdes Kampasi Meci ada konspirasi antara kedua belah pihak,” indikasi Erwin.

Erwin menuding, dalam setiap permasalahan pasti ada pelanggaran itu sifatnya harus dihukum, namun pihak Inspektorat tidak berani menyimpulkan aturan dan pasalnya, sebab, kata Erwin, yang bisa menyimpulkan itu adalah pihak penyelidikan dan penyidik.

“Di sini, ada unsur pidana korupsi,” tuding Erwin.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Kampasi Meci Abdurrahman kepada Berita11.com membantah atas dugaan konspirasi antara pihak Inspektorat dengan Pemdes Kampasi Meci bahwa indikasi itu tidak benar adanya.  

“Tidak ada permainan dalam pemeriksaan itu, kami saat itu benar-benar diperiksa, dari mulai pagi hingga sore, bahkan kami sampai keluar keringat,” beber Kades Kampasi Meci usai menggelar dialog.dengan APPK.

Abdurrahma mengaku, dalam pemeriksaan itu memang ada temuan di berbagai program kerja di tahun anggaran 2019 dan angaran itu, pihaknya telah mengembalikan berdasarkan nilai nominal yang ditemukan Inspektorat.

“Memang ada temuan kemarin yaitu, di websait yang pengadaan oleh kominfo, hinga sampai detik ini belum ada, akhirnya jadi temuan senilai Rp10 juta,” akuinya.

“Kemudian, drae nase, karena kader tekhniknya tidak paham dengan gambarnya, yang seharusnya diplaster, tapi tenaga tekhnisnya mengerjakan dengan disiar akhirnya jadi temuan juga dan semua itu telah kami kembalikan anggaran itu,” terang Abdurrahman.

Terkait dengan dugaan hutang piutang dalam anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Abdurrahman menjelaskan, anggaran tersebut dipergunakan untuk keperluan warga bukan hutang pribadinya.

“Sebenarnya itu bukan hutang saya, tetapi untuk keperluan PNT, Gizi Buruk, dan lain-lain, dan itu sudah dibuatkan laporan pertanggungjawaban dan semua anggaran itu telah kami ganti semua,” jelas Kades.

Total keseluruhan atas temuan tersebut, Kades menambahkan, hanya puluhan juta saja, namun secara keseluruhan dan pihaknya telah mengembalikan semua hanya saja belum dimasukan dalam rencana anggaran belanja. “Temuan kemarin kurang lebih Rp15 juta, dan semua itu sudah kita kembalikan semua,” pungkasnya. [RIS]