FUI Bima Sikapi Ajang LGBT Ratu Sejoli The Geng di Lambu dan Valentine Day -->

Iklan Semua Halaman

.

FUI Bima Sikapi Ajang LGBT Ratu Sejoli The Geng di Lambu dan Valentine Day

Wednesday, February 12, 2020
Pamflet Ratu Sejoli The Geng yang Ditolak FUI, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Bima.


Bima, Berita11.com— Forum Umat Islam (FUI) Bima menyikapi rencana kegiatan komunitas LGBT bertema Happy Birth Day Ratu Sejoli The Geng yang akan dilaksanakan pada Rabu, 12 Februari 2020 pukul 09.00 Wita hingga selesai di Desa Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Sesuai rencana komunitas LGBT itu, kegiatan digelar di Gedung Serba Guna Soro Melayu, menggunakan kostum pink rapi dan sopan.

Ketua FUI Bima, Ustadz Asikin bin Mansyur mengatakan, sebagaimana tampilan stiker rencana kegiatan, menunjukkan adanya porno aksi. “Karena itu tadi, sudah sangat ramai  di WA gruop gruop organisasi jamaah yang lain ingin mengetahui untuk merespon adanya kegiatan tersebut,” ujar Ustadz Asikin ketika dihubungi Berita11.com melalui sambungan Ponsel, Minggu (9/2/2020).

Dikatakannya, pihaknya telah menghubungi Kasat Intel Polres Bima Kota untuk meminta kepada Kapolres Bima Kota segera menghentikan acara tersebut. Karena acara itu berbau pornografi dan aksi. “Acara yang mengundang berbagai kemaksiatan dan akhirnya nanti bisa mendatangkan bala bencana,” katanya.

Menurutnya, seandainya informasi dari FUI tidak direspon, pihaknya berencana mendatangi Kapolres Bima Kota. Karena acara itu dinilai memiliki efek seperti kemaksiatan oleh generasi muda seperti minuman keras, zina dan perbuatan dekstruktif lainnya.

“Setelah kami menghubungi Kapolres Bima Kota melalui Kasat Intel Polres Bima Kota, dari Kasat Intel melaporkan bahwa Kapolsek Lambu saat ini sedang mengumpulkan tokoh tokoh agama di Kecamatan Lambu,” ujarnya.

Pada bagian lain, FUI Bima juga menyikapi rencana kegiatan valentine day di wilayah Bima. FUI Bima mengimbau masyarakat tak perlu menyikapi valentine day, karena berpotensi terjadinya perusakan ahlak, perzinahan dan menenggak minuman keras.

Pada bagian lain, Senin (10/2/2020) lalu, Kapolsek Lambu, Sekdes Melayu, Ketua BPD Melayu, anggota BPD, sejumlah tokoh pemuda dan tokoh agama di Desa Soro-Melayu telah menggelar pertemuan di Gedung Serba Guna Soro Melayu yang intinya menghasilkan kesimpulan bahwa masyarakat dan Pemerintah Desa Melayu tidak memberikan tempat untuk kegiatan seperti itu

Selain itu, masyarakat dan Pemerintah Desa Melayu menolak dan memastikan tidak ada kegiatan tersebut. [MR]