Inflasi Kota Bima 0,49 Persen di atas Angka Nasional, Kelompok Bahan Makanan Penyumbang Terbanyak -->

Iklan Semua Halaman

.

Inflasi Kota Bima 0,49 Persen di atas Angka Nasional, Kelompok Bahan Makanan Penyumbang Terbanyak

Tuesday, February 18, 2020
Inflasi Kota Bima dari Tahun ke Tahun.


Kota Bima, Berita11.com— Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bima mencatat, pada bulan Januari 2020, Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,49 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,172 pada bulan Desember 2019 menjadi 104,68 pada bulan Januari 2020. Angka inflasi ini berada di atas angka inflasi nasional yang tercatat inflasi sebesar 0,39 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Bima, Joko Pitoyo Novarudin SST M.Si menjelaskan, inflasi di Kota Bima Januari 2020 sebesar 0,49 persen terjadi karena adanya kenaikan
harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada kelompok makanan, minuman, dan
tembakau sebesar 1,71 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,43 persen, kelompok kesehatan sebesar 4,67 persen, dan
kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,37 persen. 

Sementara itu, deflasi terjadi pada kelompok transportasi sebesar 2,17 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen, dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya sebesar 0,01 persen. kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, kelompok pendidikan, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tidak mengalami perubahan harga yang signifikan pada Januari 2020.

Dikatakannya, laju inflasi Kota Bima tahun kalender Januari 2020 sebesar 0,49 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender Januari 2019 sebesar 0,63 persen. Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” Januari 2020 sebesar 1,97 persen, lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan Januari 2019 sebesar 3,93 persen.

Berdasarkan hasil pemantauan, perkembangan harga berbagai komoditas secara umum
menunjukkan peningkatan. Pada bulan Januari 2020, Kota Bima mengalami inflasi sebesar
0,49 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,172 pada Desember 2019 menjadi 104,68 pada bulan Januari 2020. Dengan angka inflasi tersebut, maka laju inflasi Kota Bima tahun kalender (Januari 2020) mencapai 0,49 persen dan laju inflasi ’tahun ke tahun’ (Januari 2019–Januari 2020) mencapai 1,97 persen.

Joko Pitoyo menjelaskan, inflasi di Kota Bima bulan Januari 2020 sebesar 0,49 persen terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,71 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,43 persen.

Selain itu, kelompok kesehatan sebesar 4,67 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,37 persen. sementara itu, deflasi terjadi pada kelompok transportasi sebesar 2,17 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen, dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya sebesar 0,01 persen. kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, kelompok pendidikan, dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran tidak mengalami perubahan harga yang signifikan pada Januari 2020.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di bulan Januari 2020 antara lain
tomat, tarif rumah sakit, rokok putih, ikan layang/ ikan benggol, cabai rawit, bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, tarif dokter umum, dan emas perhiasan. Sedangkan komoditas–komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain angkutan udara,
ikan bandeng/ikan bolu, ikan teri, cumi-cumi, kacang panjang, bensin, salak, air
kemasan, ikan kakap merah, dan ikan baronang.

Pada bulan Januari 2020, kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi
adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,4980 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,1397 persen; kelompok sandang sebesar 0,0243 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,0091 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,0000 persen; dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,1097 persen. kelompok yang memberi sumbangan deflasi adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,0169 persen.

Pengamatan langsung Berita11.com di sejumlah pasar, dua bulan terakhir harga sembilan bahan pokok seperti kelompok sayur dan bahan makanan mengalami kenaikan seperti harga tomat, bawang merah, cabai keriting, cabai besar dan cabai kecil. Demikian harga beras naik dari biasanya paling mahal Rp10 ribu/ kilogram, menjadi Rp11 ribu/ kilogram.
Menurut sejumlah pedagang, kondisi tersebut disebabkan pengaruh musim hujan dan karena hambatan pasokan dari tingkat produsen. [US]