Lagi, tak hanya Dibentak, Hak Rawat Kelas I Titip di Kelas III, RSUD Dompu Dinilai Tebang Pilih

Iklan Semua Halaman

.

Lagi, tak hanya Dibentak, Hak Rawat Kelas I Titip di Kelas III, RSUD Dompu Dinilai Tebang Pilih

Jumat, 14 Februari 2020
Gambar RSUD Kabupaten Dompu diambil dari depan. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Kembali terulang hal yang pernah dialami salah satu pasien atas nama Devy Alvionita Sulistio wanita 32 tahun yang di mana hak rawatnya dalam BPJS tercantum di kelas I, kemudian pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Dompu menititipkan di ruang rawat kelas II sebagai mana yang dilansir Lensabima.com beberapa waktu lalu.

Kali ini, hal serupa dialami salah satu pasien atas nama Puji Astuti yang seharusnya memiliki hak rawat di kelas I kemudian dititip di kelas III dengan delik, kamar full. Tak hanya itu, suami dari pasien Puji Astuti yakni Suaidin mendapat perlakuan tidak baik dan dibentak yang cukup keras dari pelayanan RSUD Dompu pada Rabu (13/2/2020) sore, sekira pukul 17.00 Wita.

Suaidin kepada Berita11.com mengatakan, bentakan itu berawal dari dirinya hendak menanyakan berkas istrinya, yang menurut dia telah diabaikan oleh petugas, lantaran melihat keluarga pasien yang lain dilayani dengan baik. Hal itu yang membuat dirinya menilai bahwa pelayanan RSUD Dompu diduga tebang pilih dalam hal pelayanan.

“Saya berdiri depan pintu menunggu info berikutnya, namun saya lihat ada keluarga pasien yang ngurus seperti saya. Tapi anehnya, orang itu bisa masuk dan berdiri dekat komputer tempat petugas sedang mengimput data,” kata Suadin.

Menurut Suaidin, berkas istrinya telah diambil oleh petugas loket seorang pria, kemudian disimpan di sampingnya dekat tumpukan berkas-berkas pasien lain. Akhirnya, Suaidin kembali bertanya ke petugas dengan nada yang cukup sopan, disaat itu lah, Suaidin mendapatkan perlakuan yang tidak ramah dan ujaran tidak sopan dari petugas.

“Saya tanya, gimana saya selanjutnya pak? kemudian dijawab oleh petugas "Bapak tunggu di luar, masih banyak antrian" dengan nada tinggi,” ungkap Suaidin yang dikutip dari ujaran petugas saat itu.

Dari bentakan itu, lanjut Suaidin, dengan hati yang kecewa dan kesal, akhirnya ia pun kembali ke ruang IGD dengan tujuan untuk mengurus Istrinya. Namun, hingga pagi hari Kamis (14/2) istrinya belum juga ada status untuk penanganan dokter selanjutnya.

Bahkan, kata dia, sampai sang malampun tiba, status istri tercinta ditunggupun tidak kunjung datang. Hal itu yang membuat kesabaran Suaidin berada pada tahapan yang tingkat tinggi, namun amarah itu berhasil dibendungnya.

“Sayapun mendekati petugas IGD dan bertanya, kenapa istri saya sejak pagi sampai malam ini tidak ada penanganan atau pemeriksaan dokter,” tanya Suaidin

“Akhirnya, mereka mulai mencari dan membuka buka map dan lain lain, alhasil, tidak ditemukan juga,” sambungnya.

Akibat tak ditemukan berkas istrinya, Suaidin kembali ke petugas loket guna mepertanyakan berkas istrinya. Petugaspun mencari berkas tersebut.

Namun saat mencari berkas istrinya, Suaidin mengaku, saat itu sempat melihat bahwa ada seorang dokter muda yang ikut membantu mencari berkas istrinya tapi tidak ketemu juga. Namun, petugas loket saat pertama kali masuk Suaidin mengaku, tidak kenal dan sudah lupa dengan wajahnya.

Akhirnya, diputuskan tidak ditemukan, kemudian petugas kembali mencari fail di dalam komputer alhasil tidak ada alias diduga belum input. Hal itu membuat Suaidin kembali diselimuti dengan amarah tak tertahan, sehingga Suaidin kembali ke ruang IGD untuk mempertanyakan kembali berkas istrinya dengan nada keras.

“Saya masuk kembali ke IGD, sedikit nada emosi tak tertahan, kenapa bisa status pasien istri saya bisa tidak ada,” tanya Suaidin ke petugas IGD dengan nada kesal.

Tak cukup sampai di situ, upaya Suaidin untuk mendapatkan perawatan medis yang layak buat istri tercinta terus dilakukan, hingga dirinya kembali bertanya ke salah satu Ibu dokter terkait tidak mendapatkan penanganan medis sejak awal masuk, mulai Rabu (13/2) malam hingga Kamis (14/2) malam.

Dari jawaban pertanyaan itu yang disampaikan ibu dokter, lagi-lagi Suaidin menerima pernyataan yang kurang baik dan tidak memuaskan.

“Dia (Ibu dokter, red) menjawab, bagaimana bisa diperiksa kalau tidak ada status,” beber Suaidin yang dikutip dari salah satu ibu dokter.

“Sampai sekitar pukul 22.00 Wita diputuskan bikin ulang dari awal,” terang Suaidin.

Hingga malam ini, istrinya Puji Astuti masih dititipkan atau dirawat di kelas III dan rencananya akan keluar besok, Sabtu (16/2).

“Iya, masih dirawat di kelas III, insya  Allah, besok, rencananya dipulangkan, obat jalan saja, soalnya tidak bisa tidur karena keramaian,” tandasnya.

Sementara, Direktur RSUD Kabupaten Dompu hendak dikonfirmasi pada Jumat (15/2) siang sekira pukul 11.00 Wita diinformasikan oleh salah satu petugas bagian Humas bahwa saat ini direktur RSUD sedang tidak ada di ruang kerjanya. [RIS]