IMAN Siapkan Obat Tepat untuk Masyarakat, Emak-emak dan Toma Sambut Antusias Blusukan H Irfan -->

Iklan Semua Halaman

.

IMAN Siapkan Obat Tepat untuk Masyarakat, Emak-emak dan Toma Sambut Antusias Blusukan H Irfan

Saturday, February 29, 2020
Sejumlah Emak-emak di Desa Tambe Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima Mengerumuni Bacabup Bima, dr H Irfan Sulaiman untuk Mengonsultasikan Masalah Kesehatan yang Mereka Hadapi saat Blusukan Tim IMAN di Desa Setempat, Sabtu (29/2/2020) Siang.


Bima, Berita11.com— Bakal calon Bupati Bima, dr H Irfan Sulaiman dari paket IMAN dan tim blusukan di Desa Tambe, Rasabou, Tato dan Desa Kananga Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Sabtu (29/2/2020). Blusukan dr H Irfan Sulaiman dan tim disambut antusias masyarakat, terutama emak-emak yang ingin konsultasi kesehatan dan mendapatkan obat atas penyakit yang diderita.

Di hadapan masyarakat di RT 15 Desa Tambe Kecamatan Bolo yang menyampaikan keluhan penyakit, dr H Irfan memberikan obat gratis. Mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini menyatakan, siap menghadirkan berbagai obat untuk warga Desa Tambe dan masyarakat Kabupaten Bima pada umumnya. karena sejatinya, bupati atau pemimpin harus menjadi dokter untuk masyarakat, bisa memecahkan berbagai masalah masyarakat. Salah satu obat itu ada pada APBD, yaitu pemanfaatan anggaran secara tepat dan efisien sesuai kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, adapun pejabat atau kepala daerah hanyalah pelayan dan penjaga anggaran. Untuk itu, prioritas kebijakan anggaran harus bermuara dan lebih  banyak dirasakan manfaatnya untuk masyarakat.


“Porsi terbesar uang itu untuk masyarakat. Kalau tepat masyarakat memilih calon pemimpin, maka uang yang turun juga tepat. Tidak boleh main main urusan memilih,” katanya.

Dikatakannya, masalah kendala modal usaha, masalah pupuk, masalah pertanian dan perikanan bergantung dari cara pengelolaan uang (ABPD) oleh pemimpin. Misalnya dengan menghadirkan efisiensi anggaran dan mengarahkan kebijakan anggaran yang lebih berfaedah untuk rakyat.

“Yang dicari saat pemilihan, cari orang yang bisa mengelola uang masyarakat. Yang namanya bupati adalah orang yang dapat mengelola uang mqsyarkat, bisa mengobati penyakit, masalah masyarakat. Cari pemimpin yang kuat, jangan yang membuat susah pakai sloop, jangan pilih yang sagara (serakah) dan membodohi masyarakat,” katanya.

Siap Dikritik dan Diingatkan jika Terpilih sebagai Pemimpin

H Irfan menyatakan, jika kelak terpilih sebagai Bupati Bima bersama pasangannya H Herman Alfa Edison terpilih sebagai Wakil Bupati Bima, maka pihaknya siap dikritik dan diingatkan masyarakat. “Jangan ragu untuk mengingatkan, colek saja dan ingatkan. Misalnya ada hal yang salah,” katanya.


Dikatakannya, uang Kabupaten Bima Rp1,9 triliun yang berasal dari pemerintah pusat. Jumlah itu terbilang besar untuk mensejahterahkan masyarakat Kabupaten Bima

“Di tangan seorang bupati ada obat yakni piti (uang). Berapa uang dikasi pemerintah pusat? 1.900 miliar, uang masyarakat. Ini adalah obat yang terlampau besar. Kalau bupati ketemu masyarakat, terobati,” katanya.

Diungkapkannya, awalnya selama delapan bulan dirinya diusulkan untuk maju pada Pilkada Kabupaten Bima. Namun dirinya menolak, hingga akhirnya empat pekan lalu memutuskan untuk maju, menerima tawaran dari Gubernur NTB.

Empat minggu lalu mada ketemu Gubernur NTB, kata gubernur orang Bima punya tanggung jawab perbaiki Bima. Kalau saya jadi Bupati Bima, bukan punya gubernur lagi tapi punya 500 ratus jiwa orang,” katanya.

H Irfan menegaskan komitmen untuk melayani masyarakat dengan lebih baik. Bahkan dirinya siap mewakafkan hidupnya untuk melayani masyarakat Kabupaten Bima jika terpilih sebagai Bupati Bima pada perhelatan Pilkada 2020.

Salah satu program utama yang akan dilaksanakannya bersama pasangannya H Herman Alfa Edison,  yaitu Selasa Menyapa. Seharian semalaman hadir dan berkantor di desa untuk berdiskusi dengan para pemuda, rakyat jelata, tokoh masyarakat, mendengarkan langsung keluhan dan harapan masyarakat kepada pemimpin mereka.



“Mada sudah bilang ke calon wakil mada, H Herman. Kalau kita jadi bupati dan wakil bupati, mada laksanakan Selasa Menyapa, mada star dari rumah tidak ke kantor, tapi langsung hadir di desa, mendengarkan dan dan menginap di rumah Ita doho (masyarakat). Misalnya masalah pupuk, tidak selesai selesai. Padahal urusan pupuk ada di pemerintah dan pemerintah ada aparat,” katanya.

Ditambahkan H Irfan, masyarakat tidak boleh tertipu oleh tampilan manis yang obral berbagai janji. Namun harus melihat pemimpin yang memiliki niat dan kemauan keras untuk membawa Kabupaten Bima lebih baik, lebih maju.

“Jangan gaji buta bupati dan wakil bupati yang tidak mau kerja, tidak mau turun ke ita doho (masyarakat). Sampai paling bawah pakaian dalam bupati digaji dari uang rakyat. Cari orang yang mau kerja dan berbuat untuk masyarakat. Jangan pemimpin yang tua, karena ndak kuat. Janji mada pegang. Mada tidak mau bohong, kalau berbicara pendapatan dari profesi dokter mada sudah cukup,” katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Bolo yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Bima, Masdin SP mengatakan, pasangan IMAN adalah calon pemimpin yang tepat untuk masyarakat Kecamatan Bolo dan Kabupaten Bima pada umumnya. Apalagi pasangan IMAN memiliki modal kuat tak hanya memikirkan urusan dunia, namun urusan ahlak dan perhatian urusan akhirat.

“Insya Allah mada (saya) sudah cek, kalau calon yang lain lebih banyak dunianya, kalau calon ini kuat akhiratnya. Kalau selama ini, calon lain serakah, kita ganti pemimpin atau kita pelihara kezoliman,” kata Masdin. [B-11]