PCNU Kabupaten Bima Dibaiat KH Said Agil, Bupati Bima Siap Besarkan NU

Iklan Semua Halaman

.

PCNU Kabupaten Bima Dibaiat KH Said Agil, Bupati Bima Siap Besarkan NU

Selasa, 04 Februari 2020
Suasana Pelantikan PCNU Kabupaten Bima oleh Ketua PBNU KH Said Agil Sirodj di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Bima, Senin (3/2/2020) Malam.

Bima, Berita11.com— Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bima masa khidmad 2020-2025 dibaiat Ketua PBNU, Prof Dr KH Said Agil Sirodj MA. Prosesi pelantikan digelar di ruang sidang utama Kantor Bupati Bima di Woha, Senin (3/2/2020) malam.

Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri SE yang turut menghadiri pelantikan PCNU menyatakan, kesiapannya membesarkan NU di Kabupaten ima. “Terima kasih kepada Ketua PBNU yang berkenan hadir di Kabupaten Bima,” katanya.

Menurutnya,  PCNU Kabupaten Bima begitu istimewa, karena dilantik langsung oleh Ketua PBNU. Bupati berharap, hal itu akan memacu semangat nahdiyin dan Muslimat NU untuk memajukan dan membesarkan organisasi tercinta di Kabupaten Bima. Tidak semua daerah, kegiatan dengan mudah dihadiri oleh Ketua PBNU.

Dikatakannya, pemerintah Dinda-Dahlan tetap komit, bersama-sama membesarkan Nahdatul Ulama, mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bima. “Karena PC sudah dilantik, kami berharap kerja sama dan kemitraan dengan Pemkab tetap dilakukan. Bersama-sama menyukseskan program pemerintah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat,”harapnya.

Kepada Muslimat NU dan GP Ansor, IDP menyampaikan terima kasih, karena sudah banyak berkontribusi, turun dan dekat di masyarakat, ikut membantu program  pemerintah.
Ke depan, katanya, koordinasi dan komunikasi  antarpemerintah dan  NU Kabupaten Bima semakin ditingkatkan.

Bupati Bima, Hj Indah Dhamanyanti Putri Menyampaikan Sambutan.

Sementara itu, Ketua PBNU KH Said Agil Sirodj mengucapkan selamat kepada PCNU Bima, Ketua Rois dan Ketua Tanfidziah yang baru dilantik. “Semoga mampu menjaga amanah dengan baik. Mampu membesarkan dan membumikan organisasi di Bima,” harapnya.

Kiai Said Agil juga berharap seluruh nahdiyin, agar bersama-sama membantu menyukseskan program pemerintah. Menjadi umatan wa shathon. Menjadi warga NU yang menjunjung tinggi ajaran-ajaran NU, sesuai ajaran yang dibawah oleh pendiri NU yaitu Imam Asy’ari. [AN]