Perkelahian antar Pemuda Desa Ranggo dan Temba Lae Berujung Konsentrasi Massa

Iklan Semua Halaman

.

Perkelahian antar Pemuda Desa Ranggo dan Temba Lae Berujung Konsentrasi Massa

Minggu, 09 Februari 2020
Anggota kepolisian dari resor dompu dan Polsek Pajo saat meredakan konsentrasi massa di Desa Ranggo. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Perkelahian antara pemuda Desa Ranggo dan Desa Temba Lae pada Sabtu (8/2/2020) malam, sekira pukul 21.00 Wita berujung pada konsntrasi massa. Perkelahian itu terjadi tepatnya di depan Posranmil Pajo Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu NTB.

Beruntung pada peristiwa itu, aparat dari kepolisian resor dompu yang terdiri dari Kasat Intelkam IPTU Abdul Haris, Kasat Narkoba IPTU Adhar, S. Sos dan Lakhar Kabag Ops AKP Nusra Nugraha, SH tiba di lokasi kejadian untuk meredakan konsentrasi massa.

Sementara, anggota lain dari Patmor, Buser dan Sat Intelkam melakukan patroli dan pencarian terhadap kedua terduga pelaku, yang diduga pemicu konflik masing-masing berinisial MR pria 17 tahun dan AD alias GT pria 18 tahun. Keduanya merupakan warga Desa Ranggo yang juga masih berstatus pelajar dan saat ini telah diamankan di Mapolres Dompu.

sedangkan korban yang mengalami luka dalam kejadian itu yang merupakan warga Desa Temba Lae diantaranya, Junaidin (luka robek pada kepala depan samping kiri), Syaifullah (luka robek pada bagian kepala bagian atas) dan Muhammad (luka memar pada bagian lengan tangan kanan) ketiganya dan terpaksa dilarikan ke Puskesmas Ranggo.

Kapolsek Pajo IPDA I KD Suadaya Atmaja, S.Sos melalui Ps. PAUR Subbag Humas Polres Dompu AIPTU Hujaifah menjelaskan, peristiwa itu terjadi berawal dari Junaidin (korban) pulang dari Kota Dompu bersama temannya menggunakan dua motor sedangkan korban mengendarai motor sendiri dan temanya berdua berboncengan mendahului korban.

Setibanya korban di depan Posranmil Pajo Desa Ranggo, lanjut AIPTU Hujaifah, korban tiba-tiba dipukul pada bagian rahang sebelah kanan oleh terduga pelaku MR dan AD alias GT, korban tak terima dengan pemukulan itu akhirnya korban memberitahukan kejadian itu ke sepupunya.

“Korban tak terima dipukul dan merasa dendam dan sakit hati akhirnya korban memanggil kaka sepupunya Syaifullah, kemudian pergi menemui pelaku di tempat kejadian pemukulan. Namun setiba korban dan kakak sepupunya di tempat kejadian, ternyata terduga pelaku sudah menunggu dengan temanya yang berjumlah sekitar lebih dari 10 orang,” ungkap Hujaifah.

“Korban dan kaka sepupunya dikeroyok oleh teman terduga pelaku menggunakan Kayu, karena merasa terancam korban dan kakak sepupunya lari menghindar menyelamatkan diri dengan menggunakan motor kearah Desa Tembalae,” sambung Ps. PAUR Subbag Humas Polres Dompu AIPTU Hujaifah.

Dikatakan AIPTU Hujaifah, sekira pukul 21.10 Wita, Kapolsek setempat ditelpon Kepala Desa Ranggo, guna menginformasikan adanya perkelahian anak muda, menindaklanjuti hal tersebut, Kapolsek Pajo didampingi Kanit Intelkam dan Bhabinkamtibmas Desa Ranggo mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Saat menuju Desa Ranggo, tepatnya di Halte Desa Temba Lae menemukan adanya Konsentrasi massa anak muda Temba Lae sehingga Kapolsek Pajo Menanyakan permasalahan dan selanjutnya memerintahkan Bhabinkamtibmas untuk mengarahkan korban luka untuk berobat di Puskesmas Ranggo,” bebernya.

Sekira pukul 21.31 Wita suasananya semakin memanas yang di mana pemuda Desa Temba Lae menuju Puskesmas Ranggo untuk melihat korban Junaidin, Syaifullah dan Muhammad sehingga terjadi Konsentrasi massa dengan jumlah 30 Orang.

“Tak terima melihat ketiga orang korban, akhirnya sebagian pemuda Desa Temba Lae menuju Dusun Ladore Desa Ranggo dan melakukan pelemparan rumah terduga pelaku, namun dapat dihalau oleh anggota Polsek Pajo dan gabungan Sat Reskrim Polres Dompu, Sat Intelkam Polres Dompu dengan mengeluarkan tembakan peringatan sehingga situasi terkendali dengan kondusif,” terang Hujaifah.

Untuk diketahui, kedua terduga pelaku diamankan di Polres Dompu sekira pukul 00.15 Wita. Sedangkan korban Junaidin dan Syaifullah dirujuk ke RSUD Kabupaten Dompu situasi dalam keadaan aman terkendali. [RIS]