IPM Kabupaten Bima Juru Kunci di Pulau Sumbawa -->

Iklan Semua Halaman

.

IPM Kabupaten Bima Juru Kunci di Pulau Sumbawa

Tuesday, February 18, 2020
HDI Kabupaten dan Kota di Provinsi NTB Tahun 2018 dan 2019.


Mataram, Berita11.com— Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) Kabupaten Bima berada pada urutan juru kunci atau urutan terakhir dari lima daerah di Pulau Sumbawa. Sementara dari keseluruhan daerah di Provinsi NTB, peringkat IPM Kabupaten Bima berada pada urutan ke-7.

Berdasarkan data BPS, khusus di Pulau Sumbawa, IPM Kota Bima berada urutan teratas, disusul Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Sumbawa. Adapun untuk keseluruhan daerah di NTB, IPM Kota Bima berada pada urutan ke-2 setelah Kota Mataram, disusul Kabupaten Sumbawa Barat pada urutan ke-3.

Sebelumnya, di Kantor BPS NTB di Mataram, Senin (17/2/2020), Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi NTB, Ir I Gusti Lanang Putra, saat di Kantor BPS NTB membeberkan capaian IPM Provinsi NTB yang mencatat capaian laju pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)/ HDI tercepat kelima se-Indonesia selama tahun 2019.

“Pertumbuhan IPM NTB di tahun 2019 mencapai 1,25 persen. Ini merupakan pertumbuhan tercepat kelima dibandingkan provinsi lain yang ada di Indonesia,” ungkap Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi NTB, Ir I Gusti Lanang Putra, saat di Kantor BPS NTB di Mataram, Senin (17/2/2020).

Dijelaskan I Gusti Lanang Putra, IPM Provinsi NTB mengalami peningkatan dari 67,30 di tahun 2018 menjadi 68,14 pada tahun 2019. IPM ini masih berada pada kategori capaian sedang.

Ia mengungkapkan, beberapa parameter yang mempengaruhi laju pertumbuhan IPM yang progresif tersebut di antaranya dari dimensi kesehatan yang digambarkan oleh indikator umur harapan hidup.

Ia menjelaskan tahun 2019, umur harapan hidup di Provinsi NTB mencapai 66,28 tahun. “Indikator ini meningkat sebanyak 0,41 poin dibandingkan tahun 2018,” ucapnya.

I Gusti Lanang Putra juga menerangkan terkait dimensi pendidikan digambarkan oleh indikator harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS). HLS Provinsi NTB tahun 2019 mencapai 13,48 tahun. Terjadi peningkatan 0,01 poin dibandingkan tahun 2018,  sedangkan RLS sebesar 7,27 tahun dan nilai tersebut meningkat sebanyak 0,24 poin dibanding tahun sebelumnya.

“Dari dimensi hidup layak yang digambarkan oleh indikator Pengeluaran Perkapita yang disesuaikan, capaian Provinsi NTB di tahun 2019 sebesar 10,64 juta rupiah perorang pertahun,” ujarnya.

Indikator ini, kata Lanang Putra meningkat sebanyak 356 rupiah dibandingkan tahun 2018. Lanang Putra juga menyebut tiga kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat yang masuk dalam kategori IPM tinggi.

“Dari 10 kabupaten/kota di NTB, Kota Mataram, Kota Bima dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah mamasuki kategori IPM tinggi,” katanya.

Berdasarkan data yang dirilis BPD, kini posisi IPM NTB terus membaik. Dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, saat ini NTB berada diurutan ke 29 secara nasional. Sedangkan lima provinsi dibawah NTB yaitu meliputi Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, NTT, Papua Barat dan Papua. [RD]