Hak Rawat Kelas I Titip di Kelas II sudah Menyalahi Aturan, ini Penegasan Kepala BPJS Dompu

Iklan Semua Halaman

.

Hak Rawat Kelas I Titip di Kelas II sudah Menyalahi Aturan, ini Penegasan Kepala BPJS Dompu

Selasa, 04 Februari 2020
Kepala BPJS Kabupaten Dompu. Foto Poris Berita11.com.
Dompu, Berita11.com - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Zainudin menegaskan, jika pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Dompu telah menempatkan pasien yang hak rawatnya kelas I dititipkan di kelas II, kemudian diisi berkasnya kelas I, itu telah menyalahi aturan.

"Kami akan melakukan teguran terhadap managernya dan membuat komitmen agar jangan sampai mengulangi hal seperti itu," tegas Zainudin saat disambangi Berita11.com di ruang kerjanya, Selasa (4/2/20) siang.

Menurut Zainudin, mengacu pada Peraturan Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa jika ruangan hak kelas rawatnya tidak ada (full) maka pihak rumah sakit menitipkan pasien tersebut di atas ruangan yang lebih dari satu tingkat.

Misalnya, hak kelas 3 maksimal titip di kelas 2, pasien hak kelas 2 maksimal titip di kelas 1, dan pasien dengan hak kelas 1 maksimal titip ke kelas VIP bukan malah diturunkan kelasnya.

"Kejadian ini sudah menyalahi aturan, pasien yang kelas I harusnya di tempatkan di atasnya lebih dari satu tingkat sambil menunggu ruangan hak rawatnya kosong," beber Zainudin.

Disinggung soal pasien di luar dari Kabupaten Dompu yang memiliki hak rawat di kelas III kemudian meminta dirawat di ruang kelas I atau VIP dengan catatan akan menambah biaya administrasi sehingga hak rawat kelas I atau VIP khusus warga Kabupaten Dompu terlantar (tidak dapat ruangan) sesuai haknya.

Menanggapi hal itu, Zainudin kembali menegaskan, akan melakukan peneguran manager pihak rumah sakit. Hal itu dilakukan agar tidak dirugikan kedua belah pihak dan berjanji akan menyarankan ke manager pihak RSUD memperbaiki kedepannya.

"Hal ini juga sebagai bahan masukan buat kami, sebagai bahan peneguran terhadap manager rumah sakit, apalagi selama ini tidak ada masukan dari masyarakat tantang hal itu, dan kami sangat berterima kasih atas informasi ini, apalagi sekarang direkturnya baru, semoga ke depan dapat diperbaiki lagi," pungkasnya.

Sebelumnya, Kasubag Humas RSUD, Ida Fitriani, S.Keb, BD, sebagai mana yang dilansir Lensabima.com membenarkan atas kekurangan kamar dan mengaku bahwa pasien atas nama Devy Alvionita Sulistio wanita 32 tahun dititipkan di ruang rawat kelas II.

“Pelayanan inap bagi Class I dan VIP berkurang karena adanya rehab, Akibatnya pelayanan bagi Class I kami titip untuk dirawat di Class II, namun sebelumnya kami mengimbau terlebih dahulu pada pasien yang bersangkutan,” kata Ida, Senin (3/2/20) sekira pukul 10.00 Wita. [RIS]